
Amel memilih duduk manis sambil menunggu kedatangan sang suami agar bisa makan malam bersama,,,, setelah menunggu beberapa saat akhirnya yang di tunggu pun datang juga,,,
"Kok gak makan,,,?!! tanya Arya ketika melihat Amel yang belum menyentuh makanan nya
"Mas Arya,,, aku sengaja nungguin mas biar bisa makan bareng, dulu ibu selalu bilang kalau udah nikah gak boleh makan lebih dulu dari suami nanti suami jadi makan makanan sisa dan itu jadi dosa besar buat si istri,," jelas Amel dengan tampang lugu nya
Arya hanya diam dan tersenyum menanggapi perkataan istri kecil nya itu, sungguh dalam hati Arya mengakui kalau Amel itu benar-benar masih sangat polos meskipun kadang ia berpikir layak nya seperti orang dewasa namun tingkah laku nya masih tetap anak gadis yang berusia 20 tahun pada umum nya,...
setelah beberapa saat Amel dan arya pun sudah selesai makan malam, kini mereka telah kembali ke kamar nya untuk mengistirahatkan tubuh yang lelah akibat beraktivitas sepanjang hari... saat Amel akan mulai membaringkan tubuh nya di samping sang suami tiba-tiba ponsel nya berdering menandakan adanya panggilan masuk dari seseorang, saat melihat nama yang tertera di layar ponsel itu, Amel kembali merasa ragu untuk mengangkat nya,,,
"Amel, kenapa tak di angkat,,,?!! tanya Arya saat melihat istrinya itu hanya bengong memandang ponsel nya
"Mas,,, ibu".
Amel ragu untuk mengangkat panggilan dari ibu nya, itu adalah panggilan pertama dari sang ibu semenjak Amel dan Arya menikah beberapa hari yang lalu,,,
"Amel angkat saja, berbicaralah sebagai mana biasa kamu berbicara pada ibu" ucap arya
Dengan ragu akhirnya Amel pun menekan tombol Ikon hijau di layar ponsel nya....
__ADS_1
"Assalamualaikum Amel, kenapa lama mengangkat telepon ibu nak, apa kamu sibuk,,,," tanya sang ibu saat panggilan sudah tersambung
"Wa'alaikum salam Bu,,Emm itu anu Bu,,, Mmm Amel ,,, Amel " Amel berucap dengan tergagap bingung untuk mencari alasan yang tepat karena sejujurnya Amel adalah anak yang tak pandai berbohong dan itu pantang ia lakukan apalagi terhadap orang tua nya,, sementara Arya tetap pada posisi nya dan mengisyaratkan agar Amel tetap tenang, Amel pun menuruti apa yang di katakan oleh Arya, sebisa mungkin ia berusaha untuk tetap bersikap seperti biasa pada ibu nya
"Ibu,,, maaf sebenarnya amel masih kerja kelompok, nanti Amel telpon lagi ya" ucap Amel
"Oh, baiklah kalau begitu ibu tutup telpon nya ya, kamu baik-baik di sana dan jangan lupa makan malam juga jangan tidur terlalu larut malam nanti kamu sakit loh, ibu gak mau kamu sampai kenapa-kenapa"
"Iya Bu, Amel akan melaksanakan perintah ibu dengan sangat baik" ucap Amel meyakin kan sang ibu
"Ya udah kalo gitu ibu tutup ya, assalamualaikum"
Setelah memastikan panggilan berakhir, Amel pun menaruh kembali ponselnya di atas nakas,,, Arya menarik tubuh mungil istrinya dan membawa ke dekapan nya,,,
"Kamu tenanglah, cepat atau lambat aku pasti akan menemui ibu dan Abang mu di kampung untuk membicarakan tentang kita"
Amel hanya diam dalam pelukan sang suami hingga beberapa saat akhirnya ia pun tertidur dalam pelukan Arya, Arya yang melihat itu pun tersenyum dan membiarkan Amel tetap berada di pelukan nya, Ia memandang wajah teduh istri kecil nya saat sedang terlalap, di belai nya pucuk rambut sang istri sehingga mampu membuat Amel semakin nyenyak dalam tidur nya,,,, tak lama kemudian Arya pun ikut menyusul istri nya kedalam alam mimpi....
Sementara di tempat lain,,,
__ADS_1
"Apa,,,?!! Nisa kamu gila ya, di saat kamu sakit-sakitan seperti ini kamu malah meminta suamimu untuk menikah lagi, dan dengan bodoh nya si Arya itu malah menerimanya dan kamu,,,, kamu. Akkhhh,,,, Kaka benar-benar gak habis pikir sama kamu Nis, sekarang kalau sudah seperti ini siapa yang akan memberimu semangat untuk hidup, bahkan kamu sendiri pun tak mau mengobati penyakit mu" ucap Jee yang Frustasi terhadap masalah yang di hadapi adik sepupu nya itu
"Ka Jee aku sudah ikhlas dengan semua ini, walau sekuat apapun aku mempertahankan mas Arya menjadi milikku seorang, itu semua hanya akan sia-sia, keluarga nya tetap membenciku sampai kapan pun, lalu aku bisa apa,,,??? ucap Nisa dengan penuh ketegaran
"Kamu tanya kamu bisa apa,,, aku hanya akan mengatakan kamu itu adalah wanita paling bodoh yang pernah aku temui di muka bumi ini,,, bukan kah kamu sendiri yang bilang sekalipun keluarga Mahessa tak menyukai mu tapi suamimu itu tetap mencintai mu dan akan selalu membela mu,,, katakan pada ku kemana Seorang Anisa Rayanza yang aku kenal Dulu, dulu kau pernah bilang tidak perduli soal restu dari orang tua Arya asalkan kalian tetap bersama tapi nyatanya sekarang apa,,,??? bahkan kau sendiri yang meminta suamimu untuk menduakan mu" Jee benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Nisa yang menurut nya sangat sempit
"Cukup kak,,, kalau aku tau akan seperti ini aku juga tak kan menikahi mas Arya, dulu mungkin aku memang mengatakan seperti itu tapi itu sebelum aku mengetahui kalau aku takkan pernah bisa memberikan keturunan bagi mas Arya,,,, Hikss,,,, aku hanya gak mau egois ka, aku gak mau mengorbankan orang yang aku cintai hanya demi ego ku, aku gak mau mas Arya menderita karena aku".
Akhirnya tangis Nisa pun pecah kala mengatakan yang sebenarnya pada kakak sepupu nya,,, Jee hanya bisa terdiam ketika mendengar penuturan dari mulut Nisa secara langsung,
"Aku benar-benar tidak percaya ini, aku benar-benar tak mengenali Anisa Rayanza yang saat ini ada di hadapan ku,, Anisa yang aku kenal bukan lah wanita yang mudah menyerah," setelah Jee berucap ia pun langsung berdiri meninggalkan Nisa yang saat ini sedang menangis di dalam kamar nya.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1