
"BRUKKK ......( Suara pecahan pot bunga plastik yang ada di samping pintu kamar Nisa dan Arya )
Seketika Nisa dan Arya mengehentikan pembicaraan mereka dan berjalan kearah pintu untuk memeriksa keadaan....
Dan ....!!!!
"Sayang,, siapa,,,??? tanya Arya pada Nisa yang membukakan pintu
"Tidak ada siapa-siapa,,, hanya pot bunga yang jatuh" ucap Nisa dan kembali menutup pintu kamar nya,,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Flashback on
Di rumah Sakit xxx,, setelah beberapa saat di tinggalkan arya
"Amel,,, sepertinya mama papa dan adik² mu tidak bisa berlama-lama di sini, apa kamu tak masalah jika kami tinggal kan sendirian,,,?? tanya Nyonya Rani
"Gak papa ma, aku baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir "
"Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu,,, jika kamu perlu apa-apa sebaiknya panggil suster untuk membantu mu" ucap Nyonya Rani dengan suara yang lembut
"Iya ma, pasti,,," ucap Amel dengan yakin
__ADS_1
beberapa saat kemudian setelah kepergian mertua dan adik ipar nya,,, tinggallah Amel sendirian,,,
( Apa yang harus aku lakukan,,, aku bosan kalau terus seperti ini, apa sebaiknya aku pulang saja ya,,, lagi pula aku khawatir sama mas Arya dan mbak Nisa, Aku tidak bisa diam saja, aku takut jika terjadi sesuatu dengan mereka )
Akhirnya dengan segala pertimbangan yang matang, Amel memilih meninggalkan Rumah sakit dengan cara diam-diam,,, bukan tanpa alasan Amel melakukan itu, sebelum nya ia sudah meminta izin kepada Dokter agar bisa pulang namun dokter tidak mengizinkan nya karna kondisi Amel yang belum pulih total,,,
sesampainya di rumah, Amel melihat mobil Arya dan Nisa sudah terparkir dengan rapi di teras, ia pun segera masuk,,, saat Amel berjalan kearah kamarnya yang melewati kamar Nisa dan tanpa sengaja ia mendengar percakapan antara Nisa dan Arya, sebenarnya amel tidak bermaksud untuk menguping, hanya saja pendengaran Amel masih cukup stabil sehingga ia tidak mampu untuk menolak kenyataan untuk berusaha membuat pendengarannya menuli...
Flashback off
Dengan perasaan yang hancur dan air mata yang tak mampu di tahan lagi, Amel berlari masuk ke kamar nya yang terletak di samping kiri kamar Nisa,
( Hiks,,,hiks,,,. Mengapa rasanya sesakit ini, mengapa tiba-tiba dada ini terasa sesak,, bukankah sejak awal aku sudah tau kalau mas Arya menikahi ku hanya demi mendapatkan anak, tapi kenapa aku merasa sakit saat mendengar pernyataan itu,,, Mas Arya tidak menginginkan ku, begitu juga dengan ibu dan bang Feliks yang tidak menganggap ku lagi, sepertinya semua orang memang tidak pernah mengharapkan kehadiran ku,, aku tidak bisa terus seperti ini, jika aku tetap disini, maka aku hanya akan menjadi duri di kehidupan mas Arya dan mbak Nisa, aku gak mau mbak Nisa merasakan sakit hati karna kehadiran ku, meskipun aku tau dia sangat baik pada ku, jika aku bertahan semakin jauh, maka cepat atau lambat dan secara tidak langsung posisi mbak Nisa sebagai menantu keluarga Mahessa akan semakin terancam, aku tidak mau di anggap sebagai wanita tidak tau diri dan tidak tau terimakasih,, mbak Nisa sudah banyak berkorban untuk ku, aku tidak mau membalas kan kebaikan nya dengan membuat nya mengeluarkan air mata, )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tut,,, Tut,,, Tut,,, ( suara dering ponsel )
"Halo"
"Halo, apa benar ini dengan tuan Arya,,,?? tanya seorang wanita di sebrang telpon
"Ia benar, saya sendiri,,,? tanya Arya Balik
__ADS_1
"Eemm,,, Tuan maaf kan atas kelalaian kami sebelum nya,,, Nyonya Amel menghilang"
"Apa,,,?!!, bagai mana bisa,, baik lah saya akan segera kesana" ucap Arya yang panik
Nisa bergegas menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi....
"Mas, ada apa,,,???
"Orang rumah sakit menelpon ku, Amel tidak ada di sana "
"Apa,,,?!! kemana Amel, bagai mana bisa,,,,???
"Aku juga tidak tau,, aku harus segera kesana untuk memastikan nya"
"Kalau begitu aku ikut"
"Umm"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG