Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 11


__ADS_3

Untuk sesaat Arya membiarkan Amel tetap berada dalam dekapannya,,,


"Mas, aku mau kekamar mandi dulu" ucap Amel pada sang suami


"Aku temani"


"Aku bisa sendiri mas, nanti kalau barengan bakal lama" ucap Amel tanpa sadar


"Memangnya kita kekamar mandi mau ngapain, dan kenapa bisa lama" tanya Arya yang berhasil membuat Amel jadi malu saat menyadari apa yang di ucapkan nya


"Mm,, Mas jangan menggoda ku lagi, aku akan membersihkan diri dan setelah itu Kita makan malam, kasian bi aya sudah capek-capek masak tadi" ucap Amel yang mencoba beralasan


Arya hanya tersenyum menanggapi ucapan Amel yang berusaha berkilah,,, namun ia tetap membiarkan istrinya itu kekamar mandi,,, sementara Amel ke kamar mandi, Arya meraih ponselnya yang ada di atas nakas dan menelpon Istri pertamanya yang saat ini masih di Jerman,,,


"Hallo mas Arya,,,"Sahut Nisa dengan suara yang lembut di seberang sana


"Hallo sayang, kenapa kau tak mengabari ku sama sekali saat sudah sampai, dan kau malah mengabari Amel " ucap Arya


"Maafkan aku mas, aku lupa" sahut Nisa dengan santai nya


"Lupa,,, Mm bagus ya, sama suami sendiri bisa Lupa" ujar Arya dengan suara yang kesal


"Hehee,,, maaf aku salah ngomong ya,,, ini semua gara-gara Ka Jee, dia mengajak ku jalan-jalan keliling Jerman hingga aku kelelahan karna nya dan akhirnya aku lupa menelpon mu" ucap Nisa yang mencoba beralasan


( Maafkan aku mas Arya, aku gak bermaksud membohongi mu, aku hanya ingin kau terfokus pada Amel saja untuk saat ini, jika aku terus menerus menelpon mu, itu akan membuat mu selalu memikirkan ku dan akhirnya Amel pun terabaikan, Aku hanya ingin kau bisa berlaku adil ) gumam Nisa dalam hati


"Ya baiklah, kali ini aku menerima alasan mu tapi lain kali jangan sampai lupa, dan satu lagi, selama kau di Jerman aku akan menelpon mu setiap malam sebelum tidur dan aku tak mau mendengar alasan apapun dari mu lagi" ucap Arya yang merupakan sebagai perintah bagi Nisa dan Nisa wajib mematuhinya,,,

__ADS_1


"baik lah suamiku yang tampan, perintah mu akan hamba patuhi" ucap Nisa di selingi suara tawa nya yang merdu


"I Love you" ucap Arya


"I Love you to " sahut Nisa


Sementara di balik pintu kamar mandi, Amel mendengar semua percakapan antara Nisa dan Arya, sejujurnya Amel Merasa iri kala melihat dan mendengar Secara langsung bagai mana kedua suami istri itu saling mengucap cinta satu sama lain dan saling menyayangi dan juga perhatian,,, Namun Amel sangat menyadari di mana posisi nya saat ini,,, bagai mana pun ia takkan melupakan siapa wanita yang sudah membuat nya menikah dengan mas Arya, dan Amel tak ingin di katakan sebagai kacang yang lupa kulit nya, Bagi Amel, Nisa adalah saudara perempuan nya yang ia sayangi dan ia tak mau membuat wanita baik itu terluka hati


( Amel, kau harus sadar dan bisa menerima kenyataan bahwa cinta mas Arya itu hanya untuk mbak Nisa seorang, dan kau harus ingat dimana posisimu saat ini, kau tak boleh sampai lupa daratan Amel, kau menikah dengan mas Arya hanya agar bisa memberikan keturunan pada nya, walaupun nantinya kau dapat menjadi ibu dari anak-anak mas Arya namun yang menjadi ratu di hatinya hanyalah mbak Nisa seorang dan kau takkan bisa merebut posisi itu dari nya dan jangan pernah lakukan itu, aku yakin kau pasti bisa Amel, kau pasti bisa ) gumam Amel menyemangati diri nya sendiri


Setelah beberapa saat Amel pun tak mendengar suara obrolan Arya dan Nisa lagi, ia pun segera keluar dari kamar mandi namun Amel ternyata berfikir salah, rupanya Arya masih berbicara dengan Nisa memalui Panggilan Video dan ia hanya berpindah tempat keluar kamar dan lebih tepatnya di balkon,


Amel yang melihat itu pun berusaha untuk tetap cuek tanpa mempedulikan sekeliling nya, saat Amel akan keluar kamar tiba-tiba Arya memanggilnya, dan niat Amel ingin menghindar pun sudah musnah, dan kini ia terpaksa mendekat pada suaminya itu


"Amel, ini mbak mu mau ngomong" ucap Arya sembari menyodorkan ponsel nya pada Amel


"Amel,,, bagai mana kabar mu, mbak rindu sama kamu Mel" ucap Nisa yang menyapa Amel terlebih dahulu


"Amel, mbak di sini baru satu hari dan kau sudah menanyakan kapan mbak pulang," ucap Nisa yang terkekeh mendengar pertanyaan Amel


"Hehee,, maaf mbak, Amel kan sudah terbiasa sama-sama mbak Nisa, jadi Amel kaya ngerasa ada yang kurang aja kalau mbak nisa gak ada,,," sahut amel seraya tersenyum


"Hahaha,,, ya ya ya, mbak mengerti maksud kamu, mbak juga sama Amel,,, mbak juga kesepian di sini karna gak bisa dengar ocehan kamu"


"Kalau begitu mbak pulang lagi aja ya" ucap Amel dengan mata yang berbinar penuh harap


"Hahaha,,, Amel kau lucu sekali, mbak akan tetap disini selama dua Minggu Mel, Mbak kan juga masih kangen sama sepupu mbak yang ada di sini"

__ADS_1


"Ya ya ya,,, Amel mengerti" sahut Amel yang tertunduk lesu


Arya yang sedang sibuk memperhatikan kedua istri nya yang mengobrol dengan begitu akrab nya melalui sambungan Video call,,, sejujurnya Arya sendiri merasakan bahwa istri pertama nya itu sedang berusaha menutupi luka nya,, Arya sangat tau bagaimana perasaan seorang wanita yang diduakan, namun arya sendiri tak mampu berbuat banyak karena ia menikahi Amel itu juga atas permintaan Nisa sendiri,,,


Setelah beberapa saat Amel dan Nisa pun mengakhiri obrolan mereka, Amel menyodorkan kembali Ponsel milik suaminya itu,,,


"Sudah selesai,,,?! tanya Arya basa basi


"Iya mas, mbak Nisa katanya udah ngantuk, kalau gitu kita makan malam dulu yuk"


"Oke, kau turun duluan ya, aku mau ke kamar mandi dulu" ucap Arya yang di anggukki oleh Amel


Amel pun turun lebih dulu menuju dapur dan melihat menu makan malam yang sudah tertata rapi di atas meja, terlihat bi Aya sedang menuangkan air putih kedalam dua buah gelas


"Selamat malam Bi" dapat Amel ramah


"Selamat malam non amel, Ini makan malam nya sudah siap, kalau begitu bibi permisi mau kebelakang dulu ya"


"Iya bi, makasih ya bibi udah nyiapin ini semua" ucap Amel tulus


"Sama-sama Non, ini sudah menjadi kewajiban bibi sebagai ART di rumah ini, ya udah kalau gitu bibi permisi" ucap Bi Aya


Amel hanya menanggapi dengan senyuman ramah nya


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2