
Dengan langkah gontai, Amel berjalan menyusuri ruang menuju apartemen tempat tinggal nya... saat masuk, Amel meletakkan sebuah kantong keresek beserta dompet nya di atas meja dan duduk bersandar di sofa ruang tengah...
Saat Dinda menyadari bahwa Amel sudah datang, ia pun bergegas menghampirinya dan memeriksa barang belanjaan Amel,,,
Dinda yang bersikap seperti orang linglung, berkali-kali ia membolak-balik dan memeriksa barang belanjaan Amel, namun ia tetap kebingungan...
"Mel,,, Amel,,," ucap Dinda yang membuat Amel terkejut dan tersadar dari lamunannya
"Amel, bukan nya tadi kau bilang ingin belanja bahan makanan,,, tapi kenapa hanya ada tiga porsi ketoprak di sini,,, di mana belanjaan mu yang lain,,,?? tanya Dinda
"Maafkan aku Din, aku tidak sempat membelinya, tadi aku ada urusan mendadak sebentar dan aku takut kamu menunggu lama jadi aku hanya membeli ketoprak untuk mu" ucap Amel dengan wajah sendu dan tatapan mata yang kosong
Dinda menyadari ada yang tidak beres dengan sahabat nya itu, ia pun berjalan menghampiri Amel dan duduk di sebelah nya
"Mel, apa terjadi sesuatu, katakan pada ku, tidak perlu ragu"
"Hmm,,, tadi aku bertemu mas Arya di supermarket "
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Perusahaan 'Heir group'....
"Arya, kali ini aku berbicara sebagai sahabat mu bukan asisten mu, dan aku hanya berharap sebaiknya kau dengarkan saran ku,,, temui Amel secara baik-baik dan katakan yang sebenarnya bahwa kau mencintainya, sudah cukup kau menyiksa dirimu selama ini" ucap Riko
"Riko,,, Menurutmu apa Amel akan memaafkan ku,, aku tidak siap menerima kenyataan jika dia menolak ku setelah apa yang ku perbuat pada nya tiga tahun yang lalu,,," gumam Arya dengan suara yang lirih namun masih terdengar oleh Riko
Flashback on
Tiga tahun lalu ...
Arya mengambil amplop itu dari tangan bi Aya dan membaca isi dari surat itu
( Mas Arya,,, sebelum nya aku mohon maaf padamu, aku tidak bisa bertahan lebih jauh lagi dalam pernikahan poligami ini, aku tidak bisa menyiksa diriku sendiri dengan bertahan dengan suami yang sama sekali tidak mencintai ku, aku sangat sadar siapa diriku dan untuk apa aku dinikahi, aku sadar tidak seharusnya aku mengharapkan yang lebih dari dirimu, aku juga tidak mau menjadi duri di kehidupan rumah tangga mu dan mbak Nisa, itu sebab nya, aku lebih memilih untuk mundur mulai saat ini,,, terimakasih karna selama ini sudah Benyak berkorban untuk ku, maaf karna aku pergi tanpa berpamitan dengan kalian, tapi mas Arya tenang saja, aku akan menjaga diri ku dan anak kita dengan baik .. )
Arya meremas selembar kertas itu dan membuat menjadi sebuah gumpalan, Ia meraih ponselnya dan membuka rekaman cctv yang ada di rumah nya, saat ia melihat yang sebenarnya terjadi,,, ketika Amel berdiri di depan kamar Nisa dan mendengar semua percakapan antara dia dan Nisa, dan yang memecahkan pot bunga waktu itu adalah Amel, Amel yang tak sengaja menyenggol nya saat akan pergi menjauh dari kamar nisa,,, seketika bayangan masa lalu terlintas di pikiran Arya,.
__ADS_1
Arya mengepalkan tangan nya hingga urat-urat nya terlihat dengan jelas,,,, Arya ingin marah tapi tidak tau ingin marah dengan siapa, dengan Amel..??!! tentu saja tidak, Arya marah pada dirinya sendiri, Marah karna telah berbuat semaunya, Arya menyadari dirinya terlalu egois dan serakah ingin memiliki semuanya, Arya menginginkan Nisa namun ia juga menginginkan Amel,...
Amel pergi karna ulah nya, Amel pergi setelah mendengar penuturan Arya bahwa jika ia tidak memiliki anak seumur hidup sekalipun, ia tidak perduli, karna ia hanya menyayangi Nisa, dan hanya Nisa yang ada di hati nya,,,
dan setelah beberapa bulan kemudian, Arya telah menyadari perasaan nya yang sebenarnya terhadap Amel, Arya menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada istri kecil nya itu dan Amel telah masuk secara perlahan di hatinya, Arya merasa tak bisa hidup tanpa amel, saat itu Arya terus di hantui rasa bersalah atas kepergian Amel, Di saat yang bersamaan juga sang istri tercinta Anisa Rayanza telah menghembuskan nafas terakhirnya di sebabkan penyakit yang di deritanya selama ini,,, lagi-lagi Arya di buat terpukul oleh kenyataan,,, satu persatu orang yang ia cintai telah meninggal kan nya secara perlahan,,,
dua tahun Arya terus hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah dan bersikap seperti orang gila yang tak tau arah tujuan hidup,,,, setiap hari ia lalui dengan penuh kehampaan, kadang menangis kadang tertawa,,, kadang juga berteriak sesuka hati tanpa mempedulikan sekitarnya....
Anisa Rayanza, Amelia Zahira, hanya kedua nama itu yang terus ia sebut kan....
Hingga akhirnya Arya berhasil melewati masa-masa sulit nya dan kembali bangkit seperti sekarang,,, Arya telah mengerahkan segala cara untuk mencari keberadaan Amel, hingga akhirnya Arya mendapat kabar bahwa Amel telah melahirkan bayi laki-laki dengan selamat dan sehat.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG