
sampai di depan makam dengan batu nisan yang bertuliskan nama "Anisa Rayanza binti Abdul Aziz"
Amel dan Arya sama-sama menunduk di tepi makam Nisa dan mulai berdo'a,,, Rey kecil yang melihat semua itu juga mengikuti apa yang di lakukan kedua orang tua nya, walaupun ia sendiri tidak mengerti dengan apa yang ia lihat... setelah beberapa saat, Amel pun perlahan menabur kan bunga mawar di atas makam itu secara perlahan... Amel memandang batu nisan itu dengan tatapan penuh penyesalan, air mata perlahan mengalir membasahi pipinya, sejenak ingatan di masa lalu berputar kembali saat di mana Nisa selalu memperlakukan dirinya sebagai mana perlakuan seorang kakak yang menyayangi adiknya...
"Mbak,,, maafkan aku, seandainya aku tidak pergi mungkin saat ini kamu masih bersama kami,, aku merindukan mu,,, ( Amel beralih menatap Putranya yang saat ini sedang berada dalam pelukan sang suami ) ...Mbak, kau lihat lah, sekarang putramu sudah besar, Tiga bulan lagi usianya genap tiga tahun, kau pasti senang bisa bertemu dengan nya...( Amel mengambil alih Rey dari Arya dan membawanya ke pelukan nya,,, dengan patuh Rey pun mengikuti apa yang di lakukan oleh sang mama ). "Rey,,, berikan salam untuk mama Nisa" ucap Amel sambil tersenyum manis walau air mata nya terus mengalir tanpa henti
"Acalamu'alaikum mama Nica,, aku Ley, nama ku Leyan amela, aku cekalang cudah becal, kata mama, mama Nica baik, tapi kenapa mama Nica tidak mau tinggal cama-cama Ley, Ley mau belteman dengan mama Nica" ucap Rey dengan bahasa cadel nya yang membuat Arya dan Amel tersenyum,,,
"Sayang, lihat lah, sekarang aku dan Amel sudah kembali bersama, kita sekarang sudah hidup bahagia bersama di tambah ada Rey sekarang yang melengkapi kebahagiaan kami,, aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya padamu, karna jika bukan karna kamu, aku dan Amel tidak akan bisa seperti sekarang,,, dan walau pun kamu sudah tiada, aku berharap kamu sekarang tengah berbahagia di surga bersama yang maha kuasa, kami disini selalu merindukan mu" ucap Arya yang berbicara dengan mengutarakan segala isi hatinya dengan mata yang berkaca-kaca menahan rasa rindu yang teramat mendalam pada sang istri tercinta ( Nisa ) yang telah tiada...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilain tempat...
Lily dan Julian saat ini sedang berada di sebuah butik ternama di kota itu, untuk mengambil baju pengantin yang sudah mereka pesan sebelum nya, karna pernikahan mereka hanya tinggal menghitung hari,,,
"Ka, setelah dari butik, kamu temani aku ke supermarket sebentar saja, aku ingin membeli sesuatu untuk keperluan pribadi ku" ucap Lily pada Julian saat sudah keluar dari butik
Walau dalam hati Lily dapat menyadari, semenjak ia dan Julian memutuskan untuk menikah, Lily merasakan sikap Julian yang dingin padanya, namun Lily dapat memaklumi itu, mungkin perlahan, cepat atau lambat, ia akan bisa membuat Julian mencintainya,... ( ka, walaupun aku tau saat ini tidak ada cinta di antara kita, namun aku berharap, cepat atau lambat suatu saat kita bisa saling mencintai dan hidup berumah tangga seperti pasangan pada umum nya,,, ) gumam Lily dalam hatinya,,,
__ADS_1
"Ka, apa aku boleh bertanya sesuatu...??? tanya Lily yang memecah keheningan,,,
"Tanyakan saja, jika aku punya jawaban nya, aku akan menjawab nya..."
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG