
Tumben dia sendiri, biasanya ramai wanita seksi.
Aku pun berjalan masuk tanpa memedulikannya. Aku melangkahkan kaki melewati ruang TV sebelum naik ke lantai dua. Tapi, ternyata dia menyadari kehadiranku. Dia memintaku untuk berhenti.
"Lala, bernyanyilah bersamaku."
Tidak ada hujan, tidak ada panas, dia meminta padaku. Padahal aku malas sekali menanggapinya. Tapi raut wajahnya itu seakan tidak menerima penolakan dariku.
"Aku capek, Tuan." Aku pun mencoba menolaknya.
Dia mendecih di hadapanku. "Kau harus ingat perjanjian jika ingin menolaknya, Lala. Sekarang bernyanyilah." Dia pun memberikan mic padaku.
Sungguh Rey hanya bisa mengancamku, mencaciku, mencercaku. Dia tidak bisa melakukan apa-apa selain itu. Aku pun hanya bisa memainkan peran selama perjanjian itu belum usai. Dengan terpaksa aku mengambil mic yang diberikan olehnya.
"Mau lagu apa? Tapi suaraku tak bagus." Kuletakkan tas kuliahku lalu berdiri bersamanya di depan TV.
"Apa saja. Hibur aku," pintanya tanpa memedulikan keadaanku.
Aku pun menarik napas dalam-dalam lalu memilih satu lagu untuk kunyanyikan. Sepertinya lagu ini cocok untuk menggambarkan suasana hatiku. Aku pun mulai menyanyikan lirik lagunya di hadapan Rey. Berusaha tidak mengindahkan pandangannya terhadapku. Terserah jika dia ingin menghina suaraku. Tugasku hanya menuruti semua keinginannya saja. Jadi mari kita bernyanyi di tengah hati yang sunyi.
__ADS_1
"We haven't talked all morning.
Bang my head, bang my head against the wall." Aku menyanyikan lagu dari Dua Lipa. Rey pun tampak memerhatikanku.
"I'm scared, I'm falling.
Losing all, losing all my control." Aku mulai menari sambil bernyanyi. Dengan pandangan melihat ke layar TV.
"And I'm tired of talking...
Feel myself saying the same old things." Aku menepuk pipiku sendiri.
Don't wanna lose, don't wanna lose you this way." Aku menggodanya agar menari bersamaku.
"I, I, I, I, I, I, I, I, I. Feel like we about to break up." Aku bergelayut manja di tubuhnya. Sontak dia pun memegang lenganku agar tidak terjatuh.
"I, I, I, I, I, I, I, I, I. Just wanna kiss and make up one last time. " Kusentuh bibirnya dengan ujung jari telunjukku.
"Touch me like you touch nobody.
__ADS_1
Put your hands all up on me." Aku mulai menggila dengan meraba tubuhku sendiri.
"Tired of hearing sorry.
Kiss and make, kiss, kiss and make up." Aku menghadap ke arahnya sambil menepuk pipiku ini.
"How about we leave this party? 'Cause all I want is you up on me. Tired of hearing sorry.
Kiss and make, kiss, kiss and make up." Aku bertanya padanya dengan nada kesal. Rey pun tampak tidak berkedip melihatku.
"Kiss, kiss and make up. Kiss and make, kiss, kiss and make up."
Sungguh aku tidak tahu apa yang harus kulakukan selain terus bernyanyi di hadapannya, dan juga melakukan tarian kecil. Hingga akhirnya lagu berakhir dan aku pun berpamitan padanya.
"Sudah. Aku mau istirahat," kataku padanya.
Tanpa peduli dia suka atau tidak dengan nyanyianku, aku pun beranjak pergi darinya. Namun, sebelum sempat Rey segera menarik tanganku. Dia memegang kedua tanganku ini.
Dia?!
__ADS_1
Kami pun bertatapan dengan jarak yang begitu dekat sekali. Kedua tanganku dipegang olehnya. Dadaku dan dadanya juga bersentuhan, seperti akan terjadi sesuatu setelah ini.