
Arya meletakkan mangkok berisi bubur itu ke atas meja, ia meraih tangan Amel dan menggenggam nya dengan erat,. "Amel,, mas yakin ibu akan memaafkan mu, mas akan bertanggung jawab dan menjelaskan semuanya pada ibu dan Abang mu,,, mas janji akan segera menyelesaikan kesalahpahaman ini" ucap Arya yang berusaha menenangkan amel
Amel menatap mata suaminya itu dengan seksama, berusaha mencari kebohongan di sana, namun yang ia temukan hanyalah sebuah ketulusan,,,. "Mas, apakah di hatimu sudah ada cinta untuk ku,,,," tanya Amel yang menatap Arya dengan tatapan sendu
Arya terdiam tiba-tiba,,, ia bingung harus menjawab apa, karna sejujur nya ia pun bimbang dengan perasaan nya sendiri, di sisi satu ia merasa nyaman ketika bersama Amel dan ia juga sangat bahagia ketika mendengar kabar kehamilan Amel, namun di sisi lain ia juga sangat mencintai Istri pertamanya,,,
"Mas,,, aku tau di hatimu hanya ada mbak Nisa, dan aku ikhlas walaupun selama nya Aku tidak akan pernah di cintai oleh mu, Tapi setidaknya aku bisa memberikan mu kebahagiaan dengan melahirkan anak-anak mu,, hanya saja,,, aku tidak siap kehilangan kalian semua,,, aku takut kalian akan meninggalkan ku seperti ibu dan bang Feliks " ucap Amel dengan suara yang bergetar menahan air mata agar tidak kembali tumpah
Arya merasa terenyuh mendengar penuturan dari istri kecil nya itu
"Amel,,, maafkan aku, mungkin saat ini memang belum ada cinta di hatiku untuk mu, tapi jujur,,, saat bersama mu, aku merasa nyaman,,, dan aku akan berusaha untuk bersikap adil pada mu dan juga Nisa,,, aku mengakui mungkin aku sangat lah munafik,,, saat di awal aku berusaha menolak permintaan Nisa untuk menikah dengan mu, tapi sekarang aku merasa tidak rela kehilangan kalian berdua,,,"
di balik pintu,,,
Diam-diam Nisa menitikkan air matanya,,, saat tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara suami dan madunya itu,,,,
Bram dan Jee saling melempar tatapan satu sama lain,,, "Nisa" ucap Bram yang memegang bahu Nisa, bermaksud untuk menguatkan nya
Nisa berbalik menghadap Bram dan Jee,,, "Bram, aku bukan merasa Sedih dengan apa yang ku dengar tadi,,, malah aku merasa lega, setidaknya perlahan tapi pasti, mas Arya sudah mulai membuka hati nya untuk Amel,,, bagai mana pun Amel lah yang telah memberi kebahagiaan untuknya dan melengkapi dirinya,,, aku juga ikut bahagia dengan semua ini"
__ADS_1
Jee benar-benar merasa kesal saat mendengar penuturan Nisa,,, "Bram, kau dengar apa yang dia katakan, semua orang menghawatirkan dia dan rumah tangganya, tapi dia malah membela madu nya itu, huhh, aku benar-benar tak habis pikir dengan mu Nisa,,," Jee berlalu begitu saja meninggalkan Bram dan Nisa yang masih berdiri di depan pintu ruang rawat amel dengan segala kekesalan nya,,,
Nisa hanya bisa diam dan membiarkan nya,,,
"Nisa, kau baik-baik saja" ucap Bram
"aku tak apa Bram,, aku sudah tau sejak awal, ka Jee memang tidak menyetujui mas Arya menikah lagi, dia sangat marah ketika aku memberihatu nya saat itu, dan aku juga tau, dia seperti itu karna dia peduli dengan ku,,"
"Emm,,, Nis, kita sudah lama tidak bertemu,, tidak kah kau menawariku untuk makan sesuatu,,,??? ucap Bram yang berinisiatif untuk mencair kan suasana yang begitu terasa kaku,
"Ahh,,Mm baiklah, kalau begitu kita cari restoran terdekat saja,, biar bisa ngobrol juga,,, sekalian biarkan mas Arya menemani Amel dulu" ucap Nisa
Saat Arya yang memastikan Amel sudah tidur dengan nyenyak, ia pun menarik selimut menutupi tubuh Amel hingga sebatas leher,,,
Arya keluar dari kamar inap Amel dan Meminta Riko untuk menjaga nya untuk sementara, karna ia harus pulang terlebih dahulu,,,
"Riko, di mana Nisa,,,??? tanya Arya saat melihat hanya ada Riko yang masih setia menunggu di depan kamar Amel
"Tuan arya,,, tadi Nyonya Nisa baru saja pergi dengan seorang pria" ucap Riko jujur
__ADS_1
"Seorang pria,,,, siapa,,,????
"Saya kurang tau tuan, tadi saya sempat mendengar Nyonya menyebut namanya, kalau tidak salah, Bram, iya itu namanya" ucap Riko
"( Bram,,,?!! sejak kapan dia ada disini,,, ) gumam Arya,,,,"Emm, kau tau kemana mereka pergi,,,??? tanya Arya lagi
"Saya tidak tau tuan, nyonya Nisa tidak mengatakan apapun pada saya"
"Oh, baiklah,, kalau begitu aku titip Amel dulu ya, aku harus pulang dan membersihkan diri, setelah itu aku akan kembali"
"Baik tuan, saya akan menjaga Nyonya Amel" ucap Riko menunduk hormat
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1