
Arya menyadari bahwa ucapan nya barusan yang tanpa sadar telah membuka luka lama di hati istrinya itu,,, Arya perlahan memberanikan diri untuk menggenggam tangan Amel,,,
"Sayang,,, ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu, ini menyangkut ibu dan bang Feliks,,," ucap Arya dan sesekali melirik kearah Amel untuk melihat reaksi nya
Namun Amel hanya diam dan tak berucap sepatah kata pun,,, pandangan nya fokus ke depan menatap jalanan yang di penuhi dengan kendaraan yang berlalu lalang di sekitar nya....
sampai di suatu tempat, di mana tempat itu telah di sediakan khusus oleh Arya sebelum nya... di sebuah restoran, Arya telah memesan ruang VIP khusus untuk nya bersama dengan anak istrinya,,,
beberapa saat kemudian, berbagai macam hidangan pun telah di sedia kan. di atas meja,,,, Rey kecil yang memang sedang aktif² nya, sejak tadi tidak mau diam barang sedikit pun, Arya sampai merasa kewalahan menghadapi nya, sedangkan Amel, sejak kejadian di mobil ketika Arya menyebutkan Rey memiliki dua nenek, Amel terus saja murung dan tak bergeming sedikit pun, tatapan mata yang kosong seolah tak memiliki kehidupan di dalam nya,
"Rey,,, Rey sayang dengarkan papa,,, Rey makan duluan, papa ingin bicara dengan mama sebentar" ucap arya tegas dengan nada memerintah pada sang putra
dengan patuh, Rey pun melakukan apa yang di perintahkan oleh papa nya,,,
arya menghampiri Amel lebih dekat dan duduk di samping nya,,, perlahan Arya mengulurkan tangan dan memegang kedua bahu istrinya....
"Sayang,,, dengarkan aku, cerita kan apa yang mengganjal di hati mu sehingga kamu begini,,, tidak seharusnya kamu begini di saat saat seperti ini " ucap Arya dengan suara yang lembut
Tiba-tiba sebutir cairan bening telah berhasil lolos dari mata Amel, " Mas, sudah tiga tahun berlalu,,, apakah ibu dan bang Feliks bisa memaafkan ku, apa mereka merasakan rindu pada ku seperti aku merindukan mereka,,, hiks..." ucap Amel yang akhirnya menumpahkan air mata nya
Arya berusaha menenangkan sang istri dengan memberikan pelukan hangat dari nya,,, sementara Rey yang memang tidak mengerti apa yang terjadi pada mamanya, ia hanya acuh dan terus melanjutkan makan nya
__ADS_1
"Sayang,... ibu sudah memaafkan mu begitu juga dengan bang Feliks, aku yakin mereka juga merindukan mu seperti kamu merindukan mereka,,,,"
Amel mendongak menatap wajah Arya dengan penuh tanda tanya.... "Bagai mana mas bisa mengatakan itu dengan yakin...??? tanya Amel yang masih dengan suara nya yang serak akibat menangis
arya melonggarkan pelukannya terhadap Amel dan menatap Amel dengan sangat intens,,, lalu menceritakan kejadian di masa lalu saat amel pergi....
"Tiga tahun lalu saat kamu pergi meninggalkan ku bersama dengan kehamilan mu,,, aku mencari mu kemana-mana, bahkan aku mencari mu Hingga ke kampung halaman tempat di mana ibu dan Abang mu tinggal, berharap aku bisa menemukan mu di sana, namun hasilnya nihil,,, aku bertemu ibu dan bang Feliks, aku menceritakan yang sebenarnya terjadi pada mereka, aku menceritakan apa yang kamu alami yang sebenarnya hingga pada saat kamu pergi meninggalkan ku dan membawa putra kita yang masih dalam kandungan mu,,,, ibu sedih, dia mengaku menyesal karna telah mengusir mu....
flashback on
"Nak Arya,,, tolong temukan Amel secepatnya nak, ibu ingin minta maaf, ibu menyesal telah mengusirnya, ibu menyesal karna tidak mengijinkan nya untuk memberi penjelasan waktu itu,,, ibu mengaku salah, waktu itu, ibu terlalu di kuasai kabut amarah sehingga ibu tidak mampu berfikir jernih" ucap Bu Warsih dengan air mata yang berlinang membasahi pipi nya
"Apa,,,??!! Amel sedang mengandung...??? tanya Bu warsih
"Iya Bu, setelah ibu mengusir Amel dari sini, amel berusaha ingin mengakhiri hidupnya, beruntung anak buah ku menemukan nya, hingga akhirnya anak buah ku membawa Amel kerumah sakit, dan di saat itu lah aku tau bahwa Amel tengah mengandung," ucap Arya dengan suara yang melemah dan kepala yang tertunduk
Bu Warsih tak dapat menahan dirinya lagi, dengan tangis nya yang pecah di dalam pelukan Feliks sang putra sulung, Bu Warsih mengakui bahwa dirinya memang egois, ia tidak membiarkan Amel menjelaskan semuanya yang terjadi
"Bu, aku mohon jangan menangis lagi, berdo'a lah semoga Amel dan kandungan nya selalu dalam lindungan Allah, ibu tidak boleh sepeti ini,,," ucap Feliks yang berusaha menenangkan sang ibu
"Ini semua salah ibu nak, waktu itu ibu benar-benar marah padanya dan mengusir nya, ibu tidak memberikan kesempatan kepada nya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,,, bisa-bisa ibu percaya begitu saja dengan sebuah surat yang ternyata semuanya hanya omong kosong,,," ucap Bu Warsih yang kali ini membuat Arya yang terkejut
__ADS_1
"Surat ...??? tanya Arya singkat dan menatap Feliks dengan penuh tanda tanya
"Iya arya,,, seseorang waktu itu mengirimkan paket melalui kurir, dan di dalam nya terdapat foto pernikahan mu dan Amel dan juga selembar surat di dalam nya" jelas Feliks
"Apa isi surat itu ...??? tanya Arya
"Di surat itu mengatakan, bahwa Amel lah yang merebut mu dari istrimu hingga menyebabkan istrimu sakit keras, di surat itu juga mengatakan, bahwa Amel telah menjual diri nya pada seorang pria beristri hanya karna demi uang dan hidup enak,,, saat itu aku pun juga marah besar setelah membaca surat itu, namun saat amel datang kesini ibu telah mengusir nya lebih dulu sebelum aku pulang" kelas Feliks lagi
"siapa yang mengirimkan surat itu ...??? tanya Arya
"Aku tidak tau,,, tak ada nama pengirim yang tercantum sama sekali, itu sebab nya aku pun merasa ragu sebelum nya,,, namun saat melihat foto-foto pernikahan itu dan juga saat kedatangan Amel, ibu sempat menanyakan tentang kebenaran foto itu, dan Amel pun mengakuinya bahwa ia telah menikah, namun yang salah nya adalah,,, ibu tidak membiarkan Amel menjelaskan tentang apapun yang terjadi sebenarnya"
"apa surat itu masih ada ...???
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1