
"Sebagai satu-satunya saudara kandung bagi Dinda, dan sebagai kaka nya, tentu nya aku menginginkan yang terbaik untuk adik ku, aku akan mengambil keputusan dan menyetujui tentang Feliks yang akan menikahi nya, tapi sebelum itu, aku juga harus menyampaikan hal ini terlebih dahulu pada orang tua kami, karna restu dan ijin mereka adalah yang terpenting dari segalanya" tegas Julian
"Lian, aku mengerti maksud mu, kami senang dengan semua keputusan ini, karna satu-satunya jalan untuk memecahkan masalah hanyalah menikahkan mereka berdua, walau semuanya berawal dari sebuah kecelakaan dan sekarang kita hanya perlu mengambil pelajaran dari semua yang terjadi, berharap kedepannya takkan ada masalah yang seperti ini lagi" ujar Arya
Semua orang yang ada di ruangan itu mengangguk setuju dengan apa yang di ucap kan oleh Arya, kecuali Bu Warsih yang saat ini masih dalam keadaan murung seperti orang linglung, ( Dalam mode terkejut ) Amel yang saat ini berada di samping ibunya, berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi dan berharap ibunya dapat mengerti....
Bu warsih mendongak menatap wajah sang putri, di pegang nya tangan Amel dan tak terasa buliran bening perlahan mengalir di wajah keriput wanita tua itu... "Bu, jangan menangis, semua akan baik-baik saja" ucap Amel sembari mengusap air mata ibunya
__ADS_1
"Mel, katakan pada ibu kalau ini semua hanya mimpi" ucap Bu warsih seolah menolak untuk percaya
"Tidak Bu, ini bukan mimpi, apa yang kau lihat hari ini dan semua yang terjadi, itu adalah kebenaran"
Bu warsih kembali menitikan air mata setelah mendengar apa yang di katakan oleh putrinya itu,,,. "Ibu aku mohon, apa yang terjadi semua nya sudah terjadi, tidak ada gunanya ibu menangis, Lagi pula bang Feliks juga akan segera menikahi Dinda, ka Juki juga sudah menyetujui nya, ibu jangan seperti ini aku mohon Bu"
Baik Amel maupun Feliks dan semua orang yang ada di ruangan itu juga ikut menangis setelah mendengar penuturan dari Bu Warsih,,,, Amel tak kuasa menahan air mata saat mengingat masa lalu bagai mana ia telah membuat ibu dan abangnya kecewa,,,. "Bu, ibu adalah ibu yang terbaik yang pernah ada, ibu adalah ibu kami, kau adalah pahlawan bagi ku dan bang feliks, kau sudah melakukan yang terbaik untuk anak-anak mu, jangan menyalahkan dirimu sendiri atas semua yang terjadi, ini adalah kesalahan kami, kami yang telah mengecewakanmu, kami tidak bisa menjadi anak yang baik untuk mu, kami berjanji, mulai sekarang aku dan bang feliks akan berusaha untuk melakukan yang terbaik agar bisa membuat mu bahagia dan tidak lagi memberikan rasa kecewa bagi mu"
__ADS_1
Feliks pun juga ikut mendekat pada sang ibu, ia berlutut di hadapan sang ibu dengan air mata yang tak mampu ia tahan lagi..... Tangisan pun pecah begitu saja, semua yang ada di sana telah menjadi saksi atas sebuah drama a
yang terjadi antara ibu dan anak itu,
"Bu, maafkan aku,,, hiks,,,, lagi-lagi aku mengecewakan mu, maafkan aku Bu"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG