Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 15


__ADS_3

Jee berlalu meninggalkan kamar Amel setelah melihat apa yang akan di lakukan oleh Amel dikamar nya itu,,,


Ketika sampai di kamarnya, Jee duduk di sebuah kursi yang tepat berhadapan dengan cermin meja rias nya,,


"Hhmm,,, kurasa wajah ku ini jauh lebih cantik dari pada tampang bocah itu, tubuhku juga jauh lebih seksi dan berisi dibandingkan dengan tubuh nya,,, aku hanya heran kenapa Arya sampai mau menikahinya dan Nisa juga sepertinya sangat sayang dengan anak itu, entah apa yang di lakukan nya sampai ia bisa merebut hati Nisa dan Arya" gumam Jee berbicara dengan dirinya sendiri dalam pantulan cermin


Setelah beberapa saat kemudian,,,, Jee kembali keluar kamar dan berniat ingin mengambil air minum di dapur, ia tak sengaja mendengar suara Amel seperti sedang berbicara dengan seseorang, dan suara itu terdengar dari arah ruang tamu, bergegas jee melajukan langkah nya untuk melihat dan memastikan apa yang ia dengar itu,,,


"Mbak Nisa, aku hanya takut jika ibu sampai tau aku menikah dengan mas Arya secara diam-diam,, bisa-bisa ia akan marah besar dan mengusir ku saat pulang nanti"


"Amel,,, kamu tenang dulu, nanti biar mbak dan mas Arya yang akan mencari cara untuk itu, mbak akan Memikirkan bagai mana cara terbaik untuk menyampaikan pada ibu mu nanti" ucap Nisa berusaha menenangkan amel agar tidak kepikiran tentang pernikahan nya dengan Arya yang tidak di ketahui oleh ibu nya,,,


Sebuah seringaian jahat terukir di sebuah wajah di balik dinding pemisah itu,,, ( Wow, ini sangat menarik, ) gumam jee yang mendengar semua percakapan antara Nisa dan Amel


Jee pun keluar dari persembunyiannya dan berjalan ke arah dapur untuk melanjutkan tujuan awal nya, ia berjalan melalui Amel dan Nisa yang berada di ruang tamu dengan bersikap seperti biasa...


"Eh, ka jee mau kemana,,,?!! tanya Nisa saat melihat Jee


"Eh, Nisa,, Kaka mau ambil minum di dapur" sahut Jee sambil tersenyum


"Ohh, baik lah ," sahut Nisa


Jee berlalu melanjutkan langkahnya, sementara Amel hanya diam di tempat nya dengan tatapan mata yang kosong, entah apa yang di pikirkan nya sehingga ia sama sekali tak terusik ketika Nisa dan Jee bersuara,,, Nisa pun menyadari itu, ia dapat menebak apa yang ada di pikiran Amel saat ini,,, Nisa sangat paham dengan apa yang di rasakan oleh Amel,

__ADS_1


"Amel, malam sudah semakin Larut, sebaiknya kau tidurlah dulu, besok kita akan bicarakan ini dengan mas Arya, kau tak perlu khawatir, mbak yakin ibu mu akan menerima semua ini" ucap Nisa dengan suara yang lembut


"Iya mbak, kalau begitu Amel mau kekamar dulu,,, selamat nalam mbak Nisa" ucap Amel lirih namun masih bisa di dengar oleh Nisa


Amel berjalan meninggalkan Nisa yang masih tetap pada posisi duduk nya, dengan langkah gontai ia berjalan menuju anak tangga yang akan mengantar nya menuju tempat istirahat ( kamar ) yang merupakan satu-satunya tempat ternyaman untuk mengantarkan setiap insan menuju alam mimpi,


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua Hari kemudian,....


Tok, tok, tok,,,,. ( Suara ketukan pintu terdengar di kediaman ibu warsih )


"Tunggu sebentar" teriak Bu Warsih dari dalam rumah,, dengan tergopoh-gopoh ia berjalan menuju pintu untuk membuka dan melihat siapa yang datang,,,


"Maaf,,, anda siapa tuan, dan ada keperluan apa anda kesini,,,,?!! tanya Bu Warsih saat pintu terbuka dan melihat siapa yang datang


"Benar, saya sendiri"


"Saya hanya ingin menyerahkan ini pada anda, dan mohon di tanda tangani surat tanda terima nya" ucap pria itu sembari menyodorkan sebuah amplop besar berwarna coklat dan selembar kertas beserta bolpoin nya


Tanpa protes Bu Warsih langsung menandatangi selembar kertas itu sesuai dengan permintaan si pria tadi, setelah menandatangani nya, Bu Warsih pun kembali bertanya


"Maaf tuan, kalau boleh tau ini apa isi nya ya, dan dari siapa,,,???

__ADS_1


"Mohon maaf Bu, saya juga kurang tau, disini saya hanya melakukan tugas saya sebagai kurir, jadi sebaiknya ibu lihat sendiri di dalam nya, siapa tau ada keterangan tentang pengirim nya di sana"


"Baiklah, kalau begitu terima kasih tuan" ucap Bu Warsih,


setelah beberapa saat kurir itu pun sudah pergi, Bu Warsih begitu penasaran dengan apa yang ada di dalam amplop itu, dan setelah iya membuka dan melihat isi nya,,, alangkah syok nya ia ketika melihat ada beberapa lembar foto pernikahan yang di dalam nya terdapat sebuah wajah yang sudah tidak asing bagi nya,,,


"Tidak,,, tidak mungkin,,, Amel gak mungkin menikah, anak ku Amel masih kecil, dia sekarang sedang menuntut ilmu untuk menggapai cita-cita nya, ini gak benar,,," gumam Bu Warsih yang tak percaya dengan apa yang ia lihat, setelah membolak-balik kan semua foto itu secara bergantian, tiba-tiba terjatuh dari sela-sela anta foto itu, sebuah kertas putih yang di dalam nya terdapat banyak tulisan....


Bu Warsih meraih kertas itu dan perlahan membuka lipatan nya,,,


( Seorang gadis miskin dari desa yang sampai saat ini masih di anggap anak kecil oleh ibu nya,,, Hemm, sungguh miris sekali, Rupanya sekarang gadis itu sudah tumbuh dewasa tanpa sepengetahuan ibunya,,, Dan saking dewasanya ia sampai berani menjual diri dengan menjadi simpanan pria beristri hanya karna demi uang,,,. Upss,,,, maaf sebelum nya jika aku telah lancang, aku hanya ingin memberi tahumu, kalau putri kecil mu itu ternyata sudah menjadi pelakor, aku bukan nya ingin membuat gara-gara, hanya saja, putri kecil mu itu,,, siapa nama nya,,,?!! Amelia Zahira,,, iya Amel, namanya Amel, dia sudah berani merebut apa yang seharusnya menjadi milik ku, yaitu seorang pria yang bernama Arya Mahessa yang sudah menikahi nya sejak beberapa Minggu lalu,,, Sebenarnya aku bermaksud baik untuk memberi tahukan pada mu tentang kebohongan Putri mu yang ternyata sudah menikah dengan pria beristri, sayang sekali, aku hanya berharap setelah membaca surat ini, kau akan baik-baik saja dan tak sampai masuk rumah sakit atau jantung mu tiba-tiba berhenti berdetak )


Setelah membaca isi dari surat itu, cairan bening kristal telah mengalir begitu saja tanpa permisi dan membasahi pipi Bu Warsih sehingga beberapa saat kemudian mengakibatkan ia kehilangan keseimbangan nya dan perlahan pandangan nya mulai menggelap,,,


Hingga suatu yang kebetulan Feliks pun baru sampai di rumah nya setelah puas bekerja seharian di ladang nya,,,


"Assalamualaikum, Bu,,, Feliks pulang,,," teriak Feliks dari luar namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam rumah itu,


"Ibu kemana sih, masa sore-sore gini gak ada di rumah" gumam Feliks.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2