
"Amel, Mbak serius " ucap Nisa yang seketika mengehentikan gelak tawa amel,,,
"Ma, maksud mbak,,,??? tanya Amel sekali lagi,,,
"Amel, mbak ingin kamu menikah dengan mas Arya, mbak mohon jangan menolak permintaan mbak, kamu adalah satu-satunya yang bisa mbak harapkan untuk menjaga dan mendampingi mas Arya selamanya" ucap Nisa dengan wajah yang penuh harap
"Ta, tapi Mbak,, A, aku Mm,, Amel gak bisa" ucap Amel tergagap, jantung nya seketika berdebar kencang, perasaan berubah menjadi sedikit tak karuan, Amel bingung sekarang ia sedang berada di situasi apa, yang ia sendiri pun tak mengetahui nya
"Amel,,, mbak mohon sama kamu, ini akan menjadi permintaan terakhir mbak pada mu, mbak tidak akan bisa tenang meninggalkan mas Arya sebelum dia dan kamu menikah, mbak berjanji akan memberikan apapun yang kamu minta, asal kan kamu mau bersedia menikah dengan mas arya" ucap Nisa yang begitu memohon pada Amel,,, hingga beberapa saat hati Amel pun merasa iba dan tak tega melihat Nisa yang seolah mengemis pada nya,,,
"Mbak Nisa,,, tolong beri aku waktu untuk memikirkan semua ini" ucap Amel lirih
Nisa mengerti apa yang dirasakan Amel saat ini, ia sangat sadar bahwa mungkin sebuah pernikahan akan terlalu cepat bagi Amel, Nisa pun berusaha bersabar menantikan jawaban dari Amel dan memberikan ruang waktu untuk nya memikirkan semua ini, "Baik lah, mbak akan beri kamu waktu untuk menjawab nya hingga nanti malam, Amel mbak mohon Jangan memberi mbak sebuah harapan yang tidak pasti" ucap Nisa dan berlalu meninggal kan Amel seorang diri di kamar nya,,,
Amel menatap kosong ke depan, ia seolah tak berdaya untuk menolak permintaan Nisa namun disisi lain ia masih harus memikirkan kuliah nya yang tinggal beberapa bulan lagi, dan sedikit lagi ia akan bisa menggapai cita-cita nya dan membahagiakan orang tua nya,,,
sampai malam hari tiba...
Amel terus menerus berdo'a dan meminta petunjuk pada yang Kuasa agar ia bisa menentukan pilihan yang tepat,,, namun lagi-lagi Amel merasa ragu, harus kan ia meminta ijin pada ibu dan Abang yang di kampung, tapi Amel tak yakin jika mereka akan mengijinkan dan merestui Amel untuk menikah, apalagi jika mereka mengetahui Amel akan menjadi istri kedua dari pria beristri...
****
__ADS_1
"Amel, mbak datang untuk menuntut jawaban dari mu" ucap Nisa yang sudah duduk di hadapan Amel di kamar nya
"Mbak nisa,,, jika Amel menerima, lalu bagai mana dengan mas Arya sendiri,,,??? tanya Amel
"kamu tenang saja Amel, untuk masalah mas Arya, aku sudah bicara pada nya dan dia juga menyetujui semua nya, Tapi,,, apa kamu benar-benar serius untuk jawaban mu ini,,,??!! tanya Nisa memastikan
"Tapi bagai mana dengan kuliah Amel mbak,,, apa setelah menikah Amel masih bisa melanjutkan kuliah lagi,,,??? tanya Amel
Nisa tersenyum kecil menanggapi pertanyaan Amel,,, "Amel, kau tak perlu takut, setelah menikah nanti, jangan kan Kuliah mu, jika kau mau sampai S2 pun kau bisa melanjutkan nya, dan yang pasti kau tak akan membebani orang tua mu lagi untuk masalah biaya, karna saat mas Arya sudah menjadi suami mu, otomatis semua tanggung jawab atas diri mu termasuk menafkahi mu adalah kewajiban nya,,," ucap Nisa meyakinkan Amel
Amel terdiam sesaat memikirkan tentang apa yang di ucapkan oleh Nisa,,, dan setelah itu ia pun memberikan jawaban nya dengan sangat yakin pada Nisa,,, Nisa sangat bahagia atas jawaban yang di berikan oleh Amel, Nisa berfikir setidak nya ia akan lebih tenang saat nanti tiba waktunya ia meninggal suaminya dan dunia ini untuk selama nya,,,,
____
( Saya terima nikah dan kawin nya Amelia Zahira binti Azam Mulyadi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 1 Miliar di bayar tunai )
"Bagai mana saksi,,, 'SAH' ,,,???
"SAH"
Kata sah di ucapkan dengan begitu hikmat, dan menggema di seluruh ruangan,,, antara sedih sekaligus bahagia, mata Nisa mulai berkaca-kaca, Namun ia mengucap syukur yang begitu dalam di hati nya, karna saat akhir hidup nya sudah tiba nanti, setidak nya ia bisa pergi dengan tenang karna Sudah ada seseorang yang akan menjaga dan mendampingi suami yang selama ini begitu ia sayangi,,,
__ADS_1
Di saksikan oleh seluruh keluarga besar Mahessa,,, mereka begitu bahagia saat mendapat kabar bahwa Arya menyetujui untuk menikah lagi, setidak nya itu yang mereka harapkan, Karna sejujurnya mereka begitu menaruh benci yang amat besar pada Anisa Rayanza yang tak bisa memberikan keturunan sebagai penerus kekayaan keluarga Mahessa,,,
Sementara Amel terus menundukkan kepalanya di hadapan seorang pria yang kini sudah menjadi suaminya itu, rasa takut, sedih, Dan tegang bercampur aduk menjadi satu, Amel tak tau apa yang sebenarnya ia rasakan saat ini, jika di katakan bahagia, jelas itu mustahil karna sejujurnya Amel menerima tawaran Nisa untuk menikah dengan mas Arya hanya demi untuk menyenangkan Nisa dan keluarga besar Mahessa,
Arya mendekatkan bibirnya untuk mencium dahi seorang wanita kecil yang kini sudah berstatus sebagai istri kedua nya, dan di lanjutkan oleh Amel yang menyalami tangan Arya sebagai tanda bakti seorang istri pada sang imam,,,
sejujurnya bukan pernikahan macam ini yang Amel harapkan, tapi keadaan telah mengubah segalanya, Amel ingin menyesali namun sudah terlambat, dan ia pun harus siap menerima semua konsekuensi saat ibu dan Abang nya mengetahui tentang pernikahan nya nanti,,,
Ya, Amel menjalani pernikahan ini tanpa sepengetahuan keluarga nya, karna ia takut jika ia meminta ijin, ibu nya pasti akan melarang nya, sedangkan Amel merasa diri nya berhutang Budi banyak pada Nisa dan Arya yang sudah mau menampung nya selama dua tahun tinggal bersama mereka tanpa keluar biaya sedikit pun,
Setelah prosesi pernikahan telah usai,,,, kini Amel dan arya tengah berada di kamar pengantin mereka yang di hiasi dengan begitu indah,,, tak ada percakapan antara keduanya, tiba-tiba Amel merasakan hawa panas yang begitu mencekam, suasana di dalam kamar begitu menyeramkan menurut nya, Amel dapat melihat dari pantulan cermin, tatapan mata Arya yang begitu dingin dan begitu menusuk,,, seketika membuat Amel menundukkan kepalanya dan berusaha menghindar dari tatapan dingin itu, namun usaha nya hanya sia-sia
"Sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri, itu arti nya aku telah mendapat hak penuh atas diri mu,,, kau mengerti maksud ku" tanya Arya yang datar tanpa ekspresi sedikit pun
Seketika tubuh Amel menegang saat mendengar pertanyaan dari suaminya, jika di tanya mengerti, tentu Amel sangat mengerti yang di maksud oleh Arya, hanya saja Amel merasa takut dan merasa ini akan terlalu cepat untuk ia jalani
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG