Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 28


__ADS_3

"Bukan aunty tapi Tante" sahut Arya yang sengaja menggoda kedua adiknya


"Iihhh,,, kakak apaan sih, kami ini masih muda dan masih gadis juga, masa di panggil Tante, gak cocok tau" kesal Arsya si adik bantot


"Masih muda,, masih gadis,, tapi udah keriput kan,,, atau gini aja, gimana kalau nanti panggilan anak kakak manggil kalian dengan sebutan bibi,,, aku rasa itu sangat cocok " ucap Arya dengan tampang tidak merasa bersalah


"Kakakkkkk" teriak serentak Arsya dan Alya sehingga membuat Amel dan yang lain menjadi tersentak kaget karna nya


"Aduhhh,,, kalian bisa diam gak sih,,, kalian ini jangan heboh begitu dong,,, Arya berhenti mengajak ribut adik mu, nanti menantu mama pusing karena ulah kalian" ucap Nyonya Rani yang kesal dengan kelakuan ketiga anak nya


"Hehee,,, maaf ma" ucap Arya sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal


Suasana di kamar rawat amel pun seketika menjadi ramai dan lebih berwarna, Amel dapat merasakan betapa hangat dan bahagia nya memiliki keluarga yang lengkap dan begitu perhatian terhadap nya,,, suara canda tawa antara kedua adik ipar nya dan juga suami nya telah membuat ia melupakan rasa sedih nya untuk sesaat,,,, namun seketika ia kembali termenung kala mengingat kejadian sebelumnya di mana sang ibu yang telah mengusir nya dan berkata tidak menganggap dia sebagai anak nya lagi,, di saat yang bersamaan kedatangan Nisa seketika membuat semua orang terdiam kecuali Arya,,,,


"Assalamualaikum,,,, pa, ma" ucap Nisa saat baru masih dan menyalami tangan kedua mertua nya,


Namun tanpa berkata sepatah pun atau menjawab salam dari Nisa, Nyonya Rani dan tuan Adi hanya diam saja seolah tak menganggap kehadiran Nisa di sana,

__ADS_1


"Sayang, kamu datang" ucap Arya yang langsung menyambut kedatangan istri pertama nya itu


"Ah, iya mas,,, dan ini aku bawakan sarapan untuk mu dan Amel,,," ucap Nisa sembari meletakkan sebuah rantang susun di atas meja,


"Makasih sayang" ucap Arya tulus


Untuk sesaat suasana di ruangan itu berubah menjadi sunyi mencekam, tak ada yang berucap sepatah kata pun,,, Amel yang menyaksikan semua itu jadi merasa serba salah, ia dapat melihat dengan jelas, tatapan kebencian dari kedua mertuanya dan juga adik ipar nya terhadap Nisa,,, walau dalam hati Amel merasa bingung dan bertanya-tanya, entah apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka sehingga mampu membuat Keluarga besar Mahessa membenci Nisa,,, Amel merasa jika karna hanya alasan Nisa yang tak bisa memberikan keturunan, maka itu bukan lah hal yang besar, apalagi Amel yang dapat melihat betapa baik dan lembut nya sikap kedua mertuanya itu,,,


Namun Amel tidak mau berprasangka lebih jauh lagi, dan ia hanya memilih diam,,,


"Iya mbak, Alhamdulillah amel sekarang sudah baikan,,,"


"Syukur lah kalau begitu, mbak senang mendengar nya,"


"Iya mbak,,, Mbak Nisa, terima kasih" ucap Amel


"Terima kasih untuk apa Amel,,, mbak tidak merasa melakukan sesuatu untuk mu,,,??? tanya Nisa

__ADS_1


"Terima kasih karna mbak Nisa sudah mau repot-repot membawa kan sarapan untuk Amel, selama ini mbak Nisa sudah sangat baik sama Amel " ucap Amel lagi


"Amel,,,, mbak tidak pernah merasa di repotkan oleh mu,,, mbak senang bisa melakukan nya karna kamu sudah mbak anggap sebagai adik mbak sendiri,,,, oh ya, mbak lupa kalau mbak ada urusan penting dengan teman,, kalau begitu mbak pamit dulu ya,,,, "Papa, mama, mas Arya, aku pamit ya, soalnya ada urusan,,, Assalamualaikum "


Nisa segera berlalu dari Ruang rawat amel,,, ia merasa cukup tau diri dan sangat sadar bahwa kedua mertuanya tidak mengharapkan kehadiran nya di sana,,, dengan perasaan hancur dan air mata yang tak dapat di tahan lagi, sepanjang jalan menuju tempat parkir mobil nya,,, Nisa tak dapat menyembunyikan rasa Sedih nya,,, saat di dalam mobil,,, Nisa menangis sejadi-jadinya dan menumpahkan segara rasa kesedihan nya, bukan semata karna sikap kedua mertuanya yang tidak menyukai nya, karna sejujurnya Nisa pun merasa sudah terbiasa dengan perlakuan tidak adil dari kedua mertuanya itu,,,


*Suara hati Nisa*


( Kadang aku merasa dunia ini tidak adil pada ku,,, tapi aku sadar untuk tidak terlalu serakah dengan ingin mendapat segalanya,,,, aku punya segalanya, Harta tahta, jabatan/pangkat dan suami yang menyayangiku, tapi aku merasa semua itu tidak ada artinya sama sekali,,,, karna pada kenyataannya, uang tidak bisa membeli segalanya yang aku inginkan, percuma aku memiliki segalanya tapi aku tidak bisa memberikan kebagian seutuhnya untuk suamiku ,,,, aku tidak bisa menjadi wanita yang sempurna bagi nya,,, jika semua kedudukan dan jabatan mampu kuraih dengan mudah, tapi untuk menggapai satu kedudukan yaitu menjadi seorang IBU, aku tidak mampu, dan selamanya aku tidak akan pernah bisa mencapai kedudukan itu,,, Aku cukup tau diri untuk tidak merasa iri dengan apa yang di peroleh oleh Amel,,, karna pada dasar dan kenyataan nya, sebagai wanita yang sempurna ia berhak mendapatkan semua itu,,, jikapun aku harus mundur untuk nya, maka aku siap melakukan itu )


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2