Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 41


__ADS_3

Selama rapat berlangsung,, Arya sama sekali tidak bisa fokus dan konsentrasi nya tergganggu karna ia yang terus menerus mencuri pandang pada Amel yang sedang berbicara tegas menjelaskan tentang kerja sama mereka,,,


Setelah beberapa saat kemudian....


"Baiklah, saya rasa untuk hari ini, cukup sampai di sini dulu,, sebelum itu saya harus mengkonfirmasi kan pada tuan Julian tentang perubahan konsep kerja sama ini, setelah itu kita akan bahas di rapat selanjutnya" ucap tegas Amel


Arya tidak berkata apa-apa, ia hanya terus sibuk memperhatikan Amel yang saat ini sudah berdiri di hadapan nya,,, Riko menyadari kalau bos nya itu sedang tidak fokus...


"Tuan, nyonya Za akan segera pergi" ucap Riko, namun masih tak ada Jawa


"Tuan,,, tuan Arya" ucap Riko sekali lagi dan berhasil membuat Arya tersadar


"Ehh,, iya, i iya baik lah, kalau begitu sampai ketemu lagi di rapat selanjutnya" ucap Arya spontan dan langsung menjulur kan tangan nya untuk bersalaman dengan Amel


Dengan sopan Amel pun menyambut nya dan mereka pun saling menjabat tangan untuk beberapa saat....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tempat parkir mobil, ( Masih di area 'HEIR GROUP' )


"Robi, kenapa kau tidak bilang padaku kalau pemimpin 'Heir group' ini adalah Arya Mahessa,,,??? tanya Amel dengan ekspresi wajah setengah kesal


"Maafkan saya nyonya, saya fikir anda sudah tau ,,, lagi pula saya juga tidak tau Sebelumnya Kalau tuan Arya itu mantan suami anda" ucap Robi dengan kepala yang menunduk


.


.


"Siapa yang anda maksud dengan mantan suami nya,,,???


Sahut seseorang dari arah yang yang cukup dekat


Tap

__ADS_1


tap


tap


Suara langkah sepasang kaki jenjang itu yang mendekat ke arah Amel dan robi yang saat ini masih berdiri di samping mobil


saat posisi pria itu benar-benar sudah berada di hadapan Amel,,, Amel dan Robi pun sama-sama membeku karna nya...


Amel merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya, sepasang mata yang saling bertemu dan bertautan untuk sesaat,,, namun tidak berselang lama, kedua nya pun dikagetkan dengan suara Robi yang berpura-pura batuk,,,,


"Mm, Amel, bisa kita bicara sebentar,,,??


"Katakan saja, saya tidak punya waktu banyak " ucap Amel dengan suara yang tegas


Arya menarik nafas dan menghembuskan secara perlahan, ia melihat ke arah Robi yang berdiri di samping Amel, Robi pun mengerti arti tatapan itu dan kemudian berlalu meninggalkan kedua nya...


"Cepat katakan, saya tidak punya banyak waktu" desak Amel dengan membuang muka ke arah lain


"Hehh,, Anda benar tuan, saya memang masih istri anda tapi perlu saya ingatkan juga, bahwa itu hanya berlaku di mata hukum, dan tidak secara keagamaan"


"Tidak, kau masih istri sah ku baik itu di mata hukum maupun keagamaan,,, mungkin selama tiga tahun aku memang tidak pernah memberi mu nafkah batin, tapi untuk nafkah Zahir, aku selalu memberikan itu untuk mu, dan aku juga tau, kau selalu menerima nya" ucap Arya dengan senyum tipis di wajah nya


"Apa maksud mu,,,?? tanya Amel yang mulai tersulut


"Amel, kau masih ingat bahwa setiap bulan akan ada seseorang yang datang mengantar paket sembako dan uang untuk mu,,,???


Amel terdiam sesaat berusaha mengingat kembali apa yang terjadi selama tiga tahun ia tinggal di luar negeri


Flashback on


tiga tahun lalu


Tok tok tok... ( suara ketukan pintu di kediaman Amel )

__ADS_1


"Ada apa ya pak,,,? tanya Amel saat membuka pintu dan melihat dua orang bapak-bapak yang membawa beberapa peket sembako


"Maaf nona, kami dari pihak pemerintahan daerah yang memberikan bantuan, kami akan membagikan bantuan berupa sembako dan uang tunai pada setiap bulan kepada keluarga kurang mampu, khusus nya ibu-ibu hamil seperti anda"


"Oh, baiklah pak, saya ucapkan terimakasih sebelumnya atas bantuan ini" ucap Amel dengan sopan


"Sama-sama nona, mohon tanda tangani surat ini sebagai tanda bahwa Anda sudah menerima bantuan dari kami, setelah ini anda akan menerima bantuan setiap bulan secara rutin, ini akan berlaku selama anda tinggal di kota ini"


"oh, benarkah bak, Kalau begitu terima kasih banyak pak, terima kasih banyak" ucap Amel yang merasa bahagia,


saat Amel masuk dan membawa serta Paket sembako dan sebuah amplop berwarna coklat yang di berikan oleh bapak-bapak tadi dengan mengatas namakan bantuan pemerintah,, Amel membuka amplop itu dan melihat isi nya, sebelum nya Amel merasa kaget saat menghitung jumlah uang yang terdapat di dalam nya yang berjumlah 5 juta, namun sesaat kemudian Amel pun mencoba untuk berfikir positif,,, karna ia merupakan pendatang baru di kota itu, mungkin pemerintah nya memang sangat baik, memberikan bantuan kepada rakyat nya dengan jumlah uang menurut Amel itu sangat lah banyak... sebagai seorang pendatang baru di kota itu, tentunya Amel masih sangat kekurangan dalam segi ekonomi, apalagi Amel sedang hamil dan dia harus mengumpulkan uang untuk biaya melahirkan nanti, walaupun ada Julian di sana yang membantunya, amel tetap tidak akan merasa nyaman jika terus merepotkan Julian...


Flashback off


"Jadi,,, selama ini kamu tau tempat tinggal ku,,,??? tanya Amel dengan tatapan menyelidik


Arya menarik tangan Amel dan membawa nya duduk di tempat yang lebih nyaman untuk menceritakan semua tentang kejadian di masa lalu


"Benar,,,, Tiga bulan setelah kepergian mu, Nisa meninggal,,, dan aku membayar banyak orang untuk mencari tau keberadaan mu, selama dua bulan proses pencarian saat itu aku ingat, usia kandungan mu seharusnya sudah lima bulan, dan salah satu anak buah ku menemukan keberadaan mu dan tempat tinggal mu, saat itu aku ingin menemui mu dan menjemput mu untuk kembali, tapi saat itu aku tidak punya cukup keberanian untuk berhadapan dengan mu,, selama dua tahun aku hidup dalam bayangan rasa bersalah yang terus menghantui ku, aku tau kamu pergi karna ulah ku, selama itu juga aku menyadari kalau aku benar-benar tidak bisa hidup tanpa mu, aku sudah jatuh cinta pada mu, tapi perasaan bersalah itu mengalahkan ego ku,,, hingga akhirnya aku memutuskan untuk tetap memantau diri mu dari kejauhan hingga tiba waktu mu melahirkan putra kita, saat itu aku juga berada di sana,


Aku tau, kamu melahirkan di rumah sakit seorang diri tanpa ada yang menemanimu, aku bekerja sama dengan beberapa petugas disana dan mereka mengijinkan ku menyamar sebagai perawat laki-laki yang mendampingi dokter untuk proses kelahiran anak kita,,,,!!!


"Jadi, Yang mengadzani Rey,,,, waktu itu,,,,????


"Iya,,, aku sendiri yang mengumandangkan adzan di telinga putra kita untuk yang pertama kalinya"


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2