Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 8


__ADS_3

Arya memang tak mengambil cuti di kantor nya karna pernikahan nya dengan Amel memang sengaja tidak di publikasikan kan dan hanya keluarga inti dan orang rumah yang mengetahui nya,,,


"Di mana Nisa,,,?!! tanya Arya pada Amel, saat ia sudah menduduki kursi nya, sementara Bi aya langsung meminta ijin untuk kembali ke tempat di mana seharusnya ia berada


"Mas,, kata bi Aya tadi pagi mbak Nisa pamit" ucap Amel


"Pamit kemana,,,?? tanya Arya yang sedikit terkejut


"Aku kurang tau mas, tapi Mbak Nisa nitip ini sama bi aya dan nyuruh kasih ke aku" ucap Amel memperlihatkan sebuah amplop putih di tangan nya


"Cepat buka amplop itu, aku ingin tau apa isi nya" ucap Arya datar


Amel pun menuruti apa yang di perintahkan oleh suaminya itu, saat ia membuka amplop putih itu dan mengeluarkan selembar kertas yang di dalam nya bertuliskan....


( Amel, mbak Titip suami kita ya, mbak lagi pengen pergi liburan ke rumah sepupu mbak di Jerman, kamu tenang saja, mbak cuma pergi selama dua Minggu dan kamu gak perlu khawatir, untuk keperluan mas Arya sudah mbak siap kan di kamar, kamu tinggal ambilkan saja untuk nya,,,, oh iya,, nanti kalau kamu sudah baca surat ini, kamu telpon mbak ya, bilang nanti kalau mbak pulang kamu mau di beliin oleh-oleh apa, biar mbak belikan , kamu tak perlu sungkan,, anggap lah mbak sedang memberi kamu waktu untuk belajar melayani suami dengan baik, ,,, maaf mbak hanya bisa menitipkan surat ini pada bi Aya, karna tadi pagi mbak gak enak bangunin kamu dan mas Arya,,, , hehee,, takut ganggu pengantin baru yang habis malam pertama )


Tanpa sadar pipi Amel memerah ketika membaca isi dari surat itu di akhir tulisan,,, apalagi Arya memintanya untuk membacakan dengan suara yang agak lebih keras, namun sesaat kemudian ia berusaha untuk bersikap seperti biasa agar rasa gugup nya jadi tidak terlihat,,,


Sementara Arya hanya diam sesaat setelah mendengar Amel membacakan surat dari Nisa,,,

__ADS_1


"Mas,,, mas Arya kenapa,,?? tanya Amel


"Oh enggak,,, aku cuma kepikiran Nisa saja, kemarin dia memang sempat bilang kalau dia mau ke Jerman tapi aku malah melupakan nya dan gak sempat buat mengantar nya ke bandara " ucap Arya sesaat setelah mengingat tempo hari istri pertamanya itu sempat meminta izin kepada nya untuk berangkat ke Jerman


Di dalam pesawat,,,


Nisa duduk merenung di bangku paling pojok dekat jendela, ia menyandarkan kepalanya dan berusaha untuk memejamkan mata nya berharap semua beban yang ia rasakan bisa segera hilang ketika ia kembali terjaga nanti,,,


( Mas Arya,,, maaf kan aku yang tak bisa menjadi istri yang baik dan sempurna untuk mu, maaf karna aku tidak jujur tentang penyakit yang ku derita saat ini,, maaf karna aku pergi dengan cara membohongi mu dan juga Amel, sebenarnya aku bukan pergi hanya semata untuk liburan tapi aku pergi demi agar bisa meminta belas kasihan kepada Tuhan agar memberi ku sedikit umur lagi, supaya aku bisa sempat menimang anak mas Arya bersama Amel, setidak nya sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini, aku bisa merasakan bagai mana rasanya ketika menjadi seorang ibu, walaupun nantinya ketika kau dan Amel punya anak, otomatis status ku dan anak itu hanya sebatas ibu tiri dan anak tiri tapi aku ikhlas, asal kan mas Arya dan keluarga besar Mahessa bisa bahagia )


Saat tiba di rumah sakit terbaik di Jerman,


"Tidak dok, saya tak masalah jika harus berakhir karna penyakit ini, toh walau pun sembuh saya juga tetap tak bisa memiliki keturunan kan, jadi saya fikir seperti ini akan lebih baik" ucap Nisa dengan penuh ketegaran


Nisa mengindap penyakit kanker rahim yang sudah memasuki stadium akhir,, tak ada satupun yang mengetahui tentang penyakit nya itu kecuali Amel dan juga kakak sepupu nya yang tinggal di Jerman,,,,


"Nisa, apa yang di katakan oleh dokter Richard ada benar nya, ini demi kebaikan kamu juga, biar pun nantinya kamu takkan bisa memiliki anak, tapi bukan berarti kamu tak bisa menjadi ibu selamanya kan" ucap Jee Juita kakak sepupu Nisa


"Maksud Kaka,,,??? tanya Nisa

__ADS_1


"Nisa, di dalam dunia ini tak ada yang mustahil, kamu kan punya uang dan hidup mapan, kenapa kamu tak mengadopsi anak dari panti asuhan saja, itu akan lebih baik bukan" ucap sang kakak memberi saran


Nisa terdiam sesaat memikirkan apa yang di katakan oleh kakak sepupu nya itu "Hhm, tidak perlu kak, lagi pula jika aku mengadopsi anak dari panti asuhan, belum tentu keluarga suami ku akan menerima nya, kakak tau sendiri kan bagai mana mereka membenciku apalagi jika aku mengadopsi anak dan membawanya ke rumah ku untuk di jadikan sebagai anak ku dan mas Arya, mereka pasti akan sangat marah besar, aku tak mau mas Arya yang kena getah nya, jadi aku memutuskan untuk membiarkan semua ini berjalan sesuai dengan apa yang sudah di rencanakan Tuhan"


Jee dan dokter Richard hanya bisa terdiam dan saling menatap satu sama lain,,,, mereka sangat faham apa yang di rasakan oleh Nisa, begitu banyak beban hidup yang di tanggung oleh wanita itu, Seorang wanita yang memiliki pendirian yang tak mudah goyah, ketegaran dan kesabaran nya tak dapat di banding kan dengan apapun dan siapapun, di mulai dari tidak disukai oleh keluarga suami nya sampai ketika ia harus di paksa untuk ikhlas dan menerima saat mengetahui kenyataan pahit bahwa ia tak dapat memiliki keturunan, di tambah lagi dengan penyakit yang ia derita saat ini tanpa sepengetahuan suami nya, Nisa sengaja untuk menutupi masalah penyakit nya itu terhadap suami nya, karna ia tak ingin membuat suami nya kepikiran dan menjadikan nya sebuah alasan untuk tetap bertahan, karna Nisa sangat tau seberapa besar Cinta Arya terhadap dirinya, jika Arya tau tentang penyakit nya, maka Arya pasti akan menolak menikah lagi dengan Amel dan keluarga besar Mahessa pun akan semakin membenci nya,


____


Di Sebuah gedung universitas perguruan tinggi,,,


"Amel, kok kamu keliatan lesu banget sih, kamu abis begadang ya,,,??? tanya Dinda yang melihat sahabat nya itu seperti tak bersemangat


"Ee,, mm aku gak papa kok Din, tadi malam aku emang kurang tidur gara-gara mikirin skripsi, tapi aku gak papa kok, kamu gak perlu khawatir" sahut Amel yang sedikit gugup


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2