
Sepulang dari pemakaman umum,... Arya dan Amel bersama putra mereka memutuskan untuk langsung kembali ke rumah,,, setibanya di rumah, Amel dikagetkan dengan sebuah kejutan yang tanpa ia duga,,, seseorang yang selama ini ia sayangi dan amat sangat ia rindukan, kini sedang berada di rumah nya, di hadapan nya, dua orang yang ia cintai tengah berdiri di hadapan nya dengan senyuman yang mengambang di wajah kedua orang itu,,, dan orang itu tak lain adalah, Bu Warsih dan Feliks, yakni ibu dan Kaka kandung Amel,
Amel terpaku di tempatnya dan merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Amel merasa apa yang ada di hadapan nya saat ini hanyalah sebuah mimpi belaka,,,
"Sayang,,, " panggil Arya saat melihat Amel yang tak bergerak dari tempatnya
"jangan bangunkan aku mas, aku takut mereka akan menghilang jika mataku sampai terjaga" ucap Amel yang tak percaya dan hanya menganggap dirinya saat ini sedang bermimpi,,,. Bu Warsih dan Feliks saling memandang satu sama lain begitu juga dengan Arya yang tersenyum ke arah ibu mertua dan saudara ipar nya itu,,,
Bu Warsih berjalan menghampiri putri bungsu nya itu dan tanpa aba-aba ia langsung mencubit pipi amel dengan gemas hingga berhasil membuat Amel menjerit kecil karna merasakan sakit... " Aawww,,,, " ibu kau menyakiti ku" ucap Amel spontan
"Hhm,,, sekarang kau berkata bahwa aku menyakiti mu,,,? umm,, lalu apa sekarang kau masih betah berada dalam alam mimpi mu...?!! ucap Bu Warsih yang membuat Amel tersadar
__ADS_1
"Jadi,,,.?! apa aku sekarang benar-benar tidak sedang bermimpi,,,??? ibu, apa ini benar-benar kau,,, dan... dan bang Feliks...?!! ucap Amel yang masih belum percaya dengan apa yang ia lihat, Feliks pun ikut menghampiri adik bungsu nya yang ia rindukan itu, tanpa basa-basi Feliks juga langsung membawa kedua wanita kesayangan nya itu ke dalam pelukan nya, untuk beberapa saat suasana hening menyelimuti seisi ruang tamu di kediaman Arya Mahessa,, Arya tersenyum bahagia saat melihat dan menyaksikan secara langsung sebuah pemandangan yang begitu indah di hadapan nya, sementara Rey yang masih belum mengerti, ia hanya diam dalam pelukan sang papa dan menyaksikan apa yang terjadi di hadapan nya saat ini
"Sekarang,,, apa kau masih merasa bahwa ini mimpi ...??? tanya Feliks pada sang adik saat pelukan mereka sudah terlepas
Amel tak dapat berkata apapun lagi,,, air mata nya yang tanpa permisi telah menerobos keluar begitu saja dari dalam persembunyian nya, sungguh ini adalah sebuah kebahagian yang tak dapat ia gambar kan dengan apapun,,,
"Ibu,,, Abang,,, ini benar-benar kalian, ibu,,, " ucapan Amel terbata dan langsung berlutut mencium kedua telapak kaki sang ibu dengan air matanya yang sudah tak terbendung...
"Sayang bangun lah ( Bu warsih memegang kedua bahu Amel dan membawanya agar berdiri ) sayang dengarkan ibu baik-baik, seharusnya ibu yang meminta maaf pada mu karna ibu sudah berlaku kasar padamu,,, ini bukan salah mu nak, suami mu sudah menceritakan semuanya pada ibu dan Abang mu, kamu tidak bersalah sayang,,," ucap Bu Warsih sembari mengusap air mata ya g mengalir di wajah sang putri tercinta...
Dan giliran Feliks yang kini menangkup pipi sang adik dengan kedua telapak tangan nya,,,. "Amel,,, hey coba lihat Abang" ( ucap Feliks dan Amel pun dengan patuh menuruti perintah nya ) "Sejak kapan adik Abang ini berubah menjadi wanita yang pengecut,, Abang sungguh tidak percaya saat mendengar berita bahwa Amel yang Abang kenal sebagai wanita tangguh, tiba-tiba menghilang dan menghindar dari kenyataan,,. dan satu lagi, Abang ingin bartanya padamu,,, mengapa waktu itu kau pergi begitu saja tanpa menunggu Abang kembali,,, apa kau tidak merindukan Abang mu ini sama sekali... hm...???" ucap Feliks yang menggoda sang adik dengan senyuman yang mengembang
__ADS_1
Tiba-tiba Amel tersenyum di sela-sela tangisan nya,,, Sekali lagi Amel menghambur memeluk saudara laki-laki satu-satunya itu,,, Amel menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Feliks...
"Papa,,, ciapa om itu,,, papa om itu jahat, dia udah bikin Mama Ley nangis, papa, ayo papa pukul dia, kacian mama,,, ayo papa kenapa papa diam aja" ucap Rey yang tidak tau siapa Feliks dan terus menarik-narik kerah baju sang papa agar agar menolong mamanya yang ia Fikir di sakiti oleh pria yang tidak ia kenal itu
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1