Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 43


__ADS_3

Amel terdiam sesaat setelah mengingat kejadian di masa lalu saat dirinya mengalami masa-masa sulit...


"Amel,,, aku berharap kita bisa kembali seperti dulu lagi" ucap Arya yang menatap Amel dengan penuh harap


"Maaf tuan,,, saya rasa kita tidak perlu membahas ini lagi, masa lalu biarlah tetap menjadi masa lalu,,, saya akan segera mengurus perceraian kita ke pengadilan dan anda tidak perlu khawatir, saya tidak akan menuntut apapun dari anda"


"Amel,,, aku mohon, jangan terlalu formal dengan ku, kamu masih istriku, tolong beri aku kesempatan sekali lagi, aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk mu, ijin kan aku memperbaiki semuanya"


"Maaf tuan, saya tidak bisa,,, dan satu lagi,,, Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih atas perhatian yang anda berikan selama beberapa tahun ini, kepada saya dan putra saya, saya harus segera kembali"


"Amel,,, tunggu, aku mohon, pikirkan lah kembali, jika kau mau memaafkan ku dan menerima ku kembali, aku berjanji akan melakukan apapun untuk mu dan memberikan yang terbaik untuk putra kita, aku berharap kita bisa membesarkan putra kita bersama-sama "


Tiba-tiba terdengar suara Robi yang memanggil Amel untuk segera pulang,,,


"Nyonya, kita harus segera pulang" ucap Robi sambil memberi isyarat kepada Amel bahwa ada sesuatu yang penting dan sangat mendesak


"Em,, ma maaf tuan, saya harus segera kembali" ucap Amel yang langsung berlalu meninggalkan Arya dengan tergesa-gesa,,


Arya terdiam sesaat tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya untuk menghentikan Amel, ia menundukkan wajah nya setelah melihat Amel telah berlalu meninggalkan nya bersama dengan sang asisten,,,


Di dalam mobil...


"Robi, terimakasih sudah menyelamatkan ku" ucap Amel tulus


"Tidak masalah nyonya, sudah menjadi kewajiban saya untuk melindungi anda dari rasa ketidak nyamanan" sahut robi


"Baiklah,,, eh tunggu,,,, bukankah tadi kau memberi isyarat pada ku,,,, apa terjadi sesuatu,,,?? tanya Amel dengan mode serius


"Eemm,,, maaf nyonya, saya tadi,,,,, mmm itu tadi hanya,,, hanya mmm ( sialan, bagai mana aku menjelaskan nya pada nyonya Amel kalau tuan Julian sedang dalam perjalanan menuju ke sini,,,, Akkhhrr, robi² lagian kenapa juga tadi kau malah mengirimkan foto itu pada tuan Julian ) gumam Robi sambil sesekali melihat ke arah Amel yang duduk di kursi kemudi

__ADS_1


"Baiklah, baiklah, aku mengerti sekarang,,, tidak perlu kau jelaskan apapun" ucap Amel yang berkata seolah tebakan nya itu benar


Robi yang terdiam tiba-tiba bisa bernafas dengan lega, setidaknya Amel tidak mendesaknya untuk menuntut jawaban,,,,


tiba di apartemen....


"Mama,,, mama,,,," teriak Beby Rey sambil berhambur memeluk sang ibu yang baru saja tiba


"Rey, pelan-pelan sayang, jangan lari-lari begitu, nanti kamu jatuh" ucap Amel lembut pada sang putra


"Reyyyyyy,,, awas kauuuu,,,,,,, Huh, huh,, huh,,,,,(Teriak Dinda yang kelelahan akibat mengejar Rey ) "Amel syukurlah kau sudah pulang,,, huh,,, Rey benar-benar sudah menguji kesabaran ku "


saat Amel melihat sahabatnya dengan penampilan yang acak-acakan dan sekeliling rumah yang berantakan,,, tiba-tiba Amel merasa tidak enak karna itu semua di sebabkan putranya yang nakal ...


"Hehe,,, Din, maaf ya,,, aku merepotkan mu, karna ulah Rey kamu jadi begini" ucap Amel sembari mengangguk kepalanya yang tak gatal ..


"Mel, aku bisa memaklumi tingkah Rey yang nakal karna memang dia masih kecil, tapi hari ini dia benar-benar menguji kesabaran ku,,,,. dan kau lihat ini" ucap Dinda sembari memperlihatkan ponselnya pada Amel...


"Kau lihat betul-betul,,, dia mengirimkan pesan pada ka juki bahwa aku menyakitinya dan aku tidak bisa menjaganya, akhirnya ka Juki marah padaku dan dia memotong uang saku ku selama sebulan"


"Apa,,,!!! Rey kau melakukan itu,,,??? tanya Amel dengan tatapan marah pada sang putra, sementara Rey sedang memeluk Robi dengan sangat erat dan meminta perlindungan dari kemarahan sang ibu,,,,


"Dan lagi,,, aku sudah mengajarkan nya untuk memanggil ku dengan sebutan aunty tapi dia malah memanggil ku dengan sebutan Nenek kecil,,,, memang nya aku terlihat seperti nenek-nenek" tambah Dinda yang kesal


Amel kembali melayangkan tatapan tajam pada sang putra,,,, "Rey,,, apa mama mengajarkan mu untuk menjadi pembangkang,,,??? ucap Amel dingin


"Amel,, aku rasa putra mu ini telah dewasa sebelum waktunya,,, di usia sedini ini dia sudah bisa melakukan hal-hal yang tidak seharusnya di lakukan oleh anak seusianya pada umumnya,,,," ucap Dinda lagi,


Amel terdiam sesaat memikirkan tentang apa yang di katakan oleh sahabat nya itu,,,, Dinda memang benar, mungkin selama ini Amel mendidik Rey yang terlalu keras sehingga ia tumbuh menjadi anak yang lebih dewasa sebelum waktunya,,, Rey Tumbuh menjadi anak yang memiliki pemahaman seperti layaknya orang dewasa, karna selama ini Amel selalu mengajarkan kepada nya untuk tumbuh menjadi anak yang mandiri, Amel juga memberikan tablet android pada Rey untuk memudahkan berkomunikasi jika sewaktu-waktu Amel terlambat pulang kerja, itu sebab nya Rey sangat mengerti jika menyangkut tentang benda pipih yang satu itu,,,

__ADS_1


"Huhh,,, maafkan aku Din, ini semua salah ku, aku terlalu memanjakan nya dan memberikan semua yang ia mau" ucap Amel dengan wajah yang tiba-tiba berubah murung


tiba-tiba Dinda merasa bersalah dan menyesali perbuatan nya yang mengadu pada Amel barusan,,, ia bisa melihat dari raut wajah Amel yang tiba-tiba berubah, Dinda tersadar, bahwa selama ini Amel menjalani hidup nya yang tidak mudah, apapun ia lakukan agar tidak sampai merepotkan orang lain...


sesaat suasana hening menyelimuti,,, sesaat kemudian semua orang dikagetkan dengan kedatangan Julian yang secara tiba-tiba....


"Assalamualaikum" ucap Julian saat baru memasuki rumah dan memecah keheningan


"Wa'alaikum salam" jawab serentak Amel, Dinda dan Robi dengan ekspresi wajah yang bengong


Julian di buat bingung dengan sikap ketiga manusia itu,,,. "Hey, apa ada yang salah,,,??? tanya Julian,,, namun masih tak ada jawaban


Julian mendekat kearah Rey yang masih berada di pelukan Robi. " Rey,,, apa yang terjadi,,, kenapa ketiga orang ini menjadi diam seperti robot,,, apa ada kabel yang rusak,,,??? tanya Julian pada Beby Rey


"Ley lasya begitu om, tadi Ley tidak cengaja melucak nya, jadi nya meleka koncelet" celoteh Rey dengan bahasa cadel nya


"Konslet" ucap julain meralat ucapan Rey


"Ah iya, itu benal om,,, koncelet" ucap Rey sekali lagi yang membuat julain tertawa terbahak-bahak,,,, namun tidak dengan ketiga manusia yang masih betah mematung di tempatnya


"Rey,,, apakah om harus melakukan sesuatu untuk menyadarkan ketiga manusia robot ini,,,??? tanya julain yang tiba-tiba berfikir ingin menjahili ketika manusia itu,,, dan seketika tersirat senyum tipis yang membuat Robi bergidik ngeri....


"Jangan Bos, jangan,,, bos tidak perlu melakukan apapun, saya sudah tersadar,,," ucap Robi spontan


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2