Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 19


__ADS_3

Keesokan harinya, Amel bersiap akan berangkat menuju terminal dengan di antar oleh Nisa bersama dengan supir nya,,,


"Amel, kau yakin tak mau ku temani" ucap Nisa dengan raut wajah yang terlihat khawatir pada Amel


"Mbak, mbak Nisa gak perlu khawatir, seandainya nanti terjadi sesuatu pada ku, aku pasti akan mengabari mbak atau mas arya, tapi aku rasa itu tidak akan pernah terjadi, karna aku sangat tau bagai mana ibu dan bang Feliks menyayangi ku, mereka tak mungkin menyakiti ku" ucap Amel yang berusaha untuk tetap positif thinking dan berharap semua akan baik-baik saja


"Baik lah, Amel sekali lagi maafkan mbak yang sudah membuat mu berada di situasi ini" ucap Nisa tertunduk merasa bersalah pada Amel atas apa yang dia lakukan


"Mbak, ini sudah menjadi takdir yang telah Allah tetapkan untuk ku jalani, dan ini bukan lah murni kesalahan mbak Nisa, melainkan aku hanya menjalani apa yang seharusnya di takdir kan untuk ku, aku ikhlas mbak "


saat tiba di terminal, sebelum pergi Amel terlebih dahulu memeluk Nisa dan berusaha mengingat kan agar tidak mengkhawatirkan keadaan nya saat di kampung nanti, dan di saat yang bersamaan ponsel Nisa juga berbunyi,,, Nisa melihat nama Pemanggil yang bertuliskan di layar benda pipih itu, ia pun segera mengangkat nya


"Assalamualaikum,,, sayang Apa Amel sudah berangkat ya, aku mencoba menelpon nya tapi nomor nya tidak aktif" tanya Arya Di sebrang telpon


"Wa'alaikum salam,,, mas, ini Amel baru mau berangkat, apa mas ingin bicara dengan nya,,,??? tanya Nisa


"Emm,, iya , berikan ponsel mu pada nya, aku ingin bicara sebentar " ucap Arya


Nisa menyerahkan ponsel itu pada Amel dan di sambut dengan baik oleh amel walau pun dalam hati sebenarnya ia merasa ragu


"Hallo,,,i iiya mas, kenapa ya,,,??? tanya Amel dengan suara yang lirih


"Mmm, tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengingatkan mu untuk pulang kembali kerumah utama, oh iya satu lagi, aku sudah mengirimkan uang jatah bulanan ke rekening milik mu, dan itu hanya untuk mu saja, untuk Nisa sudah ku kirim juga" ucap Arya di sebrang telpon


"Baiklah, terima kasih banyak sebelum nya" ucap Amel yang terlihat sungkan


"Ya sudah, kalau begitu ku tutup ya, soal nya aku mau pergi ketempat kerja, dan ingat untuk mengabariku atau Nisa jika kau sudah sampai nanti"


"Baiklah, aku pasti akan mengabari mu, aku juga akan segera berangkat, sudah dulu ya, assalamualaikum " ucap Amel dengan senyuman yang sekilas dapat di lihat oleh Nisa,

__ADS_1


Jika di tanya apakah Nisa cemburu, itu tentu saja, karna sejujur nya tak ada wanita di dunia ini yang rela berbagi suami dan itu adalah suatu hal yang tidak mudah di jalani apalagi mereka tinggal satu atap, tapi nisa cukup sadar untuk tidak memperlihatkan kecemburuan nya itu dan tidak seharusnya ia menaruh rasa cemburu ketika suami nya sedang bersama istri muda nya, karna sebenarnya Amel tidak akan bisa masuk dalam rumah tangga nya kecuali ia sendiri yang membawanya, jika bukan karena permintaan nya, maka Amel tidak akan melakukan itu,,,


"Mbak,,, mbak Nisa,,," ucap Amel yang mengagetkan Nisa dari lamunan nya


"Ah iya,,, ada apa Mel,,,?!! tanya Nisa gelagapan


"Ini ponsel mbak, kalau begitu aku pergi dulu ya mbak, mbak jangan lupa jaga kesehatan" ucap Amel mengingat kan Nisa pada kesehatan nya sembari menyodorkan ponsel Nisa yang sebelumnya ia gunakan


"Oh, iyaa,, baik lah kamu juga jaga diri baik-baik ya, jangan lupa menelpon ku jika terjadi sesuatu " ucap Nisa tulus


"Iya mbak"


...----------------...


Beberapa jam kemudian, amel telah tiba di kampung halaman, Amel melihat jam di ponselnya yang menunjukan pukul 03:05 sore, ia tengah berdiri di depan sebuah rumah yang cukup sederhana, namun rumah itu masih dalam keadaan tertutup, Amel memberanikan diri untuk membukanya, ternyata pintu rumah tidak di kunci sama sekali...


"Hm, ibu dan bang fel kemana ya, kok rumah di biarkan gak di kunci gini" ucap Amel bergumam


"Ibu, sekarang aku sudah pulang, aku rindu kalian,,," Amel berucap lirih dan tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja, namun sesaat kemudian ia pun tersadar dan segera mengusap air mata nya, Amel bergegas menuju kamar nya yang masih tetap seperti dulu,


setelah beberapa saat menunggu namun ibu dan Abang yang ia nantikan belum datang juga, Amel pun berinisiatif untuk membuat kan mereka makan malam, saat di dapur, Amel kaget saat melihat di dalam kulkas terdapat begitu banyak sayuran segar dan buah-buahan,,,


"Hm,, apa sekarang ibu dan Abang sudah mulai menyetok makanan dan sayuran, banyak sekali ini" ucap Amel yang tidak tau kalau ibu dan kakak nya sekarang memiliki kebun sendiri


setelah beberapa saat Amel berkutat dengan peralatan dapur dan rempah-rempah,,,, di depan pintu terdengar suara seperti seseorang yang baru datang, Amel menyadari nya dan segera mengehentikan kegiatan memasak nya itu,,,


"Ah, itu pasti ibu dan bang fel yang baru pulang" gumam Amel


di depan pintu...

__ADS_1


"Ibu, seperti nya ponsel ku ketinggalan di tempat kerja, ibu masuk duluan ya, aku akan kembali untuk mengambil nya" ucap Feliks yang berlalu meninggalkan sang ibu di teras rumah mereka


di saat yang bersamaan ketika Bu Warsih akan membuka pintu,,, Amel lebih dulu membuka nya dan......


.


.


.


"ibu"


Sepasang mata tua renta itu tak menjawab langsung ketika Amel menyebut nama nya, tubuh nya mulai bergetar dan mata nya mulai memerah menahan cairan bening yang akan mengalir,,,


Dengan perasaan rindu yang teramat besar sekaligus perasaan takut yang tiba-tiba mendera,,, Amel perlahan melangkah kan kaki nya untuk mendekat pada sang ibu,,,,


.


.


.


"Berhenti,,,!!!


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2