Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 7 ( Area 21++, 18- skip )


__ADS_3

Untuk sesaat Amel dapat bernafas dengan lega saat mendapati Arya meninggalkan nya kekamar mandi untuk membersihkan diri,,, kesempatan itu Amel gunakan sebaik-baiknya dan berusaha untuk melepas gaun pengantin yang ia kenakan sejak tadi, namun hal tak terduga pun terjadi, Amel berusaha untuk melepas resleting di punggung gaun itu namun karna tangan kecil nya tak mampu untuk menjangkau bagian itu, ia terus berusaha agar bisa melepasnya, hingga sesaat kemudian sepasang tangan kekar pun meraihnya dan membantu untuk melepas gaun pengantin itu dari tubuhnya,,,


Ketika gaun itu berhasil terlepas dari tubuh kecil Amel dan memperlihatkan dengan jelas bagian tubuh mulus Amel yang hanya menyisakan pakaian dalam nya, seorang wanita dengan perawakan tubuh mungil yang seksi dan memperlihatkan bagian lekuk tubuh yang begitu terlihat dengan jelas dan menonjol ,,, Arya sempat tertegun di tempat nya ketika melihat sebuah pemandangan indah di hadapannya yang terpampang secara langsung, dengan susah payah ia berusaha menelan Saliva nya,,, seketika Jiwa laki-laki seorang Arya terbangun dari tidurnya dengan sendirinya, ada sesuatu yang begitu bergejolak dan meronta ingin segera di tuntaskan,,,


Amel dapat melihat dengan jelas dari tatapan mata Arya yang seperti nya sudah di penuhi oleh kabut gairah,,, rasa takut sekaligus tegang menyelimuti keduanya, namun sesaat kemudian amel pun tersadar dan Seketika ingin berlari kearah kamar mandi, akan tetapi tangan kekar Arya Mampun menghentikan nya dan membawa kedalam pelukan nya,,,


"Kau sudah membangun kan singa yang tertidur, dan sekarang kau harus bertanggung jawab untuk itu,,," ucap Arya yang sudah di penuhi kabut gairah


Ucapan Arya seketika berhasil membuat Amel merinding "Ta, tapi mas,, A aku,,,"


Sebelum Amel menyelesaikan ucapannya nya, Arya lebih dulu melempar halus tubuh kecil Amel ke atas ranjang pengantin mereka dan menc*m*u nya dengan penuh nafsu,,,


Amel tak dapat berbuat apa-apa, meski sekuat tenaga ia berusaha memberontak namun tetap saja ia kalah tenaga dari suami nya itu,, Arya sudah di kuasai oleh Gairah nafsu nya yang semakin memuncak, ia tak dapat lagi mengontrol diri nya agar tidak menyentuh istri kecil nya itu,,, berbagai serangan yang ia lakukan terhadap Amel sehingga Amel hanya bisa pasrah menerima semua kenyataan yang ada, walaupun dalam hati ingin rasanya ia menjerit ketika merasakan sebuah benda tumpul telah merobek satu-satunya mahkota yang ia jaga selama ini,,,


Namun sesaat Amel kembali tersadar akan sebuah kenyataan bahwa saat ini ia sudah berstatus sebagai istri dari pria yang saat ini sedang menjamah nya, dan tentu melayani suaminya itu sudah menjadi kewajiban nya mulai sekarang,,,


setelah beberapa saat Amel pun mulai merespon apa yang di lakukan Arya terhadap nya dan tak terasa mereka melewati malam itu dengan di hujani keringat dan suara ******* yang menggema di seisi kamar,,,


Setelah tiga jam penuh Arya telah menuntaskan hasrat nya terhadap istri kecil nya itu, dan kini ia pun terbaring di samping Amel dengan mengatur nafas yang sempat tersengal akibat kelelahan ,,,

__ADS_1


Saat Arya berbalik menghadap Amel dan ia pun dapat melihat secara langsung ketika di mata yang terpejam itu terdapat air mata yang mengalir, seketika Arya tersadar bahwa tanpa sengaja ia telah melukai perasaan Amel dengan secara tidak langsung ia telah memaksa Amel untuk melayani nya di saat waktu yang tidak tepat dengan kata lain, ( masih terlalu cepat bagi Amel ) namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur, Arya hanya bisa meminta maaf untuk sebuah kesalahan yang ia lakukan beberapa saat yang lalu


"Amel,,, maaf kan aku, aku tak bermaksud untuk,,,,


Sebelum Arya melanjutkan kata-katanya, Amel membuka mata perlahan dan... "Mas, ini bukan lah sebuah kesalahan, sekarang aku adalah istri mu, Kau berhak untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi milik mu, hanya saja,,,,


Amel meragu untuk melanjutkan kata-katanya,,,,


"Hanya saja apa Mel,, katakan lah, jangan membuat ku merasa bersalah untuk ini" ucap Arya


"Mas,,, aku sadar jika aku tak bisa memaksakan kehendak ku agar diri mu bisa belajar mencintai ku, tapi aku berjanji pada mu, mulai sekarang aku akan menyerahkan sepenuhnya jiwa raga ku pada mu dan mulai belajar untuk mencintai mu, meskipun nantinya aku tau bahwa mustahil cinta ku akan terbalaskan,,, karna aku sangat tau bahwa cinta mu hanya untuk mbak Nisa seorang"


Arua terdiam memikirkan apa yang di ucapkan oleh Amel,,, Bagai mana pun ia bukan lah seorang pria munafik yang tak mengakui sebuah kenyataan, yang dikatakan Amel memang sepenuh nya benar, bahwa cinta Arya sepenuh nya hanya milik Nisa, mungkin saat ini raga nya memang bersama Amel namun hati nya tetap lah bersama Nisa dan selalu begitu,,, entahlah, yang jelas tidak akan ada yang tau,, kemungkinan cepat atau lambat dan entah kapan itu, akan kah Arya bisa membagi cinta nya secara adil pada kedua istri nya atau nanti Arya akan bucin pada Amel atau malah sebalik nya Arya takkan pernah bisa mencintai istri kecil nya itu,,,


Keesokan paginya, Amel bangun lebih pagi dari biasanya,,, sementara itu ia membiarkan sang suami yang masih lelap dalam tidur nya,,,


setelah membersihkan diri dan berpakaian dengan lengkap, Amel keluar kamar dan menuruni tangga untuk menuju dapur dan menyiapkan sarapan seperti biasa untuk semua penghuni rumah terutama mas Arya yang kini sudah berstatus sebagai suami nya dan juga Mbak Nisa yang kini juga berstatus sebagai madu nya,,,


Setelah beberapa saat Amel berkutat dengan peralatan dapur dan bumbu-bumbu, hingga akhirnya semua makanan sudah tersaji dan tertata rapi di atas meja makan,,,

__ADS_1


"Bi Aya,,, tolong bantu Amel ambilkan sendok nya ya bi, sekarang Amel mau panggilin mas Arya dan mbak Nisa dulu" ucap Amel pada salah satu pelayan


"Tapi Non,,, Nyonya Nisa sudah berangkat dari tadi" ucap bi Aya yang membuat Amel Seketika menghentikan kaki nya yang hendak melangkah


"Berangkat kemana bi,,,??? tanya Amel yang belum mengetahui tentang kepergian Nisa


"Saya kurang tau Non, tapi tadi Nyonya Nisa menitipkan ini pada saya untuk di kasihkan ke Non Amel " ucap bi Aya sembari menyodorkan sebuah amplop berwarna putih pada Amel,,,


Amell menerima amplop itu dari tangan bi Aya


"Apa ini bi,,,?! tanya Amel


"Saya juga kurang tau Non, tadi saat Nyonya Nisa akan berangkat, dia sempat bilang sama saya, untuk beberapa Minggu kedepan Non Amel yang akan menggantikan nya menyiapkan keperluan tuan Arya"


Saat Amel dan Bi aya sedang sibuk dengan perbincangan mereka,,, tiba-tiba Arya sudah berada di ruang makan dan sudah mengenakan pakaian lengkap,,,,


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2