Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 85


__ADS_3

"Ya Allah, astagfirullah, Abang kenapa bisa kaya gini sih nak, kenapa kamu bisa bertengkar dengan Julian, kalian belum lama bertemu seharusnya jangan seperti ini" ucap Bu warsih dengan suara yang gemetar di iringi dengan air mata yang mengalir membasahi wajah keriput nya karna tak tahan/prihatin melihat wajah sang putra yang penuh dengan luka lebam akibat pukulan dari Julian


"Bu, apa ibu juga akan marah pada ku jika aku mengatakan yang sebenarnya....? tanya Feliks pada sang ibu, sementara Arya dan Amel hanya. Ida saling menatap satu sama lain


"Feliks, kau adalah putra ibu, mana mungkin ibu akan memarahimu tanpa alasan"


"Tapi Kali ini aku rasa ibu juga akan marah pada ku saat ibu tau alasan nya, sama seperti Julian"


"Sayang, ibu tidak mungkin marah padamu, sebaiknya kamu jangan membahas masalah ini lagi, karna apapun dan bagaimanapun kesalahan mu, ibu tidak akan pernah memarahimu"


"Bagai mana jika aku menghamili Dinda....??? ucap Feliks tiba-tiba dan membuat Bu warsih tercengang, untuk sesaat, namun tak berselang lama,...

__ADS_1


"Hahahaaaa,,,, Abang, kamu jangan mengada-ada, mana mungkin kamu menghamili Dinda, dia itu adik sepupu mu, kalaupun iya, ibu akan menikah kan kalian berduaan segera". ucap Bu warsih sembari tertawa nyaring yang ia pikir Feliks hanya bercanda dan ia pun hanya menganggap semua itu hanya sebuah lelucon


"Ibu, yang di katakan bang Feliks benar, Dinda saat ini tengah mengandung benih dari bang Feliks" sahut Amel yang seketika membuat Bu warsih terdiam


_______________________


saat malam hari tiba, sesuai dengan harapan Amel dan Arya, Julian dan Lily pun telah datang memenuhi undangan nya untuk makan malam bersama sekaligus membahas ulang tentang Feliks dan Dinda,


Sementara Dinda yang sudah datang lebih dulu di jemput oleh Amel dan Arya sejak sore tadi,


Dinda hanya menunduk diam seribu bahasa dan tak berani menatap ke arah sang kakak, tubuhnya gemetar menahan rasa takut, ia takut Julian akan marah besar padanya dan melakukan hal yang sama, sama seperti yang ia lakukan terhadap Feliks, Lily memahami sikap diam sahabat sekaligus adik iparnya itu, ia memegang pergelangan tangan Julian dan memberi sebuah isyarat melalui matanya, Julian pun mengerti apa yang ingin di sampaikan oleh sang istri...

__ADS_1


"Dinda,,,. Kaka ingin bicara berdua dengan mu" ucap Julian dengan suara yang datar


semua orang yang ada di sana seketika terdiam mendengar apa yang di ucapkan oleh Julian, Dinda tak bisa berkata apa-apa ia malah semakin gemetar dan memucat,,,. "Dinda, yakinlah semua akan baik-baik saja, Mas Lian tidak akan menyakitimu, kamu adalah adik satu-satunya, percayalah padaku" ucap Lily yang berusaha menenangkan Dinda agar tidak takut


Amel pun berjalan mendekat pada Julian "Ka, aku mohon padamu untuk tidak membuat Dinda semakin takut, jika apa yang ingin kau bicarakan itu adalah sebuah kepentingan yang menyangkut Dinda dan bang Feliks, sebaiknya kau bicarakan di sini saja agar semua orang mendengar nya, lagi pula kita di sini bukan lah orang luar"


Julian terdiam sesaat memikirkan apa yang di katakan oleh Amel, mungkin kah ia terlalu kejam dalam menghakimi Feliks dan Dinda,...?! "Baiklah, aku akan bicarakan di sini saja"


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2