Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 98


__ADS_3

"Baiklah, terserah kau saja, kalau begitu saya tutup telpon nya" sahut Amel


"Iya nyonya, eh tapi tunggu dulu, apakah nyonya atau tuan ingin menitipkan sesuatu, biar sekalian ada saya bawakan"


"Eemm,, sepertinya tidak ada"


"Oh baiklah, kalau begitu saya tutup telpon nya"


setelah panggilan berakhir, Amel meletakkan kembali ponsel nya di atas meja,,,


"Sayang, Riko bilang apa tadi...???


"Ga tau mas, dia bilang, dia akan datang langsung kesini dan mengatakan nya sendiri, sepertinya ada hal yang sangat penting"


"Kenapa ya, apa mungkin ada masalah di kantor, sampai dia harus datang sendiri untuk menemui ku...???"


"Entah lah, kita tunggu saja sampai dia datang, setelah itu kamu bisa tanyakan sendiri sama dia"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


"Assalamualaikum, papa mama, Rey datang...??!! ucap Reyhan yang begitu bersemangat saat memasuki kamar rawat sang papa


Rey yang memang sejak kemarin terus merengek pada nenek nya, meminta agar mengantar nya ke Rumah Sakit untuk menyusul kedua orang tua nya, sampai saat Amel mengabari bahwa papanya sudah sadar dari Koma, Rey sangat bahagia mendengar kabar itu, begitu juga dengan semua anggota keluarga,,,


Pagi ini adalah pagi yang begitu indah dan penuh dengan kehangatan, semua anggota keluarga telah berkumpul di ruangan tempat Arya di rawat, beruntung Arya di rawat di sebuah kamar VIP yang sangat mewah dan luas sehingga saat Keluarganya berkumpul tidak akan terasa sesak,



"Nak, maafkan ibu, sejak kemarin Rey terus merengek minta di antarkan menemui kalian, ibu tidak tega melihat dia terus menangis karna merindukan kalian" ucap Bu Warsih



"Rey, sini sayang, peluk papa" ucap Arya yang meminta agar putra sulung nya mendekat


Rey pun dengan patuh menuruti keinginan sang papa, ia pun dengan senang hati memeluk papanya dan ikut berbaring di samping Arya,,,. "Papa,,, Rey minta maaf ya papa " ucap Rey lugu dengan bahasa yang menggemaskan


"Kenapa Rey minta maaf sama papa, memang nya Rey ada salah apa sama papa...???" tanya Arya


"Maaf pa, kalau bukan karna Rey, papa gak akan sakit dan koma"

__ADS_1


Ucapan Rey tiba-tiba terhenti saat Arya meletakkan jari telunjuk nya tepat di bibir Mungil anak itu. "Rey, semuanya sudah berlalu, jangan katakan apapun lagi tentang itu, lagi pula sekarang papa sudah sehat, nanti kita bisa main bareng lagi, dan kita akan punya satu anggota baru lagi" ucap Arya yang tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakan tentang kehamilan istri nya


"Anggota baru,,, siapa....??? tanya Rey polos


Arya dan Amel saling melempar senyum satu sama lain,,,. Bu warsih dan seluruh anggota keluarga pun merasa heran dan bertanya-tanya,,,,. "Mel, apa maksud Arya dengan anggota baru,,, apa kau....??? tanya Nyonya Rani yang menggantung


Amel tersenyum dan mengangguk penuh semangat,,, " Iya ma, Bu, sekarang Amel sedang mengandung anak kedua kami" sahut Arya sebelum Amel menjawab nya,,,


"Apa,,,?! benar kah, sekarang menantuku sedang hamil...? Alhamdulillah ya Allah, terima kasih atas segala anugerah yang telah kau berikan di keluarga kami, puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Mu ya Allah ". ucap Nyonya Rani yang merasa sangat bahagia,,,


semua orang mengucap piji syukur atas kebahagiaan yang telah di berikan oleh Allah SWT kepada kedua keluarga Mahessa dan keluarga Bu Warsih,


"Amel sayang, kenapa kau tidak cerita pada kami sejak kemarin... uumm"


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2