
...di kantor 'Heir group'...
^^^"Bos, klien kita sudah tiba, mereka sudah menunggu di ruang rapat"^^^
"Baik, tolong bawakan berkas yang kita butuhkan"
...Arya Meninggalkan ruangan nya untuk menuju ruang rapat di ikuti oleh Riko yang berjalan di belakang nya, saat baru saja keluar dari ruangan nya, tiba-tiba ponsel Arya berbunyi menandakan adanya sebuah pesan yang masuk, Arya sempat berhenti sejenak untuk mambaca isi pesan itu yang ternyata dari istrinya, setelah beberapa saat ia pun kembali melanjutkan langkah nya...
"Riko,,, apa setelah ini ada jadwal lain...? ( tanya Arya di sela perjalanan menuju ruang rapat )
^^^"Saya sudah memeriksa nya tuan, siang ini tidak ada jadwal apapun,,, hanya nanti malam pukul 07:30 Wib, Tuan Yenzu dari perusahaan 'tongzu group' mengundang anda untuk makan malam bersama"^^^
__ADS_1
"Cancel saja, saya punya urusan yang lebih penting dari itu" ucap Arya tegas
^^^"Tapi tuan, tuan Yenzu adalah klien penting kita, saya tidak berani menyinggung beliau"^^^
"Aku atau dia yang menggaji mu...? ( tanya Arya dengan suara yang dingin dan menusuk sehingga mampu membuat Riko merasa bergidik ngeri ) Katakan saja yang seharusnya kau katakan, Saya punya urusan penting yang harus segera saya tangani, Lagi pula itu hanya sebuah acara makan malam" ucap Arya kekeuh
^^^"Tapi tuan, maaf jika saya lancang, Apa urusan anda sangat penting dari apapun...? tanya Riko dengan kepala yang menunduk sedikit ragu dan Merasa takut ^^^
"Ya, ini menyangkut hidup dan mati seseorang" Jawab Arya asal, padahal dalam hati dia ingin tertawa karna sejujurnya ia pun tidak tau apa yang akan terjadi saat ia kembali pulang nanti, karna dalam sebuah pesan itu Amel hanya meminta nya untuk pulang lebih awal karna ada sesuatu yang penting yang harus di bahas, dan tidak ada penjelasan apapun di sana
Dengan tampilan formal dan penuh wibawa, arya berjalan ke arah sebuah kursi kosong khusus milik petingginya perusahaan ( CEO ) sebelum ia duduk, Arya terlebih dahulu menyapa semua orang yang ada di ruangan itu
__ADS_1
sementara di sisi lain, di kediaman baru/rumah baru Julian dan lily....
Julian yang di kuasai kabut amarah, ia memukuli Feliks dengan beringas tanpa merasa kasihan, sementara Feliks tak memberikan perlawanan sedikitpun,. ia membiarkan dirinya babak belur di hajar oleh Julian hingga ia merasa puas meluapkan segala emosi nya, di satu sisi,,, Lily segera mencari nomor kontak Amel yang ada di ponsel nya, nahas berkali-kali Lily mencoba menghubungi nomor telpon Amel dan Dinda secara bergantian namun tak ada satupun yang mengangkat nya, Lily menjadi gelisah karna sejak tadi ia hanya berada di luar ruang kerja pribadi Julian dan tidak bisa masuk karna pintu yang terkunci dari dalam,
Lily sangat gelisah dan khawatir dengan apa yang terjadi di dalam, berkali-kali ia mencoba mencari cara untuk masuk, namun sama sekali tak menemukan jalan, karna satu-satunya pintu telah di kunci dari dalam oleh Julian,
"Ya Tuhan,,, bagai mana ini....?!! ( Tiba-tiba muncul sebuah ide di benak nya )
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG