Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 18


__ADS_3

Setelah beberapa saat, Amel yang merasa canggung berada di tengah-tengah para sahabat Nisa, ia pun memutuskan untuk kekamar nya,,,


"Mbak,, amel mau permisi ke kamar dulu ya, Amel mau mandi soal nya udah lengket kena keringat nih,,," ucap Amel dengan alasan yang masuk akal


"Ohh, ya sudah sana gih mandi dulu " ucap Nisa ramah


Amel pun berlalu meninggalkan Nisa dan teman-temannya yang berada di ruang tamu,,,, saat di kamar, Amel langsung melempar kan tas jinjing nya ke arah yang sembarangan dan ia pun masuk kekamar mandi dengan keadaan pakaian yang masih lengkap,,,


Amel masuk kedalam bak mandi dan langsung menyalakan shower hingga air pun memenuhi bak itu dan menenggelamkan tubuh nya hingga batas leher. Amel menangis sejadi-jadinya saat mengingat bagaimana sikap Abang nya saat berbicara melalui sambungan telepon sebelum nya,,,


( Bang fel, ibu, maafkan aku yang sudah membohongi kalian, aku tau aku salah dan mungkin kesalahan ku ini tidak bisa di maafkan,,, aku harus segera membicarakan hal ini dengan mas Arya dan mbak Nisa, kalau perlu besok aku akan pulang kampung untuk menemui ibu dan bang fel agar aku bisa menjelaskan pada mereka tentang semua ini )


1 jam berlalu Amel berada di kamar mandi dan kini ia sudah kembali memakai pakaian yang lengkap dan kembali keluar kamar untuk menemui Nisa,


saat di ruang tamu, Amel tak menemukan Nisa dan teman-temannya di sana, ia pikir mungkin teman-teman Nisa sudah pulang dan Nisa sedang di kamar nya, Amel pun bergegas menuju kamar Nisa,,,


setelah sampai di sana, Amel mengetuk pintu kamar dan tak menunggu lama sang pemilik kamar pun keluar


"Amel, ada apa,,,?? tanya Nisa saat membuka pintu dan melihat Amel yang berdiri di sana

__ADS_1


"Mbak, bisa kita bicara sesuatu,,, apa mas Arya ada,,,?? tanya Amel


"Ah iya, mbak lupa memberi tau mu kalau mas Arya tadi siang berangkat ke Amerika untuk bisnis, memang ada apa Mel, kenapa raut wajah mu sangat tegang,,,???


"Mbak, aku ingin bicara, bisakah kita masuk kedalam dulu,,


"Baik lah, ayo masuk" ucap Nisa


keduanya pun masuk kedalam kamar dan tak lupa Nisa juga mengunci pintu nya atas permintaan Amel,,, tanpa mereka sadari bahwa di luar kamar, sepasang mata dan telinga tengah berusaha untuk mendengarkan pembicaraan mereka...


"Amel, apa yang membuat mu menjadi cemas, katakan pada ku,,,??? tanya Nisa


"Mbak,,, ibu dan Abang ku sudah tau kalau aku menikah diam-diam tanpa sepengetahuan mereka"


"Aku juga gak tau mbak, tadi siang saat aku di kampus Tiba-tiba bang Feliks menelpon ku dan langsung menanyakan hal itu, a, aku gak bisa berbuat banyak dan hanya bisa mengakuinya,,, sekarang aku harus gimana mbak,, hiks "


Perlahan air mata mengalir di wajah Amel dan ia pun menceritakan pada Nisa tentang apa yang terjadi semuanya,,,


"Amel, kau sabar dulu dan jangan menangis, aku akan mencoba mencari solusi nya, seandainya mas Arya ada disini mungkin ia bisa melakukan sesuatu " ucap Nisa yang berusaha menenangkan amel

__ADS_1


"Mbak,, aku rasa gak ada cara lain lagi, besok aku akan pulang kampung dan menjelaskan semuanya pada ibu dan bang Feliks"


"Amel, tapi itu terlalu beresiko, mbak gak mau kamu menjadi sasaran empuk atas kemarahan ibu dan kakak mu, mbak pengen kamu tenang dulu setidaknya sampai mas Arya datang dengan begitu ia bisa menemani mu pulang untuk menemui ibu dan kakak mu"


"Tapi aku gak akan bisa tenang selama aku tidak menemui ibu dan Abang ku untuk menjelaskan semuanya mbak,,, biarkan aku pulang besok dan aku akan menerima semua konsekuensi nya atas apa yang terjadi" ucap Amel dengan pecahan tangis yang tak dapat ia tahan lagi


Nisa tak sampai hati melihat wajah polos Amel yang tengah berurai air mata, Ia meraih tubuh Amel dan membawanya ke dalam pelukan nya,,,


"Amel,,, maafkan mbak, mbak akui ini semua kesalah mbak yang sudah memaksa mu untuk menikah dengan mas Arya, sekarang kau yang harus menerima semua akibat atas perbuatan yang tidak kau lakukan, besok mbak akan menemani mu pulang kampung dan mbak akan menjelaskan semuanya pada ibu dan kakak mu"


"Gak mbak, mbak Nisa gak boleh kemana-mana, mbak Nisa sedang sakit dan gak boleh capek, mbak harus tetap sehat, biarkan aku yang akan menghadapi setiap kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti, aku ikhlas mbak,,, Hiks hiks ". masih dengan tangis nya, Amel tetap bersuara


Sementara di balik pintu kamar Nisa,,, Jee tersenyum puas kalau mendengar semua percakapan antara Nisa dan Amel,,,,. ( Hhmm,,, ini akan menjadi permainan paling seru,,, hahaha aku sudah tak sabar ingin melihat Amel di benci orang tua nya terlebih dahulu, setelah itu baru aku memikirkan cara lagi, agar bisa membuat Nisa dan Arya juga ikut membenci nya, setelah itu Arya akan menceraikan nya dan kemudian menikahi ku,,, hhmm, aku sudah tidak sabar ).


Jee terlihat begitu senang saat membayangkan kemungkinan terburuk yang akan menimpa Amel nantinya....


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2