Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 32


__ADS_3

"Nisa tunggu,,,, biar ku jelaskan dulu yang sebenarnya, aku tidak bermaksud me,,,,


Ucapan Bram terhenti kala melihat Nisa yang sudah meninggal rumah nya bersama arya,,,


Suasana hening melanda untuk beberapa saat,,, adapun Jee yang masih tinggal di rumah Bram, ia terus memperhatikan tingkah Bram yang menurut pengamatan nya seperti seseorang yang sedang Frustasi setelah di putuskan oleh pacar,,,


"Bram,,,,??!! ucap Jee yang seolah meminta penjelasan dari Bram tentang apa yang terjadi,


Jee berjalan menghampiri Bram yang duduk bersandar di sofa ruang tamu dan terlihat dalam keadaan kacau, ( Aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi, ) gumam jee,,,


"Bram,,, katakan padaku yang sebenarnya, apa yang terjadi, kenapa keadaan nya menjadi serumit ini,,,,???? tanya Jee dengan berpura-pura seolah peduli dengan Masalah yang ada


"Ka Jee,,, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk mengungkapkan kebenaran tentang penyakit Nisa kepada Arya,, aku hanya tidak bisa terima saat Nisa datang pada ku dalam keadaan menangis dan dia menceritakan semua tentang kesedihan nya saat orang tua Arya tidak menginginkan kehadiran nya di rumah sakit tadi pagi,,,"


"Maksud mu,,,?!! tanya Jee yang masih mencoba mengorek informasi dari Bram


"aku merasa marah dengan Arya yang sama sekali tidak peka terhadap perasaan Nisa,,, tanpa sadar kemarahan ku telah menguasai diriku hingga akal sehat pun terkalahkan dan sekarang,,, aku sudah menghancurkan kepercayaan Nisa terhadap diri ku,,, ka Jee, katakan pada ku, apa yang harus aku lakukan agar Nisa tidak marah pada ku,,,?"

__ADS_1


Jee terdiam sesaat memikirkan tentang masalah yang di cerita kan oleh Bram,,,. ( Hhmm,,, alangkah baiknya jika masalah ini menjadi awal dari sebuah permainan yang akan mempermudah ku untuk mendapatkan apa yang ku inginkan,,, Huhhh,,,, Nisa maaf kan aku, seperti nya aku benar-benar sudah terjerat dengan pesona suamimu dan juga,,,, HARTA nya,, ) Hhmm,, aku harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin " gumam Jee


"Ka Jee, apa yang kau katakan,,,,?? tanya Bram yang sempat mendengar Jee mengucap beberapa kata meski dengan suara yang lirih


"Ah,, tidak,, aku tidak mengatakan apapun,,, Hmm, kupikir aku bisa membantumu untuk menjelaskan pada Nisa tentang apa yang terjadi dan,,,, Mm aku tau cara nya" ucap Jee yang mencoba mengalihkan pembicaraan


"Pa itu ka,,,???


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di rumah kediaman Arya Mahessa lebih tepat nya di kamar tidur utama...


"Sayang" ucap nya Lirih


Nisa membalikan tubuh nya menghadap sang suami, kedua nya saling berhadapan hingga bertemu tatap satu sama lain


"Mas,,, maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membohongi mu atau merahasiakan ini semua dari mu, aku hanya tidak mau kamu menjadikan penyakit ku ini sebagai beban pikiran sehingga membuat mu terganggu dengan segala pekerjaan mu"

__ADS_1


"Katakan intinya saja,,, sudah berapa lama kamu merahasiakan sakit mu dan katakan pada ku seberapa parah nya sakit yang kamu derita saat ini" tanya Arya dingin


"A, aku,,, aku menyembunyikan sakit ini sejak 3 tahun lalu dan saat itu Amel pun belum hadir di keluarga kita,,, dan sekarang kanker ini sudah mencapai stadium akhir " ucap Nisa yang tertunduk lesu


"Nisa,,, bahkan selama 3 tahun lama nya kau menyembunyikan nya dari ku,,, apa kau masih menganggap ku sebagai suami mu,, kau melakukan ini seolah kau tidak menghargai ku sebagai suami mu dan kau tidak menganggap aku ada sebagai pria yang selalu berdiri di samping mu setiap saat, di waktu senang maupun susah, jika aku tau lebih awal, mungkin kamu tidak akan sesakit ini Nis,,, aku, aku,,, sekarang aku benar-benar sudah gagal menjadi suami yang baik untuk mu, aku benar-benar pria bajingan, Bram benar, aku memang egois,, aku egois" ucap Arya yang menyalahkan diri sendiri dan menjambak rambut nya sendiri karna merasa Frustasi


"Mas,,, ini bukan salah mu, ini salah ku, apa yang kamu katakan memang benar, aku bukan lah istri yang baik bahkan aku tidak jujur dengan mu, tapi aku melakukan ini semua demi kebahagiaan mu"


"Kebaikan apa nis, jika kamu bilang demi kebaikan ku agar aku menikah dengan Amel dan bisa punya anak,,, Nisa, kamu salah besar, aku mencintaimu dan aku menerima mu dengan segala kekurangan mu,,, meski aku tidak memiliki anak bersama mu seumur hidup, aku rela Nis,....


"BRUKKK ......( Suara pecahan pot bunga plastik yang ada di samping pintu kamar Nisa dan Arya )


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2