DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA

DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA
Kabar Tak Terduga


__ADS_3

Sungguh aku terkejut dengan pertanyaannya. Vino seolah mengetahui semua tentang Rey dan aku. Dan karena tidak ingin terus-menerus diselimuti pikiran yang tidak-tidak, aku pun mencoba bertanya padanya.


"Tuan Vino, Anda sepertinya tahu banyak hal tentang suamiku?" Aku membuka percakapan.


Vino tersenyum. Senyum manis yang membuat hati ini berdesir lirih. Karena nyatanya yang tersenyum padaku adalah pria lain. Bukan pria yang sudah menjadi suamiku sendiri.


"Rey sedang menutupi jati dirinya dari publik dengan menikah denganmu," katanya sambil melajukan mobil.


"Menutupi jati diri?" Aku semakin dibuat penasaran olehnya.


Vino mengangguk. "Rey diberitakan sebagai seorang gay. Jadi ingin segera menikah untuk membuktikan jika dia bukanlah gay," tutur Vino lagi yang membuatku terkejut seketika.


Ap-apa?! Gay?! Ja-jadi?!


Sungguh kabar ini begitu mengagetkan hatiku. Bagaimana mungkin pria yang menikahiku itu adalah gay? Lalu bagaimana dengan wanita yang silih berganti dibawanya ke rumah? Sungguh aku ingin menanyakannya, tapi khawatir dikira membongkar aib suami sendiri.


"Lala, aku bisa membantumu untuk lepas dari jeratan pernikahan ini. Berapa uang yang kau butuhkan?" Vino tiba-tiba saja menanyakan hal itu padaku saat kami tiba di lampu merah.


Membantuku?! Tidak-tidak. Pasti dia punya maksud tertentu.

__ADS_1


"Kau punya hak untuk bahagia, Lala. Kau bisa bekerja di perusahaanku sebagai gantinya. Itupun kalau kau mau," katanya lagi.


Sejenak aku terdiam memikirkan hal ini. Vino pun memberikan kartu namanya padaku. "Ini. Simpanlah nomorku."


Dan saat aku melihat apa jabatannya, alangkah terkejutnya aku dengan semua yang dia punya. Ternyata Vino adalah General Manager di sebuah perusahaan mobil ternama.


"Ka-kau ...???" Aku semakin dibuat penasaran olehnya.


Vino tersenyum. "Itu bukan perusahaanku, La. Aku hanya bekerja di sana. Tapi sudah lama." Vino mengatakannya.


Aku pun menelan ludah mendengarnya.


Lampu merah itupun tak lama berubah menjadi hijau. Vino pun menanyakan di mana kediamanku berada. Pada akhirnya aku harus memberitahukannya. Dan dia mengantarkanku sampai ke rumah. Entah ada maksud apa di balik ini semua, aku mencoba berprasangka baik saja. Semoga kenyataan yang kuterima juga sama.


.........


...Vino...


__ADS_1


.........


Sore harinya...


We haven't talked all morning.


Bang my head, bang my head against the wall.


I'm scared, I'm falling.


Losing all, losing all my control.


And I'm tired of talking...


Aku menari di depan TV besar yang ada di rumah ini. Katakanlah jika ini adalah ruang keluarga yang mewah. Di mana di setiap sisi TV besar ini terdapat kaca yang bisa untuk melihat pantulan bayangan sendiri. Dan ya, aku terus menari. Menari dengan enerjik, mengikuti irama lagu yang membakar semangatku.


Sore ini aku berusaha membahagiakan diriku dengan menarikan sebuah lagu yang mungkin sama dengan suasana hatiku. Di mana aku dan pria yang sudah menjadi suamiku itu sudah lama tidak bertemu dan bertegur sapa. Dan sepertinya lagu dari dua lipa, kiss me and make up ini mewakilkan bagaimana perasaanku. Walau nyatanya memang tidak ada cinta di hati ini. Aku hanya sebatas menjalani perjanjian ayahku.


Kusetel lagu ini kuat-kuat dan berulang kali. Kebetulan ruangan ini terletak di dalam dan dekat dengan kolam renang. Tak jarang pose seksi pun kulakukan sambil menari. Aku menikmati detik demi detik gerakan tarian ini.

__ADS_1


__ADS_2