
Tok tok tok.... ( bu warsih sengaja mengetuk pintu yang setengah terbuka ) " Fel,,, boleh ibu masuk....???
"Masuk saja bu” ( Sahut Feliks tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop yang ada di hadapan nya )
Bu warsih berjalan menghampiri Feliks dan melihat apa yang dia kerjakan,,, Feliks terlihat sangat serius mengerjakan pekerjaan nya, "Fel, ibu ingin bicara...?!
"Katakan saja Bu, aku akan mendengarkan" sahut nya datar
"Fel, apa kau masih menganggap ibu sebagai ibu mu....?! ( Ucap Bu warsih dengan nada kesal )
Feliks segera menutup layar laptop nya saat mendengar sang ibu sudah mengucapkan kata-kata yang mampu menyinggung dirinya,,,. "Bu, apakah yang ingin ibu bicarakan itu sangat penting....?!"
"Iya, ini menyangkut kehidupan rumah tanggamu dan masa depan putra mu" ( ucap Bu warsih dengan nada bicara yang datar )
"Bu, aku sedang tidak ingin membahas masalah ini " ( Feliks yang hendak beranjak dari duduknya, berniat ingin meninggalkan sang ibu )
"Feliks,,, sampai kapan kamu akan terus seperti ini nak,...? apa kamu sadar bahwa sikap mu ini telah menyakiti perasaan istri mu,,, sekarang ibu hanya ingin mengingatkan mu, bukan kah kejadian tiga tahun lalu itu terjadi karena ulahmu, kau yang memiliki masalah dan Dinda yang harus menjadi korban atas apa yang kamu perbuat,.. lalu kenapa sekarang kau malah lari dari kenyataan dan membiarkan Dinda yang menanggung sendirian atas semua kesalahan yang kau lakukan,,,, ( Bu warsih menJeda sejenak ucapannya dan mengambil nafas terlebih dahulu ).... Feliks , ibu akui, ibu telah gagal menjadi ibu yang baik untuk mu dan adikmu, tapi ibu tidak pernah mengajarimu untuk egois dan menyakiti wanita,, kau tau saat kau menyakiti Dinda, secara tidak langsung kau juga telah menyakiti ibumu sendiri"
"Cukup Bu....!!! ( ujar Feliks dengan nada bicara yang seperti membentak sehingga tanpa sadar Dinda dapat mendengarnya dari luar pintu )
__ADS_1
"Bang Feliks, ibu....? ( gumam Dinda, namun ia memilih untuk tetap tenang dan mencoba mendengarkan pembicaraan antara ibu dan anak itu )
"Bu maaf,, aku tidak bermaksud membentak mu...( ucap Feliks yang melemah dan menunduk merasa bersalah ) Sebenarnya aku tidak bermaksud mengacuhkan atau menyakiti Dinda, aku hanya berpikir, mungkin dengan aku mengacuhkan dia, dia akan merasa bosan dan membenciku kemudian meninggalkan ku, aku tidak mau menjadi lelaki yang egois dan hanya mementingkan perasaan ku sendiri, aku tau Dinda mencintai lelaki lain dan aku juga tau saat aku memutuskan untuk menikahinya, saat itu dia menangis dan memohon pada Lian untuk membatalkan pernikahan kami,,,,
Flashback on
"Dinda,...!!! jangan membuat keluarga kita lebih malu lagi, sekarang kau sedang mengandung anak Feliks dan kalian akan segera menikah, tidak ada gunanya kamu mengharapkan Gara ( pacar Dinda ) lagi, Kaka dapat menjamin bahwa dia tidak akan Sudi untuk bersama dengan mu lagi saat dia tau kalau kamu sedang hamil"
"Dinda, jangan jadikan cinta sebagai alasan untuk mu membatalkan pernikahan, karna sekalipun kau berteriak, itu tidak akan mengubah takdir bahwa saat ini ada nyawa lain yang tengah bersemayam di tubuhmu"
"Bang, aku mohon,,,,. pernikahan bukan satu-satunya jalan keluar untuk ini, aku akan melakukan aborsi untuk bayi ini, lagi pula dia juga masih kecil jadi tidak ada kata terlambat untuk melakukan tindakan itu"
__ADS_1
"Dinda....!!! jangan gila kamu, sampai kapan pun Kaka tidak akan pernah menyetujui nya, ,,, tidak ada keluarga kita yang pernah melakukan itu, jika kau melakukan nya itu sama saja kau telah melakukan pembunuhan pada bayi yang tidak berdosa " Marah Julian
sementara kedua adik Kaka itu terus berdebat di taman belakang kediaman keluarga Arya Mahessa, tanpa mereka sadari bahwa Feliks telah mendengar semua pembicaraan mereka
Flashback off
Feliks mengambil sebuah Foto di dalam dompet nya dan itu adalah foto pernikahan dirinya dan Dinda,,, Untuk sesaat Feliks memandang foto itu dengan tatapan penuh Kasih sekaligus perasaan bersalah pada sang istri. "Secara tidak langsung aku telah merenggut kebahagiaan nya dan aku juga telah menghancurkan masa depan nya, itu sebabnya aku melakukan ini semua dan berharap dia berubah pikiran dan meninggalkan ku untuk meraih kebahagiaan nya sendiri, jika pun aku harus menanggung semua konsekuensinya, maka aku siap untuk segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi"
"Tapi aku tidak akan pernah membiarkan mu menanggung apapun ..... ( sahut Dinda di ambang pintu )
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG