
"Pa,,, jangan nakut-nakutin kita dong,, kalo mama beneran kesurupan gimana,,,??? ucap Alya yang merasa bergidik ngeri
Tuan Adi hanya diam tanpa berucap sambil berlalu meninggalkan kedua putrinya yang masih berdiri menonton tingkah konyol sang mama,,,
"Iihh, papa ngeselin banget sih, sama anak sendiri ngomong nya udah kaya orang asing,,, dingin nya kaya kulkas 10 pintu" ucap Alya dengan wajah cemberut nya yang menahan kesal pada sang papa
"Emang ada ya, kulkas 10 pintu,,,,??? tanya Arsya si adek bantot paling polos, lucu dan menggemaskan namun kadang juga menyebalkan
"Iihhh,,, dasar bantot, itu cuma ibarat doang," kesal Alya
"OOO,,, tapi aku penasaran bagaimana tampilan kulkas 10 pintu, apakah besar nya seperti rumah,,,??? tanya Arsya lagi
Alya hanya bisa menepuk jidat nya dan berusaha bersabar untuk menghadapi sikap adik nya itu. "Huhhh,,,, gini nih, punya saudara kembar dari segi mana pun sama, tapi otak nya kaga sama,,,. "
"Heeh, apa maksud mu yang tidak sama, memangnya kalau kita kembar, otak kita juga kembar ya,,,?!! tanya Arsya yang semakin membuat Alya kesal
"maksud ku,,, otak mu ketinggalan di kolong meja, makanya dari tadi kau ngomong gak nyambung-nyambung" sahut Alya yang benar-benar greget menghadapi kepolosan adik nya itu
"Tapi aku sama sekali tidak main di kolong meja, jadi aku rasa otak ku tidak mungkin tertinggal di sana" sahut Arsya tanpa merasa bersalah
Saking kesal nya Alya yang tak bisa berkata apapun lagi,, ia memilih berlalu meninggalkan adik nya itu dan menghampiri ibu yang masih duduk di ruang tengah sambil sambil menonton drama kesukaan nya ( walau pun sudah tua, tapi seleranya masih Drama,, Hihii )
__ADS_1
"Al (Nama panggilan) kau mau kemana,,, kok aku di tinggal sendiri,,," teriak Arsya
"Pergi ke kamar dan tidurlah duluan, aku akan menyusul sebentar lagi" sahut Alya
,,,,,,,,,
"Mama" ucap alya saat sudah berada dekat dengan mama nya
"Iya sayang,,, sini duduk dekat mama" ucap sang mama sembari tersenyum
"Ma,,, mama tadi kenapa lompat-lompat kegirangan gitu, apa ada sesuatu,,,??? tanya Alya yang tak dapat menahan rasa penasaran nya
Mama nya (Nyonya Rani) pun tersenyum menanggapi pertanyaan sang putri,,,
"Papa tadi ke ruang kerja nya"
"Adik mu,,,???
"Ar (Nama panggilan) juga sudah di kamar" sahut Alya lagi
"Hmm,, kalau begitu mama akan sampai kan besok pagi saja,"
__ADS_1
"Ayolah ma, jangan membuat ku penasaran "
...----------------...
Di kediaman Arya Mahessa,,,
Nisa baru saja kembali setelah menemani Bram makan malam,,, "Bi Aya,, apa mas Arya sudah pulang,,,??? tanya Nisa pada ART di rumah nya
"Iya nya, tadi tuan sempat pulang tapi sebentar saja, sekarang dia sudah pergi lagi, katanya mau jagain Non Amel yang lagi sakit" ucap bi Aya
"Ohh, ya sudah, kalau begitu aku mau ke atas ya bi,, selamat malam" ucap Nisa dengan ramah
"Selamat malam juga nya"
Saat tiba di kamar nya,,, Nisa melempar kan begitu saja tas nya dan berbaring telentang di atas tempat tidur,,, ( Mas Arya,,, aku senang sekarang kau sudah mulai perhatian pada Amel, setidak nya karna sekarang kau tau dia sedang mengandung anak mu,,, walau pun sebenarnya bohong jika aku bilang tidak merasa sakit,,, sebenarnya aku iri pada Amel, kalian baru menikah dan masih belum genap sebulan tapi sekarang Amel sudah hamil, sementara aku,,, Kita sudah menikah bertahun-tahun tapi pada kenyataannya aku tidak bisa hamil,,, dan itu semua di sebabkan karna aku mengidap kanker rahim ini,,, tapi aku tetap tidak akan menyerah dan putus asa,, Karna aku juga sebentar lagi akan menjadi ibu, bukan kah anak mas Arya dan Amel juga adalah anak ku ) gumam Nisa dengan mata yang tertutup sambil membayangkan akan menggendong bayi kecil yang di lahir kan Amel nantinya
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG