
"Hallo" ( ucap Lily saat panggilan sudah tersambung )
^^^"Hallo, Lily ada apa kau menelpon ku, aku sedang rapat"^^^
(Ya,,,! Lily memilih menelpon Arya, karena Arya satu-satunya orang yang bisa ia andalkan saat ini dan kebetulan tidak butuh waktu lama untuk bisa menelpon nya, Lily hanya perlu mengulangi panggilan kedua kali dan Arya langsung menerimanya )
"Arya, aku butuh bantuan mu sekarang,,, datanglah ke alamat baru ku, ini sangat penting, kita tidak punya banyak waktu" ucap Lily tanpa sensor
sebelum Arya bisa menjawab ucapan Lily, sambungan telpon telah terputus sehingga membuat Arya merasa khawatir,
"Riko, tolong kamu pimpin rapat ini hingga selesai, aku percaya kan semuanya pada mu, aku harus pergi, ini benar-benar mendesak " ucap Arya yang buru-buru meninggalkan ruang rapat
"Tapi tuan" Riko tak sempat menyelesaikan ucapannya, Arya sudah menghilang dari pandangan nya dengan begitu cepat, Riko hanya bisa membuang nafas gusar saat menyaksikan kelakuan bos nya yang datang dan pergi seenak nya tanpa memikirkan konsekuensi dari perbuatannya itu,
__ADS_1
^^^"Eemm,,, tuan-tuan sekalian saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama bos saya, beliau ada urusan penting yang harus segera di selesaikan, karna itu tidak bisa di tunda jadi saya mohon kepada tuan-tuan sekalian untuk mengerti terhadap bos saya, dan disini saya akan mengambil alih memimpin rapat Kali ini, jadi saya harap kalian semua tidak perlu sungkan untuk berbicara dengan saya "^^^
TIBA DI KEDIAMAN JULIAN DAN LILY.
"Lily, apa yang terjadi .. ? tanya Arya saat baru saja keluar dari mobil dan melihat lily yang mondar mandir di teras sambil menggoyangkan ponsel di tangan nya,
^^^"Ah, Arya syukur lah kau datang secepatnya, sekarang cepat bantu bang Feliks di dalam, jika kita terlambat mungkin mas Julian akan menghilangkan nyawanya "^^^
Mendengar apa yang di katakan oleh Lily, tanpa menunggu lagi, Arya pun langsung berlari masuk kedalam dan berusaha membuka pintu ruang kerja julian yang masih terkunci, hingga akhirnya Arya tak menemukan cara lain lagi kecuali membuka pintu itu dengan paksa, ia mendobrak pintu dengan sangat keras hingga berhasil terbuka, namun meski begitu, dua manusia yang masih berada di dalam tak ada satupun yang merasa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Arya,
sementara Arya yang menyaksikan dan mendengar langsung apa yang di katakan oleh Feliks, ia merasa terkejut dan membeku di tempat nya
( Feliks,,, kau benar-benar membuat ku kecewa ) ucap Julian dengan suara yang datar dan tatapan mata yang tajam, menunjukkan rasa kecewa yang teramat besar pada sahabat sekaligus sepupu nya itu
__ADS_1
"Apa maksud mu, Feliks apa yang terjadi....??? tanya Arya yang akhirnya buka suara
Feliks tak menjawab pertanyaan Arya, ia hanya tertunduk dalam keadaan berantakan dan babak belur akibat di hajar oleh Julian, Arya berusaha mengerti saat melihat Lily yang memberi kode pada nya untuk segera membawa feliks pergi karna melihat keadaan Julian yang masih di kuasai kabut amarah walau tidak sebrutal sebelum nya,
"Fel, sebaiknya kita pulang dulu, nanti kita bicarakan masalah ini lagi dengan kepala yang dingin, ( Arya membantu Feliks agar bisa bangun, sesaat Arya beralih menatap Julian yang masih berdiri di tempat nya dengan tatapan penuh amarah ) Lian, datanglah ke rumah ku malam ini, kita akan bicara secara baik-baik"
Julian tak menjawab ucapan Arya, ia hanya terus diam hingga Arya membawa feliks pergi dari rumah nya.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG