
Flashback on
"Dokter, saya mohon sekali ini saja, saya ingin mendampingi istri saya, dan hanya dokter yang bisa membantu saya untuk ini" ucap Arya dengan mengiba pada dokter wanita yang akan menangani proses lahiran Amel
"Baiklah tuan, tapi sebelum nya saya mohon maaf, bukan saya ingin ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian, namun anda harus bisa menjaga sikap agar pasien tidak merasa terganggu, bagai mana pun berdasarkan permasalahan rumah tangga kalian yang begitu rumit, saya tidak bisa menjamin jika seandainya pasien akan merasa terganggu atau takut pada anda"
"Baik dokter, saya mengerti maksud anda, saya akan berusaha untuk bersikap profesional " ucap Arya dengan yakin
...----------------...
Di dalam Ruangan Bersalin,, ( RS KS BUNDA )
Dengan penuh keyakinan Arya melangkah memasuki ruang bersalin itu bersama dengan sang dokter yang akan menangani proses kelahiran bayi Amel,,, Dengan berpakaian layaknya seorang perawat yang bertugas mendampingi sang dokter di lengkapi dengan masker yang menutupi bagian wajah nya, tentunya dengan tujuan agar Amel tidak mengenalinya,, saat Arya masuk, perasaan rindu, takut, dan iba bercampur aduk menjadi satu saat ia melihat sang istri yang terbaring di atas ranjang pasien dengan bercucuran keringat dan air mata yang membasahi seluruh dahi dan bagian wajah nya,,,, tangan yang mencengkram dengan kuat selimut tipis yang menutupi bagian tubuh nya,,
__ADS_1
Arya bereaksi melihat itu dan sesaat tubuh nya seolah mendorong nya ingin menghampiri dan memeluk sang istri, namun sang dokter yang berdiri di samping arya kembali mengingatkan nya agar ia tidak terbawa suasana,,,,. sebisa mungkin Arya menormalkan sikap nya agar Amel tidak curiga....
Selama proses persalinan berlangsung, dokter mengijinkan Arya untuk berada di samping Amel dan memberikan semangat bagi nya untuk bisa lebih kuat,,, Entah apa yang di rasakan Amel saat itu, yang jelas ia merasakan jauh lebih tenang dan lebih bertenaga saat tangan seorang pria yang ia pikir perawat pendamping dokter itu memegangi tangan nya dan menyemangati nya untuk bisa lebih kuat,...
Setelah beberapa saat, seorang bayi laki-laki telah lahir dengan selamat dan sehat, Suara tangisan pun menggema di seluruh ruangan, seketika secara bersamaan, baik Amel maupun Arya tanpa sadar sama-sama menitikkan air mata haru...
"Nyonya,,, bayi anda laki-laki, dia sangat tampan, tapi di mana ayah nya, bayi ini harus di adzan kan terlebih dahulu" ucap salah satu perawat yang menggendong bayi Amel
Seketika wajah Amel yang semula berbinar itu berubah menjadi sendu,,, bagai mana tidak..!!!, di saat yang bersamaan Amel merasakan bahagia sekaligus luka, karna di saat ia mendapati kebahagiaan dengan lahirnya sang buah hati, namun tak ada satupun yang menemani nya atau pun menyemangati nya,,,,
Melihat itu, Arya memberanikan diri untuk meminta ijin pada Amel agar bisa mengadzani Bayi nya ...
"Eemm,,, Nyonya, jika anda tidak keberatan, saya bisa mengadzani Bayi anda" ucap Arya tanpa ragu
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Amel langsung mengiyakan nya, karna menurut Amel itu jauh lebih baik dari pada tidak sama sekali,,,
dengan perasaan bahagia dan haru yang bercampur aduk menjadi satu, Arya mengambil alih sang putra tercinta secara perlahan dari tangan perawat yang menggendong nya,,,
suara lantunan adzan yang sangat merdu, menggema di seluruh ruangan, tanpa sadar butiran cairan bening kembali mengalir untuk yang kesekian kali nya di wajah Arya, setelah menyelesaikan kalimat adzan terakhir nya, Arya buru-buru mengembalikan bayi itu kepada perawat di sana, dan segera berlari meninggalkan ruangan itu tanpa menghiraukan tatapan orang-orang yang memperhatikan sikap nya yang tiba-tiba berubah....
Bukan tanpa alasan,,,, Arya takut ia tidak mampu mengontrol diri nya saat berada di sana lebih lama lagi,,, Arya takut tidak bisa menahan diri saat melihat Amel dan bayi mereka, itu sebab nya ia memilih pergi dari ruangan itu tanpa berkata sepatah pun
Flashback off
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG