
Di 'RS Medika GM'
Amel yang tertidur dengan keadaan bersandar pada pinggiran tempat tidur sang suami, tiba-tiba merasakan pergerakan hingga membuat ia terbangun, Amel melihat jari-jari Arya mulai bergerak secara perlahan ,,,
"Mas, mas Arya, kamu sadar mas,,,, Dokter,,, Dokter" Amel begitu bahagia sekaligus merasa gugup atas apa yang ia lihat, tak lama kemudian datang seorang dokter pria dan beberapa suster yang merawat Arya...
"Permisi nyonya, dokter akan memeriksa keadaan suami anda" ucap salah satu suster
Amel pun dengan patuh memberikan ruang untuk dokter dan beberapa perawat itu untuk memeriksa keadaan Arya,. setelah beberapa saat, Arya sudah sadar sepenuhnya dan dokter pun sudah selesai memeriksa kondisi nya,,,
"Alhamdulillah, keadaan taun Arya sudah mulai membaik dan kondisi nya juga sudah mulai stabil, tapi walaupun begitu, tuan Arya harus tetap istirahat yang cukup agar bisa lebih cepat pulih seperti sedia kala"
"Terimakasih dok, Saya akan merawat suami saya dengan baik"
"Baiklah nyonya, kalau begitu kami permisi dulu"
Setelah beberapa perawat dan dokter berlalu, Amel tersenyum hingga meneteskan air mata saat melihat sang suami yang kini benar-benar sudah bangun dari koma nya selama beberapa hari...
"Mas"
__ADS_1
"Sayang,,,"
"Mas, Alhamdulillah akhirnya kamu sadar, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa dirimu, aku sangat bahagia karna kamu sudah berhasil melewati koma mu"
"Sayang, ini juga berkat dirimu, terimakasih karna sudah menemani ku selama aku koma".
Arya merentangkan kedua tangan nya agar Amel datang ke pelukan nya, dengan senang hati Amel pun langsung memeluk sang suami yang dalam keadaan berbaring lemah di tempat tidur nya,,,
Setelah beberapa saat, Amel tengah berusaha membantu sang suami untuk duduk dan bersandar di tumpukan bantal, dengan telaten ia menyuapkan bubur hangat pada suaminya, karna Arya yang merasa lapar sejak beberapa hari ia telah koma dan hanya cairan infus yang masuk kedalam tubuhnya
"Sayang sudah, aku sudah kenyang"
"Satu lagi mas, ini suapan terakhir, Aaa" ujar Amel yang menyodorkan sesendok bubur sambil mencontohkan dengan mulut yang terbuka,
"Sayang" Panggil Arya pada sang istri
"Ia mas, kenapa...???
"Sini..." seraya menepuk tempat tidur bagian kiri nya agar Amel dapat duduk di sana
__ADS_1
"Mas, tepat tidur itu terlalu kecil, lagi pula yang sakit itu kamu bukan aku," elak Amel
tiba-tiba ekspresi wajah Arya berubah menjadi murung, seolah ia merasa sedih atas penolakan sang istri barusan, Amel yang melihat itu, ia pun mengerti dan tanpa berucap ia langsung menghampiri sang suami dan duduk di samping nya dengan jarak yang cukup intim,,,
"Mas, ayolah kau itu sudah dewasa, kau membuat wajah manyun seperti itu tidak cocok sama sekali dengan usia mu"
"Aku hanya sedang merindukan istri ku, apa kah itu salah ...??? ucap Arya seolah-olah ia sedang bersedih
"Tidak sama sekali suamiku sayang, aku juga merindukan mu" ujar Amel seraya menyandarkan kepalanya dengan perlahan di bahu sang suami,,,, tiba-tiba sebuah senyuman tipis tersungging di wajah Arya, ia merasa bahagia saat Amel bergelayut manja pada dirinya....
"Mas,,,,"
"Uumm" { sahut Arya }
"Aku punya hadiah untuk mu"
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG