Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 49


__ADS_3

"Mm,,, tapi... ( Julian menghentikan ucapannya saat melihat Amel yang mengangguk tanda setuju untuk ikut dengan Arya,


Julian hanya bisa diam dan tersenyum getir saat melihat Arya membawa Amel ke tempat parkir dan masuk kedalam mobil nya,,, setelah di dalam mobil, Amel hanya diam dan tidak berkata apapun, Arya dapat melihat ekspresi wajah Amel yang nampak tidak bersahabat namun sebisa mungkin ia mengontrol dirinya agar tidak terbawa suasana...


"Bicaralah, aku tidak punya banyak waktu" ucap Amel dengan nada bicara yang sedikit ketus


Arya menarik nafas sejenak dan menghembuskan secara perlahan sebelum memulai pembicaraan....


"Amel, aku hanya berharap kamu bisa memaafkan ku dan memberi ku satu kesempatan lagi,, aku mohon agar kamu mau mendengar kan penjelasan ku,... ( Arya menghentikan ucapannya sejenak untuk melihat reaksi Amel )


Arya memberanikan diri untuk meraih tangan Amel dan menggenggamnya, namun Amel hanya diam seolah mengijinkan Arya untuk melakukan nya....


"Amel,,, Sebenarnya tiga tahun lalu aku tidak bermaksud mengatakan hal yang seharusnya tidak aku katakan, aku tau saat itu kamu pergi setelah mendengar semua percakapan antara aku dan Nisa, aku,,, aku tidak bisa mengontrol emosi ku saat aku mengetahui kebenaran kalau Nisa mengalami sakit yang parah, ( Sesaat Arya memejamkan mata nya saat butiran cairan bening perlahan mengalir di pipi nya kala mengingat kejadian tiga tahun lalu )


"Aku,,, aku mengakui kalau saat itu aku sudah jatuh cinta dengan mu, hanya saja aku tidak menyadarinya, dan setelah kamu pergi, aku tidak tau lagi apa yang terjadi pada diriku, sampai saat Nisa menghembuskan nafas terakhirnya, bukan nya aku mendampingi nya, aku malah sibuk dengan urusan ku sendiri, aku memang bukan pria yang baik, aku hanyalah seorang pria bajingan yang serakah dan ingin memiliki semuanya,,, aku bilang aku mencintai Nisa tapi rasanya lebih sakit saat aku tau kamu pergi meninggalkan ku,,,,, Hiks,,,, aku, aku sadar, aku memang tidak pantas untuk mendapat maaf dari mu, aku membiarkan ego ku menguasai diriku, dan sekarang aku hanya bisa menerima kenyataan bahwa aku telah kehilangan semuanya"


Arya mencurahkan segala isi hatinya di hadapan Amel dengan air mata nya yang akhirnya tumpah


Amel menatap iba pada pria yang ada di hadapan nya itu, tanpa sadar Amel pun ikut menitikkan air mata nya


"Mas, cukup,,,!!!! aku tau ini bukan sepenuh nya salah mu, aku lah yang paling egois di sini, aku pergi tanpa mendengar penjelasan mu terlebih dahulu,, Aku pergi seolah akulah yang paling merasakan sakit, aku tau kamu mencintai mbak Nisa,, tidak seharusnya aku merasa iri pada nya karna dia memiliki cintamu,, akulah yang paling egois dan serakah, aku ingin memiliki mu dan juga hati mu, padahal aku tau, berkat belas kasih dari mbak Nisa lah yang membuat ku bisa menikah dengan mu,,, sebenarnya aku tau kalau mbak Nisa sakit parah, aku tau sejak awal aku tinggal di rumah mu, mbak Nisa menceritakan semuanya padaku, dia berusaha membujukku agar aku mau menikah dengan mu hingga akhirnya aku menyetujui kesepakatan itu"

__ADS_1


Arya terdiam mendengar penuturan dari Amel yang sebenarnya, hingga akhirnya ia pun tersadar kembali....


"Mas, aku minta maaf,,, maaf karna aku yang tidak jujur padamu,,, selama ini aku berusaha melarikan diri dari masalah, namun pada akhirnya takdir membuat ku kembali pada titik jalan yang seharusnya aku jalani" ucap Amel lirih dengan kepala yang menunduk dan air mata yang berurai


Arya menggenggam tangan Amel lebih erat dan membawa nya ke pelukan nya, Amel tidak menolak dan memasrahkan dirinya di dalam pelukan Arya....


"Amel,,, aku hanya berharap kita bisa memulainya dari awal lagi, kita akan hidup bersama dan membesarkan putra kita, biarlah masa lalu tetap menjadi masa lalu, mari kita bersama kembali dan memulai semuanya dari awal lagi" ucap Arya dengan penuh keyakinan


"Mas, kenapa kamu tidak memarahi ku, kenapa kamu tidak membenciku, kenapa setelah semua yang ku lakukan, kamu malah memintaku kembali bersamamu" tanya Amel lirih


"Amel,,, Kamu salah, aku juga salah, kita sama-sama melakukan kesalahan di masa lalu, dan memaafkan adalah jalan satu-satunya untuk menuju kedamaian, ke depan nya kita bisa lebih baik lagi, cukuplah kita jadikan kesalahan di masa lalu sebagai pelajaran, yang terpenting sekarang kita sama-sama memperbaikinya "


Amel mendongak menatap wajah Arya dan berusaha mencari kebohongan di sana, namun yang ia temukan hanyalah sebuah ketulusan...


Tanpa berfikir dua kali,,, Amel tersenyum dan mengangguk menyetujui permintaan Arya...


kedua nya saling berpelukan dengan erat dan menyalurkan segala kasih sayang yang sempat tertunda selama ini....


Setelah beberapa saat, Arya melerai pelukan nya dari Amel dan menatap mata nya dalam-dalam


"Tapi sepertinya aku melupakan sesuatu...??? tanya Arya spontan yang membuat Amel bingung

__ADS_1


"Apa...??? tanya Amel


"Bagai mana dengan Julian...??? tanya arya


"Ka Juki...???


"OOO,,, jadi panggilan nya ka Juki" ucap Arya dengan ekspresi wajah yang terlihat kesal


Amel tersenyum saat mengetahui yang sebenarnya, kalau suaminya itu ternyata sedang cemburu. "Hemmm, aku memanggil nya Juki karna nama nya Julian Kiandra dan itu adalah nama yang di buat oleh Rey" jelas Amel sambil tersenyum


"Rey....??? tanya Arya yang belum tau nama putranya


"Umm, Reyhan amera " ucap Amel singkat


Tiba-tiba Arya tersenyum dan membawa Amel kembali kedalam pelukannya, "Jadi nama putra kita Reyhan amera,,, ??? tanya Arya lagi


"Ya, dan satu lagi,,, amera itu adalah gabungan nama Amel dan Arya" ucap Amel yang semakin membuat Arya kegirangan.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2