Di Nikahi Pria Beristri

Di Nikahi Pria Beristri
Bab 59


__ADS_3

"Rey,,?!! bukan kah kau bisa lihat sendiri saat tadi siang mas Arya menjemput kami,, Rey sangat bahagia, sampai saat di restoran tadi, dia selalu berada dalam gendongan papanya dan tak mau lepas sedikit pun hingga akhirnya ia ketiduran,,," ucap Amel sembari tersenyum saat menceritakan bagai mana bahagianya Rey ketika pertama kali bertemu dengan sang papa


Dinda terdiam saat mengingat bagai mana sikap Rey terhadap Arya saat pertama kali bertemu tadi siang,, Dinda mengakui bahwa Rey memang sangat terlihat bahagia,,,


hingga beberapa saat Julian pun berlalu meninggalkan Amel dan Dinda tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya,,, dengan segala perasaan sedih, hancur dan patah hati bercampur aduk menjadi satu,...


Di tempat parkir,,,


Julian duduk di kursi kemudi dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,,, tujuan nya kali ini tak lain adalah 'BAR' bar sudah menjadi tempat favorit utama bagi para kaum pria maupun wanita yang tengah mengalami masalah dalam dunia percintaan, bisnis atau pun masalah keluarga dan lain-lain


Tiba di sana....


Julian mengambil tempat duduk di bagian paling pojok dengan maksud agar bisa lebih tenang tanpa ada gangguan...


Setelah beberapa saat tanpa Julian sadari, dirinya telah menghabiskan beberapa botol whisky tanpa merasa puas sedikit pun,,,


di tempat yang sama,


dari jarak yang cukup dekat, seorang wanita muda dengan pakaian formal yang masih melekat di tubuh nya terlihat baru saja keluar dari ruang VIP bersama dengan beberapa rekan kerja nya, sambil sesekali berbincang denga seorang pria muda yang merupakan pemilik BAR tersebut.,,


"Nona, sebelumnya saya sangat berterima kasih atas kunjungan Anda kemari, tanpa bantuan anda, saya tidak akan bisa membangun tempat ini hingga menjadi sukses seperti ini " ucap lelaki muda yang di ketahui adalah pemilik BAR itu

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan tuan, saya melakukan ini juga demi saudari saya,, saya harap anda tidak akan membuat nya kecewa, karna anda tau sendiri apa yang akan terjadi jika anda melanggar janji" ucap wanita itu dengan penuh penekanan


"Nona tidak perlu khawatir, saya bukan lah orang yang suka mengingkari janji, hanya saja, saya sangat kagum pada anda, bahkan Kaka anda sendiri tidak bisa melakukan apa yang seperti anda lakukan saat ini" ucap lelaki itu


"Hem,,, saya hanya melakukan apa yang bisa saya lakukan, tentang saudari saya, orang tua kami tidak pernah menekan kami untuk suatu pekerjaan dan apapun yang kami lakukan mereka selalu memberikan dukungan penuh untuk kami bisa mencapai impian kami, Kaka saya memilih menjadi seorang model karna itu memang sudah menjadi impian nya sejak kecil, sebagai adik aku akan selalu mendukung nya"


"Ya,, dan sebagai seorang pria dan sebagai kekasih dari Kaka anda,,, saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk nya" ucap Lelaki itu dengan penuh percaya diri


"Ya ya ya,,, baik lah saya akan memegang kata-kata anda, tapi satu hal yang harus anda ingat, bahwa Kaka saya tidak butuh janji, tapi bukti" tekan nya seki lagi dan pria itu pun mengangguk dengan penuh keyakinan,


"Ok, kalau begitu sampai ketemu lagi di lain waktu,,, saya masih ada urusan penting yang harus di selesaikan, maaf tidak bisa mengantar anda hingga keluar " ucap pria itu sopan


"Baik lah, silah kan" sahut wanita muda itu


"Ka Juki,,, " ucap nya Lirih dan berulang kali mengucek matanya untuk memastikan apa yang di lihat nya itu tidak lah salah


Perlahan ia berjalan mendekati seorang pria yang duduk di Kursi BAR paling pojok dan benar saja, seorang pria yang tengah mabuk berat itu tidak lain adalah Julian Kiandra Kaka dari sahabat nya yaitu dinda,,, Wanita muda itu berjalan semakin dekat pada Julian


"Ka Juki,,, ka Juki apa yang kau lakukan di sini....??? tanya nya pada Julian


julain yang sudah mabuk berusaha mengangkat kepalanya untuk melihat siapa wanita yang baru saja menyapa nya, samar-samar ia dapat melihat dan mengenali wanita yang berdiri di samping nya itu ,,

__ADS_1


"Lily, benarkah itu kau...??? tanya nya dengan suara yang berat dan di paksakan


"iya ka ini aku Lily,,, Kaka kenapa bisa mabuk seperti ini " ucap Lily sembari meraih gelas berisi whisky yang ada di tangan Julian


"Lily tolong jangan hentikan aku,,," ucap Julian yang berusaha merebut gelas nya kembali namun Lily lebih cepat bergerak dari nya,,,


Lily berusaha membopong tubuh kekar Julian dan bermaksud untuk mengantarnya pulang, karna Lily tau bahwa Julian tidak mungkin bisa pulang seorang diri dalam keadaan mabuk berat seperti itu,,,


dengan susah payah akhirnya Lily berhasil membawa Julian masuk ke dalam mobilnya, Julian yang sudah tidak sadarkan diri terus saja meracau tidak jelas, Lily sendiripun tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Julian dan hanya beberapa yang bisa ia pahami,,,


"Lily, aku tidak mau pulang" ucap Julian dengan suara yang berat


"Jika ka Juki tidak mau pulang Lalu kemana aku harus mengantar Kaka...?? tanya Lily


"Aku sudah bilang, aku hanya ingin di BAR dan aku hanya ingin minum sampai aku puas" ucap Julian yang semakin melantur


Lily benar-benar merasa jengah, dalam hati nya bertanya-tanya apa yang terjadi dengan pria yang satu ini, mengapa sorot matanya memperlihatkan seolah ia sedang tidak baik-baik saja


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2