
Arya dan Nisa mengikuti dokter dan masuk ke ruang rawat amel, kecuali Jee dan Riko yang tertinggal di luar,,,. tak berapa lama, Bram pun datang bergabung dengan mereka,,,
"Ka Jee, kau disini,,,,?!! dimana Nisa,,,??? tanya Bram yang memang sudah mengenal Jee sejak kecil bersama dengan Nisa
"Bram, Nisa dan Arya sedang di dalam" jawab Jee dengan raut wajah yang terlihat jutek
Bram menyadari kalau jee saat ini sedang terlihat menahan kesal,,, "Ka Jee, ada apa dengan mu, apa kau ada masalah,,,??? selidik Bram
"Tidak ada" jawab si singkat Jee
"Ayolah,,, kau memang dari dulu selalu kalah dariku,, kau tak pernah berhasil setiap kali mencoba membohongi ku,,," ucap Bram dengan nada meremehkan
Jee merasa jengah dengan kata-kata yang diucapkan oleh Bram,,,. "Huhhh,,,, Bram aku hanya kesal dengan Nisa"
"Hah,,, kesal kenapa, memangnya Nisa kenapa, apa kau bertengkar dengan nya,,,??? tanya Bram yang belum mengerti
"Kau tau siapa wanita yang ada didalam,,,?!! tanya Jee dan Bram pun dengan sigap menggeleng kan kepala nya tanda tidak tau
"Dia adalah istri muda Arya"
"Apa,,,?!!! ka Jee kau jangan bercanda " ucap Bram yang tidak percaya
"Aku tidak bercanda, ini memang faktanya, gadis kecil itu adalah istri kedua dari Arya dan aku benar-benar kesal pada Nisa, bisa-bisanya dia sangat perhatian pada Amel yang jelas-jelas wanita itu adalah madu nya"
Bram tertegun dan tak dapat berkata apa-apa lagi,,, ini memang sulit untuk di percaya, Bram benar-benar sangat terkejut mengetahui fakta yang sebenarnya,,, tak lama kemudian Nisa pun keluar dari ruang rawat amel, sementara Arya tetap tinggal di dalam,,,
__ADS_1
"Eh,,, Bram, kau sudah lama disini,,,,??? tanya Nisa saat mendapati Bram yang berdiri di depan pintu ruang rawat
"Ah tidak, aku baru saja sampai,, Nisa, bagai mana keadaan gadis itu,,,??? tanya Bram basa basi
"Dia baik-baik saja,,, sekarang dia sudah siuman " ucap Nisa dengan ekspresi wajah nya yang terlihat lega tanpa beban sedikitpun
"Nisa, kau belum memberi tau ku tentang siapa gadis itu,,, kau terlihat sangat khawatir pada nya, apa dia begitu penting bagi mu atau ,,,,????
"Eemm,,, itu,,, dia,,,, dia adik angkat ku" jawab Nisa gugup
Bram membuang nafas gusar,,, ia tak habis pikir, Nisa masih mencoba menutupi kenyataan yang sebenarnya dari nya tentang siapa Amel sebenarnya,,,. "Nisa, kau mencoba membohongi ku,,???
"Eemm,, tidak Bram, aku mengatakan yang sebenarnya "
"Dia Istri kedua mas Arya,,, aku menganggap nya seperti adik ku sendiri, itu sebabnya aku sangat menghawatirkan dirinya,,, maafkan aku, aku tidak bermaksud merahasiakan ini dari mu, tapi pernikahan mas Arya dengan Amel memang sengaja tidak di publikasikan, ini demi kebaikan bersama" jawab Nisa yang akhirnya terpaksa harus jujur
"Hemm,,, benarkah kau menganggap nya seperti adik mu,,, atau sebaliknya seseorang telah mengancam mu atau memaksa mu untuk melakukan itu,,,??? selidik Bram
"Bram,,, jadi kau meragukan ucapan ku dan kau menganggap aku berbohong dan mencoba melindungi seseorang,,,,?!!
"Benar,,,!!! Nisa kau jangan munafik, tak ada wanita di dunia ini yang rela di madu apalagi sampai menganggap madu itu sebagai adik nya,,," ucap Bram yang berhasil membuat hati Nisa serasa tersentil dengan kata-kata nya
Sementara Jee yang diam-diam mendengar kan percakapan antara Nisa dan Bram, ( Aku rasa jalan ku selanjutnya akan mendapat kemudahan,,, hm,,, ini akan menjadi sebuah tantangan yang lebih menarik,,, Amel, kau tunggu saja, aku akan melakukan segala cara agar kau dan Arya berpisah, tidak hanya itu, aku juga akan membuat semua orang membencimu,,,) gumam jee dalam hati
"Bram,,, aku melakukan ini demi kebaikan suamiku,,, dan asal kau tau, mas Arya menikahi Amel juga atas permintaan ku,,, aku yang sudah memaksanya untuk menikah lagi agar ia bisa memiliki keturunan, karna pada kenyataannya aku tidak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk nya sebagai penerus keluarga Mahessa"
__ADS_1
"Maksud mu,,,?!! kau mandul,,,? tanya bram
"Ya,,, aku mandul, dan selamanya aku tidak akan pernah memiliki anak" jawab Nisa yang masih berusaha untuk tetap tegar
......................
Sementara di dalam ruang rawat amel,,,
"Amel,, kamu makan dulu ya, mas suapi,,!! ucap Arya yang sedang membujuk Amel agar mau makan,,
"Mas,,,, apa kau juga akan membenci ku,,,??? tanya Amel dengan tatapan kosongnya
"Apa yang kamu katakan,,, atas dasar apa aku membencimu,,?! ucap Arya
"Mas,,, apa selamanya ibu tidak akan bisa memaafkan ku,,, jika ia tau aku sedang hamil, mungkinkah ia akan senang juga, karna sebentar lagi dia akan menjadi seorang nenek". ucap Amel lirih dengan cairan bening yang perlahan mengalir di wajah nya
Arya meletakkan mangkok berisi bubur itu ke atas meja, ia meraih tangan Amel dan menggenggam nya dengan erat,. "Amel,, mas yakin ibu akan memaafkan mu, mas akan bertanggung jawab dan menjelaskan semuanya pada ibu dan Abang mu,,, mas janji akan segera menyelesaikan kesalahpahaman ini" ucap Arya yang berusaha menenangkan amel.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1