Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 82


__ADS_3

"Amel, Dinda...?! apa yang terjadi...? tanya Feliks yang bingung saat melihat wajah Dinda yang sembab akibat menangis


"Bang, duduklah dulu" ucap Amel sambil mempersilahkan sang Kaka untuk duduk


dengan patuh Feliks pun menuruti perintah adik ya itu walau dalam hatinya bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya.... Amel mendekat pada Dinda dan memegang tangan nya dengan erat seolah memberi kekuatan bagi nya untuk tidak merasa takut lagi


"Bang,,, Dinda sudah menceritakan padaku semua yang terjadi antara kalian berdua,, dan sekarang sebelum aku mengatakan pendapat ku, aku ingin mendengar langsung dari mu, tentang bagai mana kamu bisa tidur dengan nya malam itu...???


Feliks menunduk dengan ketidak berdayakan nya, ia pun menjelaskan semua yang terjadi di malam itu sebelum ia di jebak oleh sahabatnya sendiri,,,


"Malam itu aku dan Anton sedang berada di sebuah club, dia mengajak ku untuk minum bersama setelah beberapa tahun kami tidak pernah bertemu, tapi aku benar-benar tidak tau kalau di balik itu semua ada sebuah rencana yang sudah ia atur, dia memberi sesuatu di minuman ku dan membuat aku tidak bisa mengendalikan diriku,. saat itu aku juga tidak tau kalau ternyata Wanita yang tidur bersamaku itu adalah Dinda, aku juga tidak tau bagai mana ia bisa menemukan Dinda dan membawanya terjebak bersamaku, aku menyesali apa yang sudah aku lakukan tapi mau sekuat apapun aku berusaha menentang nya nyatanya semua sudah terjadi"


"Dan sekarang, Dinda tengah Hamil anak mu" ( ucap Amel yang memotong bicara Feliks )


Feliks Terlonjak kaget dengan pernyataan adiknya, ia membisu untuk sesaat dengan ekspresi wajah yang terlihat bingung... Namun sesaat kemudian

__ADS_1


" Amel...?? maksudmu...?!


"Iya bang,, pagi ini Dinda datang menemui ku di kantor, dia menceritakan semuanya padaku tentang apa yang terjadi di antara kalian, dan sekarang dia tengah mengandung benih mu, sejujurnya aku Merasa sangat terkejut dengan semua itu, aku juga merasa tidak percaya dan menganggap semua ini hanya mimpi,,, aku tidak berani mengatur mu karna kamu adalah saudara tertua ku, tapi aku menyarankan agar sebaiknya kamu tidak mencoba untuk lari dari kenyataan... Dinda adalah adik sepupu mu dan sekaligus ibu dari anak mu"


Feliks terdiam dan menunduk, sementara Dinda hanya bisa menangis dalam diam, walau ia ingin berteriak menyesali semua yang terjadi namun semua sudah terlambat...


Beberapa saat kemudian...


"Baiklah, aku sudah mengambil keputusan, aku akan menikahi Dinda secepatnya tapi sebelum itu aku akan bicarakan ini dengan ibu dulu, bagai manapun dia harus tau, sekarang aku akan pergi dulu" ucap Feliks yang berdiri hendak meninggalkan Amel dan Dinda yang berada di ruang tamu


"Aku akan menemui Julian" jawab singkat Feliks tanpa menoleh dan segera berlalu


Amel dan Dinda hanya bisa pasrah dan membiarkan Feliks pergi untuk menemui julian. "Mel kenapa kamu biarkan bang Feliks pergi sendirian,,, nanti kalau ka Juki marah gimana...? ucap Dinda yang mengkhawatirkan Feliks


__ADS_1


"Din, kamu tenang saja, aku sangat tau bagai mana kakak ku, dia akan menyelesaikan semuanya, sejak kecil kami selalu di ajarkan untuk selalu bersikap mandiri dan menyelesaikan masalah sendiri, jadi kamu tak perlu khawatir, biarkan bang Feliks bertanggung jawab atas semua yang di perbuat nya "



"Tapi....!!! ( ucap Dinda yang masih ragu )


Amel tersenyum, ia sangat mengerti kekhawatiran sahabat nya itu, tapi bagai mana pun Feliks tetap harus melalukan nya... "Dinda percayalah, tak ada hasil jika tak ada proses, sama seperti apa yang terjadi pada mu dan bang Feliks saat ini, Nanti malam aku akan menemani mu untuk menemui ka Juki, kamu tenang saja" ( Ujar Amel yang berusaha menguatkan sang sahabat )


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2