Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 88


__ADS_3

Dengan cekatan dan lihai tangan Amel mengolah Bahan-bahan menjadi donat kentang kesukaan suami dan putranya, setelah menyelesaikan pembuatan donat, Amel berfikir sekalian memasak untuk makan siang nanti,


POV Amel


Entah kenapa hari ini aku begitu bersemangat membuat beberapa hidangan untuk makan siang, rasanya sudah lama sekali aku tidak memegang peralatan dapur, jika mas Arya tau aku memasak maka dia akan melarang ku, karna biasanya semenjak aku dan Rey kembali ke rumah ini, dia tidak membiarkan aku melakukan apapun karna menurutnya untuk apa menggaji beberapa pelayan kalau sang tuan rumah malah repot-repot memasak sendiri,,, tapi bukan aku namanya kalo tetap diam dan menuruti perintah nya, Hihii,,, karna sejujur nya aku tidak bisa hidup tanpa peralatan dapur ku, walau kadang sering kepergok oleh mas Arya, tapi aku tetap acuh dan melakukan apapun yang ku suka, karna menurut ku selagi itu tidak merugikan maka aku akan melakukan nya,,,,


Sebenarnya aku memasak hari ini karna nanti ingin memberikan kejutan untuk seluruh keluarga besar terutama mas Arya, aku sengaja mengatakan pada bi Aya kalau Lily dan Dinda akan berkunjung ke rumah hari ini padahal sebenarnya aku sudah mengundang seluruh keluarga besar untuk datang hari ini, aku beralasan pada mereka kalau aku dan mas arya ingin mengadakan syukuran, padahal mas Arya sendiri tidak tau apapun tentang semua rencana ku 🤭, tak ada satupun yang mengetahui apa yang akan aku sampaikan nanti, yang pastinya aku jamin mas Arya adalah orang pertama yang paling bahagia,,,,


POV author


Amel memasak dengan penuh semangat dan percaya diri,,,. Entah apa yang dia pikirkan dan apa yang dia rencanakan, ( hanya author dan Tuhan yang tau 😁 ) yang jelas saat ini ia benar-benar merasa bahagia,


Beberapa saat kemudian,,,,


"Biiii,,, bibiii bi sumii...." teriak Amel yang memanggil pelayan


"Iya nya, ada apa...??? huh, huh," tanya Bi Sumi yang baru saja tiba dengan nafas yang ngos-ngosan akibat berlari saat mendengar majikan nya berteriak


"Bi Sumi, tolong bibi bukakan pintu lebih dulu, sebentar lagi ibuku dan yang lain akan datang, tadi Kaka ipar ku sudah mengirimkan pesan kalau mereka sudah hampir sampai "

__ADS_1


"Baik nyonya,,, saya kira tadi ada apa Nyonya pake acara teriak-teriak, kan bibi jadi kaget takutnya ada apa apa" ucap bi Sumi dengan wajah yang cemberut


"Hehee,,, maaf bi, habis masakan ku gak bisa di tinggal jadinya ya terpaksa aku teriak panggil bibi" ucap Amel sambil menyengir


"Emang nyonya masak apa sih, kok banyak amat....???


"Eemmm,,,, masak makanan Dong bi"


"Iya tau, masak makanan, tapi makanan apa.. gitu maksud bibi atuh nya .???


"Oh,,, hehe,,, biasa bi, ada makanan kesukaan seluruh keluarga, jadi gak bisa di sebutin satu-satu"


Setelah bi Sumi keluar, Amel pun melanjutkan pekerjaan memasak nya,,,, sementara di kantor 'Heir group'


Arya yang sedang fokus menatap layar laptop yang ada di hadapan nya di temani oleh Riko sang asisten yang selalu setia menemani kemanapun ia pergi,,,


"Riko, jam berapa sekarang....??? ucap Arya yang bertanya tanpa mengalihkan pandangan nya....


Riko yang di tanyai pun spontan melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya. "Sudah 10:20 tuan"

__ADS_1


"Riko, bantu aku menyelesaikan semua berkas ini, aku akan menjemput putra ku terlebih dahulu, sekalian aku akan makan siang di rumah"


"Baik tuan, akan saya kerjakan sesuai perintah anda"


"Terima kasih Rik, aku pergi dulu"


Arya segera berlalu meninggalkan Riko seorang diri di ruangan nya, sesuai perintah dari sang atasan, tanpa menunggu lama Riko pun segera melakukan tugas yang di berikan oleh atasan nya itu,


Saat di jalan menuju sekolah Reyhan, "Ya Tuhan kenapa aku melupakan nya, aku berharap semoga putraku tidak menunggu lama"


sepanjang perjalanan Arya tak berhenti bergumam saat menyadari dirinya telah melupakan waktu sehingga terlambat untuk menjemput putranya yang pulang sekolah


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2