
"Tidak, aku hanya takut kalian juga meninggalkan ku saat kalian tau aku berbohong selama ini,,, Sebenarnya,,,,,,, aku sudah menikah,,,
Ucapan Amel yang sengaja ia tahan sesaat untuk melihat reaksi kedua sahabat nya itu
Lili dan dinda hanya saling menatap untuk sesaat dan kemudian,,,,,,
"Hahahaa,,,, Amel, Amel,,, bercanda mu gak lucu Mel, kamu pikir kita bakal percaya kalau kamu udah nikah,,, lagian kalau pun kamu udah nikah dan pastinya orang pertama yang bakal kamu undang adalah kita berdua kan,,, dan satu lagi,,, ib....
"Dinda, aku tidak sedang bercanda" Amel menyela di tengah ucapan Dinda
Baik lili maupun dinda sama-sama membeku di tempat nya,,, rasa keterkejutan dapat terlihat jelas dari ekspresi wajah kedua sahabat itu masing-masing, "Lili,,, coma kau cubit aku, apakah ini hanya sebuah mimpi,,," ucap Dinda yang masih belum bisa mempercayai Amel,,,
Dan dengan polos nya Lili pun menuruti apa yang di katakan oleh Dinda,,, alhasil dinda pun menjerit kesakitan ketika Lili mencubit lengan nya,,,,
"Aww,,, Lili ini sangat sakit,,, tapi kenapa aku merasa ini hanya sebuah mimpi "
"Cukup Dinda, Lili,,, kalian tidak sedang bermimpi, aku mengatakan yang sebenarnya, aku sudah menikah dan suamiku adalah mas Arya"
"Apa,,,,??!!! ( Ucapan spontan dari mulut Lili dan Dinda )
Satu detik
dua detik
tiga detik
"Amel,,, kau gila ya, kenapa bisa begitu dan,,, ah aku benar-benar bingung,,, sekarang coba kau jelaskan pada kami ada apa dan kenapa ini bisa terjadi, bukan kah tuan Arya itu adalah suami nona Nisa dan kau,,,?!! ucap Dinda yang berusaha untuk tetap tenang
__ADS_1
"Iya din,,, aku telah menjadi istri kedua mas Arya dan kami baru menikah sejak beberapa Minggu lalu, dan itu pun juga atas permintaan mbak Nisa,, sebenarnya aku tidak bermaksud untuk membohongi kalian dan menutupi semua ini, tapi ini semua di lakukan hanya karna semata demi menjaga nama baik keluarga Mahessa,,,"
"Lalu,,,?!! tanya Lili saat Amel menghentikan ucapannya sejenak
"Mbak Nisa tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga Mahessa, dia mandul dan keluarga Mahessa juga membencinya,,, sebenarnya aku tidak mau melakukan ini, karna aku sangat tau, di balik senyum tulus mbak Nisa, terdapat Banyak luka di dalam hati nya,,, "
"Tapi kenapa kau bilang nona Nisa sendiri yang meminta kamu menikah dengan suaminya,,,???? tanya Lili lagi
"Keluarga besar Mahessa mendesak agar mas Arya menikah lagi untuk mendapat keturunan, sebenarnya mas Arya juga tidak mau menuruti kemauan keluarga nya, namun mbak Nisa tak mau egois dan menang sendiri, Cintanya untuk mas Arya sangat lah besar, sehingga ia rela mengorbankan segala nya demi mas Arya termasuk hati dan perasaan nya,,, keluarga besar Mahessa mengancam untuk menghapus nama mas arya dari daftar pewaris tunggal keluarga Mahessa jika mas Arya tak mau menikah lagi dan tidak dapat memberikan keturunan sebagai penerus kekayaan keluarga Mahessa,,,"
"Lalu apa alasan nona Nisa memilih mu untuk di jadikan Istri kedua dari tuan Arya,,,??!!! tanya Dinda lagi
"Entah lah,,, yang jelas dia bilang karna ia dan mas Arya sudah mengetahui siapa diriku dan dari mana asal-usul ku dan semua bibit bebet bobot tentang diriku, Dan itu yang membuat mereka yakin untuk menjadikan ku sebagai bagian dari keluarga Mereka"
"Lalu bagai mana dengan ibu dan Abang mu,,,?!! tanya Lili yang membuat Amel kembali tertunduk lesu
"Amel, sebaiknya kau tenang dulu, jangan berfikiran yang macam-macam,,, ku rasa kali ini kau harus membicarakan tentang hal ini dengan tuan Arya dan nona Nisa, karna bagai mana pun, akar dari masalah yang kamu hadapi saat ini juga berasal dari mereka " ucap Dinda memberi saran danberusaha menenangkan amel
"Akan ku coba,,, , Dinda, Lili terima kasih karena sudah mau mendengar kan ku, terima kasih karena sudah menjadi sahabat baik ku,,," ucap Amel tulus dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Amel, kita adalah sahabat dan sudah seharusnya saling membantu," ucap Lili dan Dinda
...----------------...
Saat pulang dari kampus,,,
Amel pulang dengan di jemput oleh sopir pribadi Suaminya, saat tida di rumah,,,
__ADS_1
"Assalamualaikum,,," ucap amel pada saat memasuki rumah dan melihat Nisa dan Jee yang sedang duduk di ruang tamu bersama dengan beberapa teman arisan Nisa,,,
"Wa'alaikum salam" sahut Nisa saat melihat dan mendengar suara ucapan salam dari Amel,,,
"Amel kamu udah pulang,,, sini dulu. " ucap Nisa yang memanggil Amel dan meminta nya untuk mendekat
Dengan sangat patuh Amel menuruti apa yang di katakan oleh Nisa,. "Iya mbak, ada apa ya,,,?!! tanya Amel dengan polos nya
"Emm, mbak cuma pengen kenalin kamu ke teman-teman mbak nih,,, ayo duduk dulu" ucap. Isa ramah denga di sertai senyuman yang menghiasi wajahnya
Semua mata tertuju kepada Amel,,, teman-teman Nisa menjadi heran dan sekaligus bertanya-tanya dalam hati, siapa gadis kecil yang memanggil Nisa dengan sebutan mbak dan begitu juga sebaliknya...
"Nis,,, ini siapa ya,,,??? tanya salah satu teman Nisa yang sudah sangat penasaran
"Eehh,,, ini kenalkan, dia adikku, nama nya Amelia Zahira" ucap Nisa memperkenalkan Amel pada taman-taman
"Ohhh,,, eh, adik,,,?!! sejak kapan kamu punya adik, setauku kamu kan gak punya adik,,,?!! tanya teman Nisa yang satu lagi
"Ah iya,,, dia adalah aduh sepupu jauh ku yang dari kampung, dia di kota ini untuk kuliah dan aku sengaja memintanya untuk tinggal di sini agar tidak perlu buang-buang uang hanya untuk bayar sewa rumah atau kost, itu sebab nya aku mengajak nya kesini
Alasan Nisa cukup masuk akal sehingga teman-teman memilih percaya dengar apa yang di katakan oleh Nisa, sementara Jee dengan raut wajah penuh kebencian, kala mendengar Nisa yang berusaha menutupi tentang jati diri Amel dan status nya di rumah besar itu,,,
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG