
"Baiklah kalau begitu saya akan serahkan semua pada bapak-bapak untuk menangani kasus ini, jika di antara Kalian ada yang menemukan kejanggalan, mohon untuk mengkonfirmasikan pada saya"
"Baik tuan, anda tak perlu khawatir, kami akan melakukan tugas kami dengan baik, kalau begitu kami permisi dulu"
setelah beberapa petugas itu berlalu, tuan Adi pun kembali ke ruang rawat untuk melihat kembali keadaan putranya...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari berlalu begitu cepat, dan hari ini tepat satu Minggu sudah Arya di rawat di RS dalam keadaan yang masih sama,
Amel dengan telaten mengurusi sang suami, sementara Rey yang sudah di ijinkan untuk pulang sambil menjalani perawatan di rumah, Amel meminta bantuan pada sang ibu untuk merawat Reyhan sementara dirinya di rumah sakit, dengan senang hati Bu warsih pun menyetujuinya...
POV Amel
"Mas, Entah sampai kapan kamu akan seperti ini, aku harap kamu akan segera pulih seperti sedia kala, aku ingin kita berkumpul lagi dan hidup bahagia,,, kau tau pagi ini aku baru saja menemui dokter Angeline, dia bilang usia kandungan ku sudah 11 Minggu, aku sudah tidak sabar menunggu kamu bangun dan memberi tahukan tentang ini,,,,. aku sengaja merahasiakan tentang kehamilan ku pada yang lain karena aku ingin kamu sebagai orang yang pertama aku beri tahu, karna kamu adalah ayah dari anak ini ( Sambil mengelus perut ) Aku dapat membayangkan betapa bahagianya dirimu saat mengetahui bahwa aku hamil anak kedua kita, ( Sambil tersenyum samar di sertai mata yang berkaca-kaca )
( Amel menggenggam erat tangan Arya ) mas, maafkan aku, Sebenarnya hari itu aku telah membohongi mu dan seluruh keluarga, aku bilang kita akan mengadakan acara syukuran makan malam bersama, padahal aku berniat ingin memberikan kejutan pada kalian tentang kehamilan ku, tapi ternyata Tuhan tidak menginginkan rencana itu berjalan mulus...., bi Sumi memperlihatkan sebuah berita melalui ponsel nya tentang kejadian kecelakaan itu, aku sangat hancur, aku merasa saat itu dunia ku sudah berakhir, Aku benar-benar tidak berdaya sampai akhirnya aku bisa melihat dirimu dengan dengan banyak alat penunjang kehidupan yang menempel di tubuh mu seperti saat ini,,,,. mas, bisa kah kau mendengar ku, aku harap kamu dapat mendengar setiap curahan ku, aku harap kau akan segera sadar dari koma mu dan kembali sehat seperti sedia kala, dengan begitu kita bisa hidup bersama dan bahagia lagi....
POV author
Satu persatu Amel melepas kancing piyama pasien yang di kenakan oleh suaminya, perlahan Amel menyeka tubuh Arya dengan air hangat dan mengganti piyama nya dengan yang baru,
tak lama kemudian suster pun datang untuk memeriksa keadaan Pasien....
"Permisi nyonya, kami akan memeriksa keadaan Pasien sebentar"
"Baik sus" ( Amel memberikan ruang bagi suster untuk memeriksa keadaan Arya )
__ADS_1
Di kediaman Arya Mahessa....
"Rey sayang, Minum obat dulu ya, biar kamu cepat pulih dan bisa sekolah lagi" ( ucap Bu warsih yang berusaha membujuk Rey agar mau minum obat )
"Gak mau nek, Rey maunya sama mama"
"Sayang, mama sedang merawat papa di rumah sakit, kamu sama nenek aja ya...!!!"
"Kalau begitu tolong antar Rey pada mama, Rey juga ingin temani mama merawat papa"
"Sayang,,, jangan seperti itu, nanti kita akan menjenguk papa sama-sama tapi kamu harus minum obat dulu ya"
Tiba-tiba Rey menangis sesenggukan, Bu Warsih pun menjadi serba salah melihat Rey yang menangis tak tau sebabnya... "Rey, kenapa kamu menangis, nenek ada di sini bersama mu, jangan menangis lagi sayang, cup cup cup...."
"Huhuuu,,,, Nek, Rey takut nek, huhuuu,,,,"
"Jangan takut sayang, nenek ada di sini, tidak ada yang perlu kamu takutkan, nenek akan menjagamu" ( Bu warsih membawa sang cucu kedalam pelukannya )
"Sayang, yakinlah papamu akan baik-baik saja, Ini bukan salah mu, semuanya terjadi atas kehendak Allah, manusia di ciptakan sesuai dengan takdir nya masing-masing, begitu juga dengan kau dan papa mu, Tidak ada yang bisa menyangkalnya,,,, ( Bu warsih beralih menatap wajah lugu cucunya dengan tatapan penuh kasih sayang serta menangkup lembut pipinya dengan kedua telapak tangan nya ). "sayang, berhentilah menangis " ( Sambil mengusap lembut sisa air mata di wajah Rey ) "Yakinlah, papa akan baik-baik saja, sebagai anak yang pintar dan berbakti pada orang tua, Rey harusnya berdo'a agar papa bisa segera sembuh, Eemm". ( di jawab Rey dengan anggukan )
"Ya sudah kalau begitu Rey minum obat dulu ya,,, biar cepat sehat terus bisa jenguk papa ke rumah sakit"
setelah berbagai macam drama yang di lalui, akhirnya Rey setuju untuk minum obat dan terlalap setelah nya,,,, Bu Warsih pun bisa bernafas dengan lega setelah memastikan Rey tidur dengan nyenyak,,,,. "Ya Allah, anugerahkan lah kebahagiaan pada anak menantu dan juga cucuku, Berikanlah kesembuhan pada menantuku Arya, sadarkan lah ia dari koma ya Allah, agar Keluarga ini bisa bisa berkumpul kembali dan hidup bahagia bersama" do'a Bu warsih dalam hati
__________
"Bu, apa Rey sudah tidur...??? tanya Dinda saat melihat ibu mertuanya baru saja keluar dari kamar rey
__ADS_1
"Eh,,, nak Dinda, Rey baru saja tidur, Apa Alex juga sudah tidur....?! ucap Bu Warsih yang balik bertanya,
"Iya Bu, Alex juga baru saja tidur, kebetulan Dinda haus, jadi Dinda ingin ke dapur ngambil air minum sekalian mau bikin kopi buat bang feliks"
"Feliks belum tidur....???
"Belum Bu, masih di ruang kerja"
"Oh, ya sudah kalau begitu teruskan saja, ibu mau kekamar dulu"
"iya Bu"
Sejak kejadian kecelakaan hari itu, Bu warsih, Feliks dan Dinda terpaksa harus tinggal di rumah Amel dulu, karna Arya yang masih dalam keadaan koma dan Amel harus tetap menjaga dan menemaninya di rumah sakit, sementara Rey yang butuh di perhatikan karna keadaan nya yang masih belum pulih total...
Sebelumnya Nyonya Rani dan tuan Adi berniat ingin mengambil alih peran untuk merawat Rey sementara Amel dan Arya di rumah sakit, namun karna Bu warsih telah menawarkan diri terlebih dahulu untuk merawat cucu nya, akhirnya Nyonya Rani dan tuan Adi memilih untuk mengalah dan membiarkan Bu warsih yang merawat dan menjaga cucu mereka,,,, meski begitu, mereka akan tetap meluangkan waktu untuk menjenguk Rey dan Arya secara bergantian,...
...----------------...
Bu warsih yang sebelumnya berniat ingin kembali kekamar nya, entah kenapa kakinya malah melangkah dan membawanya menuju ruang kerja Feliks...
tok tok tok.... ( bu warsih sengaja mengetuk pintu yang setengah terbuka ) " Fel,,, boleh ibu masuk....???
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG