
( Lili, apa anak ini sendang ada masalah ya, kau lihat tidak biasa nya dia lesu seperti itu atau ada sesuatu yang dia sembunyikan dari kita ) bisik Dinda pada Lili
( Iya din kau benar, tapi biarkan saja lah, toh biasanya nanti dia akan cerita sendiri ke kita ) Sahut Lili dan di anggukki oleh Dinda
Saat jam istirahat tiba, Amel dan kedua sahabat nya pergi ke kantin untuk makan siang,, mereka duduk di kursi tempat biasa nya di bagian pojok, saat sudah duduk manis tiba-tiba mereka di kaget kan dengan suara ponsel Amel yang berbunyi nyaring
Tut,,,, Tut,,,, Tut,,,,
Amel melihat nama Yang tertera di layar ponsel nya dan sesekali melirik ke arah kedua temannya itu,,,
"Amel, kok diam aja, buruan angkat telpon nya nanti keburu mati" ucap Lili
"Emm, bentar ya, aku angkat telpon dulu" ucap Amel yang kemudian berlalu meninggal kedua temannya
"Kenapa si Amel,, gak biasanya dia angkat telpon menjauh dari kita, kaya ada yang di sembunyikan aja" ucap Lili lagi
"Aku bilang tadi juga apa,, itu anak kayanya lagi ada sesuatu yang di sembunyikan dari kita, gak biasanya dia kaya gitu, kamu liat sendiri tuh sampai muncul mata panda gitu, dia kaya orang yang habis begadang semalaman dan banyak pikiran " ucap Dinda yang menunjuk ke arah Amel yang sedang berbicara di telpon
setelah beberapa saat Dinda dan Lili pun menghentikan pembicaraan mereka ketika Amel sudah kembali bergabung dengan mereka lagi
"Siapa yang nelpon Mel, kok sampai segitunya takut kedengaran sama kita" tanya Dinda
"Gak kok Din, tadi mas Arya yang nelpon, dia nyuruh aku buat pulang lebih awal soal nya mbak Nisa lagi pergi ke Jerman" ucap Amel yang agak gugup dan berusaha menahan nya agar tak terlihat oleh kedua sahabat nya itu
__ADS_1
"Mbak Nisa ke Jerman,,,?! terus apa hubungan nya sama dia yang nyuruh kamu pulang cepat, emang nya kamu harus ngapain,,,? gantiin mbak Nisa buat layani dia ya,,, udah kaya istri muda aja,,,??!!! ucap Dinda yang tanpa menyadari omongan nya telah membuat Amel jadi merasa was was
'Uhuk, uhuk,,,'
"Amel minum dulu,,," ucap Lili yang menyodorkan segelas air putih pada amel, Amel pun menerima nya dan meneguk air itu hingga tandas tak tersisa
"Amel kamu kenapa,,,?!! tanya Lili saat melihat Amel yang sudah membaik
"Ng,, nggak papa ko Li, aku duluan aja ya, soal nya tadi mas Arya nyuruh aku beliin nasi Padang kesukaan dia, jadi aku harus buru-buru, takut nya nanti dia marah kalau aku lama" ucap Amel yang berusaha mencari alasan agar bisa terhindar dari kedua sahabatnya itu untuk sementara
Amel segera berlalu meninggal kan kedua sahabatnya itu tanpa menunggu respon dari mereka, karna Amel yakin jika ia lebih lama di sana, bukan tidak mungkin lagi ia akan di serbu dengan banyak pertanyaan dari kedua sahabatnya itu
Saat tiba di Kediaman Mahessa,,,
"Iya bi, aku capek banget nih, aku mau istirahat dulu ya bi, nanti aku bantuin bibi di dapur " ucap Hanna dengan nada bicara yang sopan dan ramah
"Gak perlu Non,,, Non amel istirahat saja, biar saya dan yang lain mengerjakan nya" ucap bi Aya menolak secara halus
"Ya udah, kalo gitu Amel ke kamar dulu ya bi"
Amel kemudian berlalu meninggalkan bi Aya yang sedang di ruang tengah, ia pun menuju kamar nya dengan tujuan ingin istirahat, saat tiba di kamar, Amel merebahkan tubuh nya di atas kasur yang empuk dan bersih itu, perlahan ia pejamkan mata nya dan tiba-tiba muncul sebuah bayangan di mana ia telah menghabiskan malam pertama dengan suami nya baru ia nilai kemarin,,,,
Tanpa di sadari Amel menyunggingkan sebuah senyuman namun sesaat kemudian ia pun tersadar kembali dan perlahan air matanya mulai mengalir membasahi pipinya, kala teringat dengan pesan ibu nya dan juga Abang nya yang berada di kampung halaman...
__ADS_1
( Ibu, bang ikhsan, maaf kan Amel yang tak jujur pada kalian, Amel tau apa yang Amel lakukan ini adalah sebuah kesalahan,,, kesalahan yang mungkin takkan pernah mendapat maaf dari kalian, tapi sungguh Amel tidak bermaksud untuk melakukan ini, Amel hanya ingin menepati janji dan membalas Budi pada mas Arya dan mbak Nisa, walau pun sebenarnya Amel sangat tau apa yang di rasakan mbak Nisa tidak lah sebahagia dan seindah senyuman yang menghiasi wajah nya, Amel sangat tau seberapa besar penderitaan yang ia alami dan sekarang ia tengah berjuang melawan rasa sakit yang ia sendiripun tak tau kapan itu semua akan berakhir, tapi Amel akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk nya, semoga mbak Nisa di berikan kesembuhan dan kesehatan agar ia bisa bersama dengan mas Arya selamanya, jika pun nanti ia akan memintaku untuk pergi dari rumah ini dan kehidupan mereka, maka aku siap melakukan itu semua, dan aku juga berjanji, cepat atau lambat aku akan pulang menemui ibu dan bang ikhsan untuk mengatakan yang sebenarnya nya )
( Dan Kedua sahabat ku, Dinda dan Lili, maaf karna aku telah melanggar aturan dari persahabatan kita, aku tak bisa mengatakan yang sebenarnya pada kalian untuk saat ini, tapi aku akan berjanji suatu saat aku akan memberi tahu kan pada kalian tentang status ku yang sekarang,,,, )
Saat Amel sedang larut dalam lamunan nya, ia tak menyadari seseorang tengah memperhatikan nya,,, namun sesaat kemudian....
"Apa aku mengganggu,,,?!!! tanya Arya yang sudah berdiri di ambang pintu kamar Amel dan spontan membuat Amel kaget dan melompat dari tempat tidur
"Mas,,, mas Arya udah pulang,,, sini aku bantuin" ucap Amel yang masih gugup dan meraih tas kerja yang ada di tangan Arya
Arya hanya diam saat melihat tingkah istri muda nya itu, hingga tanpa sadar sebuah senyuman tersungging di wajahnya,,,. ( Gadis kecil yang manis ) gumam Arya yang tanpa menyadari bahwa ia dengan secara tidak langsung telah memuji istri kecil nya itu,,,
Amel berjalan ke kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk suaminya, setelah selesai ia pun kembali ke kamar dan bermaksud untuk menyiapkan pakaian, namun tiba-tiba ia menghentikan langkah nya ketika melihat sang suami yang tengah berdiri tepat di hadapan nya dalam keadaan t******g d***
Spontan pipi Amel jadi memerah dan ia pun membalikan tubuhnya membelakangi suaminya itu, dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Mas, bisa kah kau memakai bajumu terlebih dahulu"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG