Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 20


__ADS_3

"Berhenti"


Seketika Amel menghentikan langkah nya ketika mendengar sang ibu berucap


.


.


"Ibu, Amel rindu,,,?!! ucap Amel dengan mata yang mulai berkaca-kaca


"Siapa kau,,,?!!


'Deg' bagai tersambar petir di siang hari, Amel merasa Luruh seketika saat mendengar pertanyaan sang ibu yang seolah tak mengenali nya,


"Ibu, ini Amel putri mu Bu, Amel rindu dengan ibu dan bang Feliks" ucap Amel dengan suara yang masih ia tahan


"Aku tidak pernah memiliki anak perempuan, anak ku hanya satu, dan dia seorang laki-laki,,, sekarang pergilah dari rumah ku atau aku akan....


"Akan apa Bu,,, ibu marah pada ku karna aku berbohong,,, ibu marah pada ku karna ak,,, aku,,,, " Ucapan Amel terhenti ketika air mata nya Luruh tanpa bisa ia tahan lagi,


"Aku tidak mau mendengar penjelasan mu, semua bukti-bukti itu sudah cukup jelas, sekarang pergi dari rumah ku sebelum putraku kembali atau kau akan mendapat akibat nya" ucap Bu Warsih datar tanpa menoleh sedikit pun pada Amel


"Bu, Amel mohon dengarkan penjelasan Amel dulu Bu,,, Amel tidak bermaksud untuk membohongi ibu dan juga bang Feliks,, Amel hanya,,, Amel hanya....

__ADS_1


"Hanya apa,,, hanya menjual diri demi uang dan hidup dalam kemewahan,,, maaf aku tidak merasa punya anak dengan sifat seperti itu, sekarang juga kau pergi dari sini sebelum aku benar-benar marah pada mu"


"Bu, aku mohon jangan usir aku Bu, aku tau aku salah, tapi aku tidak bermaksud membohongi ibu,, hiks" ucap Amel dengan suara tangis yang tak dapat ia tahan lagi


"Amel, ibu benar-benar kecewa pada mu, ibu pikir selama tiga tahun kamu hidup di kota, saat pulang kamu akan membawa sebuah prestasi yang akan membuat ibu dan Abang mu merasa bangga, namun ternyata ibu salah besar, kamu sudah melupakan setiap nasihat yang ibu berikan, ibu tak habis pikir kenapa kamu bisa sampai semurahan ini," ucap sang ibu dengan kilatan amarah yang terlihat di matanya


Perih, itu yang di rasakan Amel saat mendengar ucapan sang ibu yang menekankan kata murahan pada diri nya, namun Amel juga tak menyangkal apa yang dikatakan ibu nya, ia sangat sadar akan Posisi nya saat ini, meski Amel menolak di sebut murahan namun pada kenyataannya ia saat ini telah berstatus sebagai istri kedua dari seorang pria beristri,,,


"Ibu, aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu, aku sama sekali tak pernah merebut suami orang atau pun menjadi simpanan pria beristri,,, aku dan mas Arya menikah atas permintaan mbak Nisa sendiri" ucapan Amel dengan suara tercekat karna di sertai Isak tangis nya


Bukan nya mendengar penjelasan Amel, Bu Warsih malah berlalu meninggalkan Amel yang mematung di di tempat nya, ia masuk kedalam rumah dan sesaat kemudian ia pun kembali ke luar dengan membawa koper besar milik Amel,,, Bu Warsih melempar koper itu kearah Amel dengan sangat keras hingga Amel merasakan sakit ketika koper itu mengenai kaki nya ...


"Sekarang cepat pergi dari sini sebelum para warga yang akan mengusir mu dengan secara tidak hormat,,, aku tidak akan membelamu sama sekali karna mulai detik ini kau bukan lagi putriku,,, aku menganggap Putri bungsu ku itu sudah meninggal,,,, sekarang cepat pergi,,,!!! teriak Bu Warsih dengan suara yang terdengar kasar di telinga amel


Amel tak dapat berkata apa-apa lagi,,, dengan suara Isak tangis yang tak tertahankan,,, Amel berlari kearah sang ibu dan berlutut dihadapan nya,,, sementara Bu Warsih yang merasa kesal dan marah, ia mendorong Amel dengan sangat keras sehingga Amel terjungkal dengan sangat keras,,,


Kasak kusuk pun mulai terdengar,,, semenjak Bu Warsih mendengar berita tentang pernikahan rahasia putrinya, seluruh warga kampung juga telah mengetahuinya, walau pun Bu Warsih juga merasa bingung, siapa yang sudah menyebarkan berita itu, padahal ia sendiri pun tidak tau kebenaran nya seperti apa dan berusaha menutupi semua itu dari pendengaran orang lain agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan,,,. namun sekuat apapun ia berusaha menyimpan bangkai, cepat atau lambat bau nya pasti akan tercium juga, dan ia juga harus berusaha tegar ketika mendengar pernyataan dari sang putri yang begitu ia percayai,,,


Amel memandang wajah sang ibu dengan tatapan yang begitu memilukan,,,


"Ibu, sebesar itukah rasa benci mu terhadap diri ku hingga tak ada maaf walau sedikit pun untuk ku,,, jika itu yang ibu ingin kan dan demi ketenangan ibu dan bang Feliks, maka aku akan pergi selamanya dari kehidupan kalian" ucap Amel dengan suara yang lirih dan berusaha menguatkan diri nya walau dalam hari, Amel merasa benar-benar sudah hancur


"Bagus jika kau mengerti,,, sekarang cepat pergi dari sini sebelum putraku kembali dan melihat mu,"

__ADS_1


Dengan segala keterpaksaan dan hati yang hancur, Amel melangkahkan kaki nya dengan sangat pelan dan seperti kehilangan semangat dan tak tau arah,,,


( Hem,, dasar pelakor, dia memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu,,, jika aku yang menjadi ibu nya, maka aku juga akan melakukan hal yang sama dengan Bu Warsih ) Ucap salah satu ibu-ibu yang menonton kejadian itu


( Iya kau benar,,, apa yang di lakukan Bu Warsih itu sudah benar dan aku sangat mendukung nya, lagian masih kecil tapi sudah berani menjadi pelakor ) sahut ibu yang satu lagi


Amel merasa sangat sakit ketika mendengar semua penghinaan itu, namu ia juga tak dapat berkata banyak untuk membela dirinya, sekarang Amel tak ada pilihan lain selain pulang ke rumah sang suami yang ada di kota,,,, sore itu juga Amel langsung melanjutkan perjalanan nya,,,


...----------------...


Sementara di kediaman keluarga Mahessa....


"Kenapa perasaan ku jadi gak enak ya,,, dari tadi aku kepikiran Amel terus, apa dia baik-baik saja,,,?!! tanya Nisa dalam hati nya sendiri


"Ah, dari pada aku penasaran, mending aku telpon saja dia,,," gumam Nisa lagi,,,


segera ia mengambil ponselnya yang ada di kamar dan menelpon Amel untuk menanyakan kabar nya,,, namun hingga beberapa kali ia mencoba, nomor kontak Amel sama sekali tidak dapat di hubungi,,, Nisa menjadi cemas di buat nya,,,


(Kemana anak itu, sudah ku katakan sebelum nya untuk menelpon ku jika sudah sampai, tapi sampai sekarang masih belum ada kabar sama sekali,,, sebenarnya apa yang terjadi,,, harus kah aku menyusul nya,,, aku tidak akn bisa tenang jika begini" gumam Nisa dengan perasaan yang Gelisah


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2