DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA

DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA
Terpaksa Menikah


__ADS_3

Mungkin inilah yang dinamakan pergulatan kehidupan. Aku harus menjadi sasaran dari apa yang terjadi di perusahaan ayah. Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya seorang anak yang masih menebeng hidup dengannya. Aku hanya bisa pasrah.


Satu minggu kemudian...


"Kau harus tetap menikah dengannya!"


"Tapi, Pa—"


"Tidak ada kata tidak!"


Seruan itu kudengar langsung dari mulut ayahku menjelang hari-hari pernikahan. Bak guntur menggelegar di langit. Tanpa hujan, tanpa awan mendung. Begitulah hal yang kurasakan saat itu. Membuat hatiku kacau balau menerimanya. Sebuah permintaan yang terasa berat untuk kupenuhi. Tapi kini harus kulakukan untuk ayahku. Dan juga ibu.

__ADS_1


Lala, bertahanlah. Perjalanan hidupmu baru saja dimulai.


Setiap kali ingin menangis, setiap kali juga aku menyemangati diriku sendiri. Dan kini aku sedang didandani oleh pihak penata rias pengantin. Ya, aku menikah. Hari ini aku akan menikah dengan pria yang amat tidak kusukai. Seorang pria yang baru saja seminggu ini kutemui. Dan masih banyak hal lain mengapa aku sampai tidak menyukainya.


Sungguh aku ingin berlari dari kenyataan ini.


Siang malam aku memikirkan nasibku sendiri. Bagaimana tidak, aku masih berstatus mahasiswi di salah satu universitas tinggi. Perjalanan kuliahku juga sudah di pertengahan jalan. Yang mana tak lama lagi toga itu akan kudapatkan. Tapi semua harus terhenti karena keinginan ayahku. Dan juga alasan dibalik itu. Aku dipaksa memenuhi kewajibanku sebagai seorang anak tunggal dengan menikah bersama pria itu.


Aku duduk di depan meja rias yang besar. Gaun pengantin juga sudah kukenakan. Gaun pengantin putih dengan hiasan manik-manik dan mutiara mahal. Aku pun berusaha tersenyum kepada orang-orang sekitar untuk menjaga nama baik keluargaku. Walau nyatanya hatiku ini tidak bisa menerimanya.


Entah bagaimana nantinya, aku juga tidak tahu. Saat ini aku hanya bisa pasrah dan menuruti semua keinginan ayahku. Suatu keadaan mendesak untuk menyerahkan diri kepada seorang pria yang tidak kucintai. Aku pun mau tak mau harus menuruti.

__ADS_1


"Baiklah, Nona. Sudah selesai. Mari kami antarkan."


Pada akhirnya aku harus menjalani beberapa fase kehidupan ini. Tim penata rias pun kemudian membawaku menuju ayah dan ibu yang sudah menunggu. Entah mengapa saat itu juga langkah kakiku terasa begitu berat. Seperti tersedot magnet bumi yang kuat.


Kasihan sekali dirimu, Lala ....


Mataku pun terasa berkedut, menandakan butiran kristal bening itu ingin keluar dari persembunyiannya. Aku tak terima. Tak bisa menerima pernikahan ini. Tapi apalah dayaku yang dituntut balas budi. Aku hanya bisa pasrah menghadapi situasi.


Aku baru saja genap dua puluh tahun dan masih menjalani studi di salah satu universitas tinggi. Orang-orang bilang aku cantik dengan tubuh yang langsing seperti ini. Mirip seperti barbie. Aku pun suka sekali mewarnai rambutku agar kelihatan lebih trendy. Tapi ada hal yang tidak kusukai, yaitu dipaksa untuk menuruti sesuatu yang tidak aku sukai. Tapi demi ayah dan ibu, aku akan melakukannya. Tak lain demi menjaga nama baik keluarga.


"Bersikap manis dan tersenyum, La."

__ADS_1


Ibuku pun mengingatkan saat akan mengantarkanku menuju altar pernikahan. Sedang ayahku tampak diam tanpa berkata apa-apa. Mungkin ayah juga sedih di dalam hatinya karena menikahkan putrinya dengan paksa. Tapi ayah juga tidak bisa berbuat banyak. Semua ini dilakukan untuk menyelamatkan perusahaannya.


__ADS_2