Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 67


__ADS_3

Beberapa saat kemudian....


Tok tok tok.... ( suara ketukan pintu kamar )


"Lily,,, apa kakak boleh masuk...??? tanya metta dari luar pintu


"Iya ka, masuklah..." sahut Lily


Metta pun masuk kekamar Lily setelah mendapat persetujuan dari nya,, "Lily,, apa kau sudah siap, Julian sudah menunggu di bawah" ucap metta


rasa gugup seketika menguasai dalam diri Lily, setelah mendengar sang Kaka memberitahu nya bahwa Julian saat ini sudah berada di rumah nya "Ka, apa ka Juki datang seorang diri...??? tanya Lily


"Dia bersama Dinda dan satu orang lainnya, sebaiknya kau cepatlah, tidak baik membuat orang lain menunggu"


"Baiklah, kalau begitu Kaka duluan saja, aku akan turun sebentar lagi " ucap Lily


Di ruang tamu kediaman keluarga Agatha


Julian yang duduk di antara Dinda dan Robi, sejak tadi tidak bersuara sedikit pun, kedua tangan nya saling meremas tanpa henti, perasaan gugup melanda seketika saat kedua orang tua Lily duduk berada tepat di hadapan nya,,,

__ADS_1


Dinda menyadari apa yang di rasakan oleh sang kakak,, iya yakin saat ini Julian sedang menahan perasaan gugup yang luar biasa, iya pun berinisiatif untuk mencairkan suasana dengan memulai percakapan agar tidak terlihat kaku...


"Eemm,,, Om, Tante,,, begini,,, saya tidak ingin basa-basi dan saya akan memulai percakapan langsung ke intinya saja agar tidak menunda waktu, saya sebagai adik kandung dari Julian Kiandra, saat ini mewakili kedua orang tua saya untuk mendampingi Kaka saya datang kemari" ucap Dinda dengan penuh percaya diri


Julian sempat tertegun saat mendengar keberanian sang adik yang membuka pembicaraan dengan sangat tegas, Nyonya Anjani dan tuan Arif tersenyum menanggapi nya...


"Baiklah, kalau begitu bisakah kalian utarakan maksud kalian datang kemari...??? ucap tuan Arif dengan penuh keramahan


Julian melihat ke arah Dinda dan Dinda pun mengangguk meyakinkan sang kakak intuk menjelaskan maksud kedatangan mereka,,, sementara dari lantai atas rumah itu, tepatnya dari pintu kamar yang sedikit terbuka yang mengarahkan tepat ke arah s


ruang tamu,, Lily dan metta sedang mendengarkan dan menyaksikan semua yang terjadi di ruang tamu itu,,, Julian menjelaskan kepada kedua orang tua Lily tentang maksud kedatangan nya dengan sangat tegas, lugas, singkat dan padat,,,. Metta tersenyum melihat sang adik yang saat ini tengah serius melihat Julian dari jarak yang cukup dekat dan mendengarkan apa yang di ucapkan nya.


"Hei,,, dari pada kau terus melihatnya dari jauh seperti ini, sebaiknya kita langsung temui saja mereka" ucap metta yang menyadarkan Lily


"Lily,,, yang di lamar oleh Julian itu kamu, bukan bunda dan ayah,,, jadi kau harus turun segera" desak metta yang berpura-pura tidak mengetahui kalau saat ini adiknya itu tengah di Landa kegugupan


"Tapi ka,,,!!!


"Sudah, tidak ada tapi-tapian lagi,, sekarang Kaka akan mengantarmu menemui mereka" desak metta sembari menarik tangan sang adik agar mengikuti nya...

__ADS_1


________


"Nak Julian,,, kami sangat menghargai niat baik mu, kami salut dengan keberanian mu yang datang secara langsung untuk meminta putriku dan menjadikan nya sebagai istri mu,, namun sebelumnya kami juga harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari yang bersangkutan, agar kedepannya tidak terjadi hal-hal yang tidak di ingin kan saat di antara kalian tidak ada yang merasa di rugikan" ucap tuan Arif dengan lembut dan penuh wibawa


Julain mengangguk dan tersenyum lega setelah mendengar tanggapan dari orang tua Lily yang sama sekali tidak keberatan dengan lamaran nya...


beberapa saat kemudian Metta datang dengan menggandeng tangan lily untuk ikut bergabung di ruang tamu,,, Sesat Julian terpukau melihat seorang wanita muda dengan dress berwarna Dusty selutut yang ia kenakan dan riasan tipis yang menghiasi wajah nya yang membuat nya semakin terlihat cantik,,,


Dinda yang tak sabar saat melihat sahabatnya itu tiba, ia pun berjalan menghampiri nya dan memeluk Lily dengan sangat erat....


"Lily,,, kau sangat cantik malam ini" bisik Dinda di telinga Lily


"Din, kau berlebihan, aku tetap seperti biasa" ucap Lily


setelah beberapa saat, Dinda pun melerai pelukan nya Sada sang sahabat dan membiarkan metta membawanya duduk di antara tuan Arif dan nyonya Anjani...


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2