
Julian tak dapat melanjutkan kata-katanya, Dinda mencoba untuk memahami sikap diam sang Kaka,,, namun dalam hati nya ia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi,,,
"Ka, aku menghargai niat baik Kaka yang ingin mempersunting lily, aku Senang Kaka tidak lari dari tanggung jawab, tapi,,, tapi aku ,,,,. Aku hanya ingin bertanya satu hal,,, apakah Lily sudah menyetujui untuk menikah dengan Kaka...?!!
Sebelum menjawab pertanyaan Dinda, Julian menarik nafas dalam-dalam dan perlahan ia hembuskan agar bisa lebih tenang "Sebelumnya aku dan Lily sudah mendiskusikan masalah ini, dan dia sudah menyetujui nya"
"Walaupun nantinya kalian akan menikah dan hidup bersama tanpa cinta" ucap Dinda di sela-sela ucapan Julian
Julian terdiam sejenak,,, sesaat kemudian... "Din, kau tidak perlu khawatir, aku sudah berjanji pada diriku sendiri, bahwa hanya akan ada satu kali pernikahan dalam hidup ku, Mulai sekarang, entah Lily bisa menerima ku atau tidak, tapi aku berjanji untuk membuatnya bahagia saat bersama ku,,, meski sejujurnya bukan ini yang kuharap kan,"
"Baiklah, jika keputusan Kaka sudah bulat,. maka mulai saat ini segera persiapkan dirimu, aku akan menemani mu untuk datang menemui orang tua Lily,,, tapi sebelum itu, Kaka harus mengabari papa dan mama dulu,,"
Julian menganggu mengiyakan perkataan Dinda,,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota J,,,
__ADS_1
"Papa, papa,,, Ley mau beli mainan Lobot itu, mainan Ley yang lama cudah lusyak, mama belum mengganti nya untuk Ley,, dia bilang mainan Ley cudah banyak, tidak ucah beli lagi, tapi Ley mau yang balu" celoteh Rey yang berada dalam gendongan sang papa dan mengadukan tentang Amel yag tak mau membelikan mainan baru untuk nya
Amel mendelik mendengar anak nya yang mengadukan nya pada sang suami, namun Arya hanya tersenyum menanggapi nya....
"Kau lihat mas,... dia persis seperti dirimu, apapun yang dia inginkan tidak perduli dengan cara apapun dia harus mendapatkan nya, meskipun dia harus menjelek-jelekkan ibunya sendiri" ucap Amel dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal
"Sudah lah sayang, biarkan saja, lagipula dia masih kecil, wajar jika ia menginginkan mainan itu,,,,"
Alih-alih menghibur sang istri, Ucapan Arya malah semakin membuat Amel cemberut dan memanyunkan bibirnya,,. "Sayang ayolah,,, jangan memperlihatkan wajah cemberut mu itu, aku semakin takut melihatnya,,, tersenyum lah" Ucap Arya sembari tersenyum
"Kau bilang wajah ku menakutkan,,,?!! Maksudmu, wajah ku seram seperti hantu...??? ucap Amel yang mulai emosi
"Hanya saja apa,,, ???!!!! sahut Amel dengan suara yang agak keras sehingga membuat mereka menjadi pusat perhatian sebagian pengunjung yang ada di mall itu,,, mungkin sebagian orang yang melihatnya dan tidak mengerti, mereka akan menganggap Arya sebagai suami yang takut istri, karna terlihat jelas dengan sikap Arya yang berusaha membujuk Amel...
"Sayang ayolah, maafkan aku, hanya karna Rey ingin mainan baru, kau sampai jadi semarah ini pada ku,, sekarang kita masih di tempat umum, malu di lihat orang, lebih baik kita belikan Rey mainan dan segera pergi dari sini"
Amel tersadar dengan ucapan Arya dan melihat sekeliling nya,,, benar saja, saat ini mereka tengah menjadi tontonan orang-orang yang ada di sana,,, tiba-tiba Amel menjadi serba salah dan merasa malu, akibat mulut nya yang terbiasa berkata nyaring sehingga ia tak dapat mengontrol nya saat berada di tempat umum,,,,
__ADS_1
"Mas, kalau begitu cepat beli mainan nya dan segera pergi dari sini" ucap Amel pada Arya
...----------------...
Setelah drama membeli mainan selesai, kini Arya, Amel dan Rey sedang dalam perjalanan menuju rumah utama Kediaman keluarga Mahessa....
"Mas,,, aku takut,,,!!! ucap Amel tiba-tiba
Arya mengerti apa yang di rasakan Amel saat ini, ia meraih tangan Amel dan menggenggam nya dengan erat untuk memberi semangat pada sang istri...
"Sayang, percayalah padaku, mama dan papa pasti senang saat melihat kalian kembali, kau tidak perlu takut, aku akan selalu ada untuk membelamu" ucap Arya dengan sangat yakin
Amel mengangguk dan berusaha untuk meyakinkan dirinya agar tidak terlihat gugup saat bertemu dengan mertuanya nanti, karna bagai mana pun ini adalah yang pertama kali nya Amel menemui mereka setelah sekian lama Amel meninggalkan kota itu.....
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG