
Saat Riko sudah berada di tempat parkir dan bersiap untuk perjalanan pulang, tiba-tiba ia kepikiran tentang Nyonya Za yang ternyata adalah Amel....
( Nona Amel, Nona Za,,,??!! bagai mana bisa aku tidak mengetahuinya,, Dia sekarang menjadi orang hebat tanpa sepengetahuan ku dan Arya,,, Ahhh siall, aku sudah melakukan kesalahan besar, aku tidak mencari tau informasi tentang pekerjaan Nona Amel,,,. aku harus menemui nya, aku tidak bisa membiarkan Arya kembali mengalami masa-masa sulit seperti tahun sebelumnya, Arya sudah cukup menderita )
Riko menginjak pedal gas dan meluncur kembali ke apartemen nya,,,. saat tiba di apartemen, Riko melangkah dengan tergesa-gesa tanpa melihat sekeliling nya, dan akhirnya tanpa sengaja Riko telah menabrak seseorang....
"BRUKK....."
""Maaf tuan, maaf saya tidak sengaja,,, saya buru-buru " ucap Riko tanpa melihat siapa yang ia tabrak
"Tuan Riko...??? Ucap seseorang itu
Riko seketika mengurungkan niatnya yang hendak melangkah menjauh saat mendengar seseorang itu menyebut nama nya,
"Tuan Robi,,,??? ucap nya balik
"Oh,,, kebetulan sekali tuan, ngomong-ngomong sedang apa tuan Riko di sini...??? tanya Robi serius
"Oh. hehee... kebetulan saya tinggal di gedung sini tuan,,, apakah tuan Robi juga tinggal di sini...??? tanya Riko balik
"oh tidak tuan, bos saya yang tinggal di sini, saya baru saja mengantarnya" ucap Robi sambil tersenyum
"Ohhh,,, kebetulan sekali kalau begitu, baiklah tuan, mohon maaf sebelumnya saya tidak bisa berlama-lama soal nya saya sedang buru-buru" ucap Riko
"Oh, iya iya, tidak masalah lanjut kan saja, saya juga mau pergi,,, sampai ketemu nanti" ucap Robi
Percakapan antara keduanya pun berakhir, setelah Robi berlalu, Riko pun buru-buru kembali apartemen nya,,,
saat di kamar...
Riko sedang fokus menatap layar laptop yang ada di hadapan nya,...
( Aku rasa ini bukan lah sebuah kebetulan, Tuhan ingin mempermudah jalan ku untuk membantu arya dan nona Amel bersatu lagi,,, Nona Amel tinggal di atap gedung yang sama dengan ku, aku harus mencari tau di lantai mana ia tinggal,,,, ) gumam Riko
__ADS_1
Riko meraih ponselnya, berniat ingin menelpon Arya, ia mencoba menekan kontak Arya hingga beberapa kali namun tak ada jawaban....
"Aakkhhh,,,, Arya kau benar-benar menguji kesabaran ku " gumam Riko yang kesal, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Arya dan berharap ia membaca nya ..
( Datang ke apartemen ku,,, Amel juga tinggal di gedung apartemen yang sama dengan ku ) isi pesan Riko
di kantor 'Heir group'
Tut Tut ( Suara dering ponsel )
Arya baru saja keluar dari kamar mandi dengan penampilan yang lebih segar dari sebelumnya,,, ia melihat ponsel nya menyala dan meraihnya...
Selang beberapa detik,
Arya melangkah dengan terburu-buru meninggalkan kantor nya dan menuju apartemen Riko ... Beberapa saat kemudian Arya pun telah tiba di sana ...
"Riko,, apa yang kau katakan itu benar, apa Amel benar-benar tinggal di gedung ini...??? tanya Arya yang tidak sabaran
"Hem,,, Dia tinggal di kamar No xxx"
"Riko kenapa kau menghentikan ku, aku ingin menemui putra ku" ucap Arya kesal karna Riko menahan nya
"Arya.., kau jangan gegabah dulu" ucap Riko datar
"Tapi aku harus menemui Amel, aku ingin bertemu dengan putraku" bentak Arya
"Aku tau Arya,,, aku tau kau ingin menemui putramu, tapi kau tidak bisa langsung kesana, Amel tidak hanya tinggal dengan putra nya, tapi ada orang lain bersamanya" ucap Riko yang membuat Arya terdiam sesaat
"Orang lain...?!! siapa..?? siapa dia, siapa yang tinggal dengan Amel, Riko katakan padaku siapa...??? tanya Arya dengan tatapan penuh amarah
"Julian Kiandra" ucap singkat Riko
"Julian Kiandra,,,!! siapa dia, apa hubungan nya dengan Amel, kenapa dia tinggal seatap dengan Amel dan putra ku ..???
__ADS_1
"Kau lupa...?!! dia tuan Julian CEO dari 'Zhou Group' "
"Tuan Julian...!!! tapi kenapa dia tinggal seatap dengan Amel,,, kenapa dia tidak tinggal sendiri...???
"Aku rasa bukan hanya sebatas rekan kerja, tapi ada sesuatu di antara mereka, aku baru saja melihatnya, Putramu sangat dekat dengan nya" ucap Riko yang membuat Arya semakin geram
saat Arya ingin pergi, lagi-lagi Riko menahan nya,,,
"Riko,,,!!!! jangan hentikan aku, aku harus menemui Amel, aku akan membawa putraku bersama ku " ucap Arya yang sudah di penuhi kabur amarah
"Arya,,, tidak bisakah sekali saja kau berbuat tanpa harus melibatkan emosi, jika kau terus begini, makan kau sendiri yang akan membuat Amel dan putramu semakin jauh dari mu" bentak Riko yang kesal dengan sikap Arya
Arya terdiam sesaat memikirkan apa yang di ucapkan oleh Riko,,, Arya mengakui yang di katakan Riko memanglah benar, Arya memang memiliki sikap tempramen yang cukup buruk, ia selalu kesulitan mengontrol emosi nya setiap kali ada yang sengaja atau tidak sengaja menyinggung perasaan nya...
Arya berusaha menenangkan diri nya, ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan dengan perlahan, hingga sesaat kemudian ia pun merasa lebih tenang dari sebelumnya,
Riko memperhatikan sikap Arya yang sudah mulai tenang,,,. "Arya, aku berharap kau bisa mendengarkan saran ku sebelum semuanya terlambat" ucap Riko
"Aku sudah melakukan nya, tapi Amel menolak ku" sahut Arya dengan mata yang masih terpejam
"Maksud mu...???
"Maksud ku sudah jelas, tadi siang aku sudah berbicara dengan Amel, tapi dia menolak ku mentah-mentah"
"Arya kau tidak boleh menyerah begitu saja, membujuk seseorang tidak semudah membalikkan telapak tangan, kau harus berjuang keras untuk itu, bukan kah seharusnya status Amel saat ini masih istri mu.... ku pikir kau masih punya peluang yang besar untuk mendapatkan nya kembali, selama kau tidak menceraikan nya, dia tidak bisa menjalin hubungan dengan pria mana pun" ucap Riko yang membuat Arya tersadar
"Kau benar,,, Amel masih istriku, pria mana pun tidak berhak mendekatinya termasuk Julian Kiandra,,, aku akan mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikku ku"
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG