
"Apakah Amel mengetahui tentang perasaan Kaka yang sebenarnya terhadap dirinya...??? tanya Lily yang langsung pada inti nya, Julian terdiam dan tak mengatakan apapun,,,, namun sesaat kemudian....
"Apa kamu akan marah jika aku mengatakan yang sebenarnya tentang perasaan ku...??? ucap Julian yang malah balik bertanya
"Tidak sama sekali ka, meskipun kita akan segera menikah, tapi Kaka tau sendiri bahwa sampai saat ini belum ada benih-benih cinta di antara kita,,, jika Kaka ingin menceritakan sedikit tentang isi hati Kaka, anggap saja aku sebagai teman mu, dan Kaka bisa curhat kapan saja, aku siap untuk menjadi pendengar yang baik" ucap Lily tulus,,, ( Ya Tuhan, ada apa dengan diriku, aku telah mengatakan yang sebenarnya tapi kenapa di hati ini rasa tidak terima dengan apa yang aku katakan barusan ) lanjut Lily yang bergumam dalam hatinya
( akan kah Lily sudah mulai jatuh cinta pada Julian....??? ) Entah lah,,, tak ada yang tau apa yang sebenarnya ada di dalam hati wanita muda itu.
Julian menghentikan mobil nya sejenak dan menatap dalam wajah Lily, berusaha mencari keraguan dalam ekspresi tatapan mata yang lugu itu... namun beberapa saat kemudian Julian pun tidak dapat menemukan apa-apa kecuali ketulusan yang di katakan oleh Lily.... Julian menghembuskan nafas secara perlahan sebelum ia berbicara,,,,. Lily menatap julian dengan seksama, menunggu jawaban atas pertanyaan yang ia lontarkan pada calon suaminya itu,
__ADS_1
"Huhhh,,, sebenarnya aku tidak yakin apakah Amel tau bahwa aku mencintai nya, tapi aku rasa saat ini, semua itu tidak penting lagi bagi ku, karna sekarang Amel sudah kembali dengan suami nya,,, lagi pula kita juga akan segera menikah, jadi mulai sekarang aku mohon pada mu untuk tidak mengungkit masalah ini lagi, aku ingin kita berdua memulai semuanya dari awal dan melupakan masa lalu yang kelam bagi kita masing-masing,,, lagi pula mulai sekarang aku ingin belajar membuka hati ku untuk mu, aku harap kamu tidak akan keberatan dengan keputusan ku ini,,,,. ( Julian memiringkan tubuh nya menghadap pada Lily dan menggenggam erat kedua tangan nya,, lily sempat terpaku ketika menyadari bahwa mereka kini dalam posisi yang cukup dekat dan wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti dari masing-masing ),, Lily, aku harap mulai sekarang kita bisa sama-sama belajar membuka hati untuk satu sama lain,,, apakah kamu bersedia...??? tanya Julian dengan tatapan penuh harap
Lily yang sempat tertegun saat mendengar pernyataan Julian, tanpa aba-aba ia pun langsung mengangguk menyetujui nya,,, Julian tersenyum lega saat mendapatkan persetujuan dari Lily, " Lily, aku sadar, mungkin kamu merasa heran dengan sikap ku yang akhir-akhir ini berubah dingin pada mu, tapi percayalah bahwa sebenarnya saat itu aku sedang memikirkan dan mempertimbangkan tentang keputusan hidup yang aku jalani, tapi mulai sekaran aku sudah meyakinkan hati dan pikiran ku, untuk belajar mencintai satu wanita, yaitu kamu, aku juga memiliki prinsif bahwa aku hanya akan menikah sekali seumur hidup"
Lily terharu mendengar penuturan julian "Ka, terimakasih karna telah menerima ku, aku berjanji, mulai sekarang aku juga akan belajar mencintai mu, aku juga memiliki cita-cita ingin menikah sekali seumur hidup dengan mu,,, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mu " ucap Lily dengan mata yang mulai berkaca-kaca,
"Aku juga akan belajar untuk menjadi suami yang baik bagi mu dan ayah yang baik untuk calon anak-anak kita nanti" ucap Julian yang membuat pipi lily bersemu merah saat mendengar Julian mengucap kata 'Calon anak-anak' bamun sesaat kemudian Lily tiba-tiba berubah murung
"Maaf untuk apa...??? tanya Julian
__ADS_1
"Maaf karna aku yang membuat mu harus menghadapi masalah ini, maaf karna aku yang menyebabkan kamu harus berada di situasi ini, maaf karna aku yang membuat mu harus menikahi ku" ( tiba-tiba kata-kata Lily terhenti saat Julian yang langsung membungkam mulut lily dengan bibir nya ) Untuk sesaat Lily masih merasa kaku karna serangan tiba-tiba yang di lontarkan oleh Julian, namun beberapa saat kemudian keduanya pun mulai sama-sama saling terhanyut dalam c*uman mereka, namun tak berselang lama Julian pun mendorong kecil tubuh Lily hingga menjauh beberapa senti saat merasakan hawa panas mulai menjalar, Julian takut ia akan kebablasan lagi, mengingat saat ini mereka masih berada di dalam mobil dan posisinya masih di pinggir jalan, Julian pun mengakhiri ciuman mereka,,,
"Lily,,, bukan kah aku sudah mengatakan padamu untuk tidak mengungkit masa lalu lagi,,, mulai hari ini, saat ini dan detik ini juga, kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih dan tidak akan ada yang bisa membantah nya termasuk kamu, jadi aku harap jangan pernah ungkit masa lalu lagi,,, kamu mengerti...?! ucap Julian tegas
Lily pun mengangguk tanpa berani membantah,.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG