DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA

DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA
Pusing Sendiri


__ADS_3

"Kak Vino???" Aku pun bertanya-tanya sendiri.


Vino menatapku dalam sekali. "Jika kau cemburu karena pipiku menempel dengan pipi wanita itu, maka kau akan mendapatkan yang lebih darinya. Kau mendapat ciuman langsung di pipi dariku." Vino mengatakannya padaku.


Aku tak tahu. Sungguh tak tahu harus senang ataupun marah kepadanya. Vino mencium pipiku siang ini. Rasanya seperti mimpi saja. Aku pun memegang pipiku yang habis diciumnya. Dan hangat bibirnya itu masih terasa sampai ke hatiku. Tapi bersamaan dengan itu bayangan Rey terlintas di benakku. Bagaimana Rey yang mencium sudut bibirku saat kami saja mengucap janji suci bersama. Perasaan bersalah pun mulai menyelimuti hati ini.


Ya Tuhan ....


Tak tahu bagaimana selanjutnya, saat ini otakku tidak bisa berpikir jernih. Vino sudah mulai berani mencium pipiku. Entah keesokan hari, mungkin dia akan lebih berani lagi. Sedang aku masih berstatus sebagai istri dari Rey. Rasa senang bercampur kesal itu melanda hatiku. Aku pun hanya bisa diam membisu. Dan kulihat Vino tersenyum lalu mengusap kepalaku. Tak berapa ia pun melajukan mobilnya kembali. Bersama dengan hati yang kacau balau tak menentu.


Sesampainya di rumah...

__ADS_1


Vino mengantarkanku sampai ke depan rumah. Aku pun segera berpamitan padanya. "Terima kasih, Kak." Sambil menjinjing tas aku pun keluar dari mobilnya.


"Malam aku senggang. Jika ingin bertemu, aku bisa." Dia menawarkan diri seraya tersenyum padaku.


Aku mengangguk. Ya, hanya itu yang bisa kulakukan saat ini. Karena nyatanya aku masih terbayang-bayang dengan apa yang terjadi pada kami tadi. Di mana Vino mencium pipiku.


"Sampai nanti."


Aku pun melambaikan tangan kepadanya seraya tersenyum dengan sedikit paksaan. Vino juga menglakson mobilnya lalu mulai melaju dari hadapanku. Kulihat mobil hitam itu semakin menjauh dari rumahku.


Tak tahu mengapa aku merasa bersalah. Tak tahu mengapa aku seperti kelimpungan sendiri. Aku pun berharap ini hanyalah mimpi. Mimpi buruk yang sebenarnya tak ingin terjadi.

__ADS_1


"Aku pulang!"


Lantas aku segera masuk ke rumahku. Dan ternyata rumahku sudah sepi. Mobil Rey juga sudah tidak berada lagi di garasi. Sepertinya dia pergi bekerja hari ini. Aku pun duduk sebentar di sofa tamu. Menarik napas dalam untuk menenangkan pikiran. Aku merasa frustrasi dengan keadaan. Aku sadar masih berstatus istri dari Rey. Tapi pipiku telah dicium oleh Vino.


Aku pusing sekali. Rian sedang senggang tidak, ya?


Sungguh aku butuh masukan agar tidak terlarut dalam kesalahan. Aku pun mengirimkan pesan kepada Rian untuk segera bertemu. Aku ingin menebus kesalahan dengan melakukan saran darinya. Rian pun membalas pesanku.


/Pukul lima tunggu aku di Obong Kafe./


Rian membalas pesanku. Dan katanya pukul lima ini dia baru pulang bekerja. Kami pun akhirnya membuat janji temu di depan hotelnya. Aku ingin bicara padanya. Semoga saja dia bisa memberikan saran padaku agar tidak salah langkah dalam menghadapi situasi ini. Karena kurasa Vino mulai menyukaiku. Atau memang sudah ada cinta di dalam hatinya? Entahlah, aku tidak ingin terlalu memikirkannya. Aku tidak mau terluka.

__ADS_1


Kedai Obong, pukul lima sore waktu ibu kota dan sekitarnya...


Aku duduk sambil menyeruput kopi late yang kupesan sejak lima menit tadi. Aku masih menunggu sahabatku di sini. Tak berapa lama pria berbadan kekar itu juga datang. Aku pun segera melambaikan tangan ke arahnya.


__ADS_2