Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 77


__ADS_3

Setelah beberapa saat,,,


Suasana yang semula hening kini telah berlalu, semua orang kembali turut berbahagia untuk semua nya terutama kedua pasangan insan yang baru saja menikah itu,,,,


Pesta pernikahan sudah 90% Hampir selesai, tamu undangan satu persatu telah meninggalkan pesta dan kembali ke kediaman mereka masing-masing...


di satu sisi, Dinda yang tengah mengobrol bersama Amel dan juga Bu Warsih,,, Dinda menceritakan semua yang terjadi di keluarga mereka selama 20 tahun terakhir...


"Bibi, maafkan aku yang tidak mengenalimu sebelumnya, sama seperti Amel, saat itu kami masih sama-sama kecil, jadi untuk mengingat wajah mu, aku rasa aku tidak ingat sama sekali, yang aku tau, wajah mu dulu sangat muda dan cantik, sampai sekarang aku masih menyimpan foto mu waktu muda tapi aku meninggalkan nya di rumah"

__ADS_1


"Hahaa, kau ada-ada saja Din, berarti kau menganggap ibu ku yang sekarang tidak cantik lagi dan juga sudah tua.... Umm,,enak saja kau, wong jelas-jelas wajah ibu ku masih sama kaya waktu muda,,, tetap cantik...,??? Ucap Amel seolah keberatan namun juga di selingi dengan candaan


"Gak gitu maksudku Mel,,, Emm,,, Itu ..."


"Sudah, sudah,,, Amel, yang di katakan nak Dinda itu memang benar, ibu sekarang memang sudah tua, jadi wajar jika dia tidak mengenai ibu,,,Tapi ngomong-ngomong nak Dinda, bagai mana kabar nenek mu, bibi sangat merindukan nya, papa dan mama mu juga, sayang sekali mereka tidak datang hari ini...." ucap Bu Warsih


Bu Warsih yang mengerti apa yang di rasakan Dinda saat ini, bagai manapun ia juga sangat mengenal sifat ayah dari dua saudara itu, Kiandra Hartono, adik kandung dari almarhum suami Bu Warsih, Bu warsih sangat mengenal dengan baik bagai mana sifat adik iparnya yang begitu gila akan pekerjaan, pangkat dan jabatan, "Nak Dinda, yang sabar sayang, berdo'a lah pada yang maha Kuasa agar papa mu di berikan hidayah dan kesadaran, bibi mengerti apa yang kamu rasakan, bagai mana pun bibi sangat mengenal sifat asli papa mu, dia memang tidak pernah puas dengan segala pencapaian nya, sekali ia memperoleh kemenangan maka seterusnya ia akan terus menginginkan nya, tapi bibi yakin setiap manusia pasti akan memiliki titik lemah di mana suatu saat Tuhan pasti akan menyadarkan nya, dan kamu sebagai seorang anak, cukuplah mendo'akan yang terbaik untuk nya"


"Iya bi,,, seandainya bibi datang lebih awal ke acara ijab kobul ka Juki hari ini, mungkin bibi bisa membuat papa bertahan untuk sementara waktu,,,," ucap Dinda lagi

__ADS_1


Bu Warsih pun sempat menyesali keterlambatan nya untuk menghadiri ijab kobul Julian dan Lily, namun apalah daya semua karna Bu warsih dan keluarga sempat terjebak kemacetan di perjalanan, dan juga semuanya sudah terjadi, yang terpenting sekarang adalah mendo'akan yang terbaik untuk semua nya.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2