
Dengan perasaan marah dan emosi yang begitu membara, Bram melajukan mobil nya menuju rumah sakit di mana Arya dan istri muda nya saat ini sedang berbahagia,,,
30 menit berlalu ...
Brakkkk..... ( Suara pintu kamar rawat yang di dombrak dengan cukup keras )
semua orang (Kecuali Amel yang baru saja tertidur) terlonjak kaget saat mendapati siapa pelaku di balik semua itu,,,
"Bram,,,,??!! "Bram,,,, apa yang kau lakukan, kau sudah mengganggu ketenangan kami disini terutama istriku" teriak Arya yang marah pada bram
"Hehh,,, hebat kau Arya,,, sangat hebat,,, aku mengakui itu,,, maaf jika aku sudah mengganggu ketenangan kalian dan lagi,, siapa tadi , kau bilang istri mu,,, ya ya ya,, aku lupa kalau kau punya dua istri "
"Apa maksud mu Bram,,,,???
Bram tak langsung menjawab pertanyaan Arya,, ia malah sibuk memperhatikan kedua orang tua Arya/mertua Nisa secara bergantian, Nyonya Rani dan tuan Adi mengetahui mereka telah di perhatikan oleh Bram namun sama sekali tidak memberikan respon sedikit pun, sebab mereka tau kalau Bram berteman baik dengan Nisa dan mereka menganggap Bram juga bagian dari Nisa,,,
"Oh, aku lupa menyapa Om Adi dan Tante Rani disini,,, maaf sebelum nya tapi setelah ku pikir lagi, kalian sebaiknya memang di anggap tidak ada disini dan juga tidak perlu di sapa"
"BRAM CUKUP,,,!!! (teriak Arya yang membuat Amel tersentak dan terbangun dari tidurnya ),,, Bram, katakan apa yang kau ingin kan, jangan bersikap tidak sopan dengan kedua orang tua ku" ucap Arya yang sudah tersulut emosi
__ADS_1
"Apa aku tidak salah dengar,,, Arya, secara tidak langsung kau memintaku untuk menghormati orang tua mu,,, Hehh,,, maaf tapi kau salah orang, karna aku tidak akan pernah menghormati seseorang jika dia juga tidak bisa menghormati orang lain sekalipun ia lebih muda dari nya" ucap angkuh Bram
"Cepat katakan padaku apa tujuan mu datang kemari, jika kau hanya ingin membuat keributan di sini maka sebaiknya kau pergi saja sebelum aku memanggil scurity untuk mengusir mu" ucap Arya gaya bicaranya yang tiba-tiba berubah dingin
"Kau tidak perlu repot-repot untuk mengusir ku Arya,,, aku datang kesini hanya ingin mengatakan padamu, sebaiknya kau lepaskan Nisa sebelum dia menderita lebih jauh lagi,, biarkan dia bebas menikmati sisa hidupnya tanpa penekanan dari keluarga mu,,,"
"Apa maksud mu, kenapa kau bilang membiarkan Nisa manikmati sisa hidup nya, memang nya dia akan kemana,,,??? tanya Arya yang merasa bingung dengan kata-kata Bram
"Hehh,,, ku pikir kehidupan rumah tangga kalian memang berbeda dari yang lain,,, bahkan sekedar tentang penyakit istri mu pun kau tak mengetahui nya,,, laki-laki macam apa kau" ucap Bram dengan senyum yang getirnya
"Penyakit,,,??!! ( ucap Arya yang semakin bingung)
Sementara di sisi lain, Nyonya Rani dan tuan Adi maupun Amel yang hanya diam dan menjadi penonton untuk menyaksikan perdebatan antara kedua pria itu tanpa berniat sedikitpun untuk melerai/menengahinya,,,
"Bram, jangan bertele-tele,, cepat beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi, penyakit apa yang di sembunyikan Nisa dari ku" tanya Arya dengan pendirian yang mulai hampir goyah
"Nisa menderita penyakit kanker rahim stadium akhir"
,
__ADS_1
,
,
"A ap apa,,, it itu tidak mungkin,,, Ni Nisa baik-baik saja,,, dia tidak mungkin sakit" ucap Arya yang masih berusaha menyangkal kebenaran nya
"Arya aku tidak berbohong,,, Nisa memang sakit dan hidup nya tidak punya waktu lebih lama lagi walau untuk sekedar bernafas "
"Duarrrr,,,,"
(Bak tersambar petir di siang hari, Arya tak dapat berkata apa-apa lagi, seketika tubuh nya merosot ke bawah dan air mata yang berusaha ia tahan tiba-tiba saja langsung menerobos tanpa permisi,,, kedua orang tua nya juga ikut merasakan keterkejutan yang luar biasa, Bahkan mereka nyaris tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Bram tentang Nisa barusan namun ketika Bram mengulangi kata-kata itu, bahkan merekapun juga tak bisa berkata apa-apa lagi )
"Mas Arya,,," ucap Amel memanggil sang suami dan berusaha bangkit dari tempat tidur nya, berniat ingin menghampiri sang suami agar memberi nya kekuatan.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG