Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 48


__ADS_3

"Nona Za, Selamat datang di Kantor kami, semoga kedepannya kita bisa menjadi rekan kerja yang baik" ucap Dimas ramah


"Terimakasih Dimas,, saya berharap juga begitu" ujar Amel menanggapi ucapan Dimas dengan senyum ramah nya


______________________


Di lain tempat.....


"Arya, bangun... ini sudah jam 09:33, apa kau tidak bekerja,...??? tanya Riko membangun kan Arya yang masih tertidur


"Hhhmmm,,, biarkan aku tidur 5 menit lagi..." gumam Arya tanpa membuka matanya dan masih betah bergulung dengan selimut yang menutupi bagian tubuh nya


Tiba-tiba Riko terfikir sebuah cara yang menurut nya itu akan bekerja dengan sangat ampuh untuk membangunkan Arya,,, sebuah senyuman jahil yang tersungging di wajahnya, jika ada yang melihatnya mungkin akan merasa bergidik ngeri...


"Eehhkkmm,,, Baiklah, kalau begitu aku akan menelpon Nona Za untuk menunda pertemuan hari ini, karna bos ku sedang malas untuk pergi ke kantor...." ucap Riko sengaja dengan suara yang lantang....


Bak gayung bersambut hujan, Arya langsung melompat dari tempat tidur dan berlari kearah kamar mandi tanpa sepatah kata pun,, riko tergelak melihat tingkah sahabat sekaligus atasan nya itu, ( Ups... Hahaha,,, ku pikir cara ini sangat ampuh untuk mengatasi kemalasan mu Arya ) gumam Riko dalam hati


setelah beberapa saat kemudian, Arya pun sudah selesai mandi dan bersiap akan berangkat ke kantor, Arya Meraih tas nya yang berisikan laptop dan beberapa file penting perusahaan, dengan langkah lebar ia berjalan menyusuri lorong gedung apartemen bersama dengan Riko, ( Ya,, Arya tadi malam tidak pulang, ia menginap di apartemen Riko, karna menurut nya jika pulang kerumah ia akan kesepian dan hanya ada beberapa art yang tinggal bersamanya )


"Riko, jam berapa pertemuan akan di mulai...??? tanya Arya dengan mode serius


Riko tiba-tiba tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal,,, " Hehee, sorry bro, sebenarnya tidak ada pertemuan apapun hari ini" ucap Riko dengan suara yang lirih...


Arya tidak berkata apa-apa, ia tiba-tiba menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Riko yang ada di samping nya, suasana hening mencekam, Riko di buat bergidik saat melihat tatapan mata Arya yang tajam seolah ingin menerkam nya,...

__ADS_1


"Hehee,,, sorry... aku tidak punya cara lain lagi untuk membuat mu bangun, jadi aku terpaksa melakukan nya" ucap Riko sambil tersenyum tipis dengan kepala yang menunduk


Arya tetap tidak bersuara, ia memilih kembali melanjutkan langkah dengan ekspresi wajah yang terlihat datar dan dingin,


______________________


Jam makan siang....


sesuai janji nya, Julian menjemput Amel dan mengajaknya ke sebuah restoran elite yang terletak di tengah kota untuk makan siang bersama...


"Wow, Restoran nya rame banget...!!! ucap Amel saat pertama kali menginjakkan kaki di restoran mewah itu


Julian tersenyum menanggapi ucapan Amel, "Hem, restoran ini memang selalu ramai pengunjung, terakhir kali aku kesini sekitar lima tahun yang lalu dan keadaan nya tetap sama, tidak ada yang berubah sedikit pun, tapi tempat nya cukup nyaman untuk mengobrol dan bersantai"


Amel dan Julian mulai manikmati hidangan yang mereka pesan dan baru saja di sajikan oleh beberapa pelayan, sementara di sisi lain, dua orang pria baru saja memasuki restoran dan mengambil tempat duduk di dekat pintu dan tepatnya hanya berjarak beberapa meter dari keberadaan Amel dan Julian...


Kedua pria itu tidak lain dan tidak bukan, adalah Arya dan Riko, saat Riko berniat memanggil pelayan untuk memesan makanan, tiba-tiba mata nya terarah pada sepasang pria dan wanita yang sedang asyik manikmati makan siang nya,


"Rik,,,??? hey ada apa dengan mu, cepat pesan makanan nya, aku sudah lapar, tadi pagi aku tidak sempat sarapan sama sekali" ucap Arya kesal saat melihat Riko yang hanya bengong


"Arya,,, kau lihat itu..." ucap Riko sambil menunjuk kearah yang ia lihat,


"Ada apa...??? memangnya apa yang kau lihat di sana" tanya Arya yang masih belum mengerti


"Jangan banyak bertanya, kau cukup lihat saja, ku pikir itu akan cukup membuat mu kenyang" sahut Riko

__ADS_1


dengan patuh Arya pun mengikuti arah yang di tunjuk oleh Riko, dan benar saja, tiba-tiba Arya merasakan tegang di seluruh tubuh nya, darah nya seakan berdesir lebih cepat, urat-urat nadi yang menghijau pekat terlihat begitu menonjol di antara tangan yang terkepal dengan erat, mata nya memerah menahan Amarah,...


Siapa yang tak cemburu ketika melihat wanita yang di cintai nya tengah bermesraan dengan pria lain dan makan dengan saling suap, apalagi wanita itu masih berstatus sebagai istri nya,...


tanpa aba-aba, Arya langsung berjalan menghampiri Amel yang bersama dengan Julian...


Riko dibuat terkejut dengan sikap Arya, ia jadi merasa khawatir, takut Arya tidak bisa mengontrol emosinya, namun kenyataannya jauh dari apa yang di bayangkan oleh Riko,


"Amel" ucap Arya dengan suara yang datar dan dingin


Seketika Amel dan Julian menatap kearah yang sama secara bersamaan...


Deg.... seketika Amel tertegun saat melihat kehadiran Arya di depan nya"Mas Arya" gumam lirih Amel,


"Oh,, tuan arya, kebetulan sekali, mari bergabung dan makan siang bersama " ucap Julian pada Arya


"Tidak perlu repot tuan Julian, saya di sini hanya ingin meminjam Nona Za sebentar, ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan nya" ucap Arya dingin tanpa mengalihkan pandangan nya dari Amel


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2