Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 50


__ADS_3

"Amel dan Arya...???!!! tanya Arya sekali lagi dengan senyum manis yang menghiasi wajah nya,,,


"Hhmm" jawab Amel singkat di sertai anggukan kecil


Arya semakin bahagia saat mendapati kenyataan bahwa ternyata selama ini Amel tidak pernah benar-benar melupakan nya, hingga nama putra mereka pun di namai dengan gabungan nama keduanya,,,


keduanya kembali saling memeluk dan mencurahkan segala isi hati yang menyimpan kerinduan yang sempat tertunda selama ini,,,. dengan tatapan penuh gairah, Arya yang tak mampu menahan diri untuk tidak menerkam bibir seksi yang sejak tadi membuat nya merasakan panas dingin,,, untuk sesaat keduanya begitu terhanyut dalam dunia nya, saat Arya akan menyelusup kan tangan nya kedalam kain yang membungkus tubuh sang istri dan berusaha mencari sesuatu di sana, tiba-tiba Amel pun tersadar dan segera mengakhiri ciuman hangat mereka dengan mendorong kecil tubuh arya....


baik Amel maupun Arya, keduanya sama-sama tersipu malu saat menyadari bahwa mereka sudah melakukan keintiman yang hampir membuat mereka kebablasan...


"Mas,,, bolehkah aku meminta satu syarat dengan mu...??? tanya Amel dengan ragu


"Katakan,,,?!! ucap Arya singkat


"Aku harap kamu tidak keberatan dengan syarat ku, aku aku hanya ingin meminta untuk sementara waktu, biarkan aku dan Rey menjalani kehidupan kami sendiri dulu, aku tidak mau melakukan semua nya dengan tergesa-gesa,,, aku harap kamu mengerti keputusan ku" ucap Amel dengan wajah menunduk


Arya terdiam sesaat dan berusaha mencerna setiap kata-kata yang diucapkan oleh Amel, jika boleh jujur, Arya ingin mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan persyaratan yang Amel berikan namun Arya sadar, ia tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti di masa lalu, dimana ia selalu mengandalkan ego nya untuk menyelesaikan setiap masalah,


"Baik lah,,, apapun keputusan mu, aku akan terima tapi,,, bisa kah aku bertemu dengan putraku....?!! tanya Arya dengan tatapan penuh harap


Amel tersenyum " Tentu saja, aku akan membawanya untuk menemui mu, dia pasti akan senang saat bertemu dengan papanya"

__ADS_1


"Tapi, aku tidak pernah bertemu dengan nya secara langsung, apa mungkin dia akan takut dengan ku...??? tanya Arya ragu


Amel mengambil ponselnya di dalam tas dan memperlihatkan pada Arya, sebuah foto yang baru saja di kirimkan oleh Dinda beberapa saat yang lalu, Foto itu memperlihatkan sebuah kejadian konyol saat di dalam mobil ketika Dinda dan Lily mengajak Rey jalan-jalan hari ini,,, di mana Rey yang tak ingin melepaskan sebuah boneka besar yang terlihat kumuh dan kotor, dan di bagian kepala boneka itu terdapat wajah seorang pria dewasa dan tampan....



( Foto,,, nyomot dari yt 😅🙏 )


"Ini,,, maksudnya...??? tanya Arya yang belum mengerti saat melihat wajah nya terpampang jelas di kepala boneka itu


"Hehee,,, beberapa saat yang lalu Dinda mengirimkan foto ini pada ku, dia bilang, Rey bahkan tidak mau melepaskan boneka itu sedikitpun, karna dia menganggap boneka itu adalah papanya" ucap Amel seraya tersenyum lebar pada Arya


"Iya,,, hehee, maafkan aku mas, jadi tiga tahun lalu saat aku pindah keluar negri, aku benar-benar tidak bisa tidur nyenyak dan terus menerus membayangkan kamu selalu memeluk ku di saat-saat aku tengah mengandung besar, karna keadaan yang tidak sesuai dengan harapan, aku memesan boneka itu secara khusus dan itu cukup membantuku,, dan akhirnya hingga sekarang Rey akan selalu membawa boneka itu kemanapun ia pergi, beberapa waktu lalu saat kami akan kembali ke Indonesia, aku dan Rey sempat terlibat konflik kecil di antara kami...


Flashback on


( Rey, bisakah kamu melepaskan boneka itu sebentar saja,,, kita akan naik pesawat, boneka itu terlalu besar untuk kamu bawa, itu akan membuat orang merasa terganggu ) ucap Amel yang merasa dongkol dengan perbuatan putranya yang selalu membawa boneka besar itu kemana-mana


( Tidak mama,,, bukan na mama cendili yang bilang Ini wajah papa Ley, jadi Ley tidak mau papa tinggal cendilian, kita akan pergi ke Indoneca, jadi papa juga halus ikut ) sahut Rey dengan santai nya


" Oh ya ampun, aku lupa kalau anak ku ini memiliki kepintaran yang luar binasa, aku rasa akan percuma saja jika aku memaksanya untuk meninggalkan boneka itu,, Huhhh,,, " gumam Amel dalam hati

__ADS_1


( Baik lah, Kita butuh satu koper besar lagi untuk menaruh boneka itu, dan kau akan tetap bisa membawanya ) ucap Amel yang membuat Rey bahagia


Flashback off


Arya tertawa renyah saat mendengar Amel bercerita tentang kejadian penuh drama yang di ciptakan oleh Rey saat akan berangkat ke Indonesia beberapa waktu lalu hanya karna di sebabkan oleh sebuah boneka,,,


"Jadi,,, Rey akan membawa kemanapun boneka itu bersama nya...?? Oh ya ampun, sayang kau benar-benar mendidik anak kita dengan sangat luar biasa, aku salut padamu, itu artinya putraku telah menyayangi ku dengan secara tidak langsung" ucap Arya yang tanpa sadar membuat pipi Amel bersemu merah saat dirinya menyebut Amel dengan panggilan sayang untuk yang pertama kalinya


"Sudahlah, sebaiknya kita kembali kedalam saja, aku tak enak pada ka Juki, bagaimanapun dia yang mengajak ku kesini" ucap Amel menyadarkan Arya


"Maksud mu, kamu akan kembali makan siang bersama Julian itu ...??? tanya Arya yang seolah keberatan


"mas, percaya padaku, kami hanya sebatas rekan kerja biasa, tidak ada yang spesial di antara aku dan ka Juki, aku sudah menganggapnya seperti Kaka ku sendiri" ucap Amel yang berusaha meyakinkan Arya


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2