
"Yah baik lah, aku mengerti, Sekarang aku ingin istirahat saja karena tubuh ku ini sangat lelah akibat perjalanan jauh" ucap Jee yang berdiri kemudian meninggal kan ketiga orang yang ada di ruang tamu itu,
Baik Nisa, Amel dan Arya hanya bisa terdiam dan memandang apa yang dilakukan oleh Jee tanpa ada yang bersuara,,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kampung halaman tempat kelahiran Amel,,,,
"Bu, Amel ada ngabarin ibu gak soal kapan dia pulang,,, aku jadi kangen sama anak itu" tanya Feliks pada sang ibu
"sebenarnya ibu juga kangen sama adik mu itu, tapi mau gimana lagi, kita cuma bisa sabar aja, nanti juga dia pasti bakal nelpon kita" ucap Bu Warsih pada putra sulung nya itu
Bu Warsih hanya tinggal berdua dengan putra sulung nya di kampung halaman sedangkan suaminya/ ayah dari Feliks dan Amel sudah meninggal dunia sejak Amel berusia 15 tahun dan Feliks berusia 20 tahun,,,
Feliks yang merupakan anak pertama dan satu-satunya laki-laki yang bertanggung jawab atas ibu dan juga adik nya itu setelah kepergian sang ayah, Feliks sendiri sudah menyelesaikan kuliah nya di jurusan pertanian, bukan ia tak mampu mencari pekerjaan yang lebih baik, hanya saja ia memikirkan ibunya yang tinggal di kampung seorang diri ketika ia atau Amel memiliki pekerjaan di tempat jauh,, Feliks tak tega membiarkan sang ibu tinggal sendirian di kampung halaman sehingga ia memilih berkuliah mengambil jurusan pertanian yang saat ini ia tengah merintis usaha nya dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan tentang pertanian yang ia peroleh saat kuliah dulu,,,
Bu Warsih sudah beberapa kali meminta pada anak nya itu agar tidak menjadikan dirinya sebagai penghalang untuk mencapai cita-cita mereka, namun Feliks tetap lah Feliks, ia bukan lah anak yang suka membangkang, jika pada umum nya anak-anak lain akan senang ketika mendapat ijin dari orang tua mereka untuk menggapai sebuah impian, namun Feliks memilih untuk tetap bertahan demi ibu nya dan Feliks telah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak meninggalkan ibu nya sampai kapan pun dan bahkan sekalipun ia takkan menikah seumur hidup nya,,,
__ADS_1
setelah beberapa saat ibu dam anak itu saling mengobrol dan mencurahkan isi hati mereka atas kerinduan yang teramat dalam pada sang putri bungsu yang mereka tau saat ini sedang menuntut ilmu demi manggapai cita-cita, bak gayung bersambut hujan, di saat yang bersamaan suara ponsel jadul milik Bu Warsih pun berbunyi dan itu adalah panggilan masuk dari putri bungsu nya Amelia Zahira, saat mengetahui siapa yang menelepon nya, Bu Warsih pun buru-buru menerima panggilan telepon itu,,,
"Hallo, assalamualaikum nak," ucap bi Warsih dengan semangat yang penuh
"Wa'alaikum salam Bu,,, gimana kabar ibu dan Abang,,,?!! tanga Amel dari sebrang telpon
"Ibu dan Abang mu baik-baik saja, kalau kamu bagai mana,,,?!! ucap Bu Warsih yang balik bertanya
"Amel baik kok Bu,,, Minggu depan kalau gak ada halangan insya Allah Amel akan pulang kampung Bu" ucap Amel
"Benarkah, kalau begitu ibu sangat senang, Abang mu juga sudah rindu sama kamu Amel, nanti kalau kamu udah pulang, kita pergi keluar buat makan-makan bersama ya" ucap Bu Warsih dengan penuh semangat dan antusias
"Iya nak, ibu percaya pada mu"
"Ya sudah kalau begitu sudah dulu ya Bu, Amel mau mandi dulu, bentar lagi udah mau magrib nih" ucap Amel pada sang ibu
"Baik lah, ibu juga sama mau mandi,,, kau tutup saja telpon nya"
__ADS_1
"Iya Bu, assalamualaikum "
"Wa'alaikum salam " sahut Bu Warsih yang kemudian meletakkan kembali ponselnya di atas meja seraya menampilkan senyuman yang mengembang menghiasi wajah kerut nya
...----------------...
Sementara itu,,,,
Arya dan Nisa kembali satu kamar setelah dua Minggu Arya menghabiskan malam bersama istri muda nya,,,
sementara Amel sendiri tetap berada di kamarnya dan bersiap untuk melaksanakan ibadah sholat magrib yang sudah menjadi kewajiban nya sebagai seorang muslimah, tanpa Amel sadari, Jee yang dapat melihat nya dari balik pintu kamar yang tidak tertutup dengan rapat, Jee dapat melihat dengan jelas apa yang di lakukan Amel saat ini,
( Nisa, Nisa, aku tak habis pikir kenapa kamu malah menjodohkan suamimu dengan anak kecil ini, coba saja sebelum nya kau memberi tahuku tentang apa yang kamu rencanakan untuk suami mu ini, mungkin aku akan bisa membantu untuk meringankan sedikit masalah mu, Hmm, tapi aku rasa semua nya masih belum terlambat, selagi anak itu belum mengandung benih Arya, aku rasa aku bisa masuk melalui sedikit celah yang masih terbuka ) Gumam Jee dengan senyum devil nya.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG