DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA

DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA
Minta Saran


__ADS_3

"Jadi apa yang harus kulakukan?" tanyaku pada Rian.


Rian mengembuskan napasnya. "Kau yakin ingin menuruti semua saran dariku? Tapi kau harus bersabar di setiap tahapannya," katanya lagi.


Aku mengangguk. Bersedia untuk bersabar dalam menjalankan saran darinya.


"Begini, La. Rey adalah tipikal pria yang dingin. Maka hal pertama yang harus kau lakukan adalah memahami bagaimana karakteristiknya," tutur Rian padaku.


"Maksudmu?" tanyaku.


"Cobalah untuk mengalah padanya. Tidak perlu lama, tiga minggu saja. Setelah tiga minggu jika tidak ada perubahan, maka kau bisa menentukan keputusan. Melanjutkan pernikahanmu atau berhenti sampai di sini." Dia menerangkan.


Aku mengerti. Rian pun memerhatikanku dengan saksama.


"Ubahlah penampilanmu agar terlihat lebih menggairahkan lagi. Tapi jangan menggunakan make up yang tebal. Gunakan make up tipis dan natural. Mungkin kau bisa menyandingkan blash on dan lipglos pink di bibirmu. Atau lipstik berwarna merah muda," katanya. "Lalu..."


"Lalu?"

__ADS_1


"Buat rambutmu sedikit bergelombang. Jangan lurus seperti ini. Biasanya wanita dengan rambut bergelombang terlihat lebih menggairahkan. Dan tentu saja porsinya harus natural. Kau pasti mengerti maksudku," terang Rian padaku.


Aku mengangguk kembali, mengerti.


"Kau berteman dengan Rey di WA?" tanyanya.


Aku mengangguk. Rian pun mengambil ponselnya. Dia melihat foto profilku.


"Mulai sekarang jangan foto kucing lagi yang kau pasang di profilmu. Tapi pasang fotomu dengan dandanan natural. Itu akan lebih menarik perhatiannya," kata Rian lagi.


"Baiklah." Aku pun segera memilih foto mana yang harus kupasang di profil WA. "Apakah ini?" tanyaku kepada Rian.


"Ini?" Aku pun melihatnya sendiri.


"Ini cantik, natural dan juga kelihatan imut. Jangan rubah foto ini sebelum tiga minggu." Rian berpesan.


"Oke-oke. Lalu hal apa lagi yang harus kulakukan selanjutnya?" tanyaku.

__ADS_1


Rian kemudian memerhatikanku lagi. "Pergi ke toko belly. Beli pakaian mini dan lingerie di sana untuk menggoda Rey," katanya.


"UAAPAAA?!!" Saat itu juga aku tak percaya dengan sarannya.


"Tenang, Lala. Ini hanya untuk mengetahui reaksinya. Jikalau sampai terjadi apapun, kalian sudah menikah. Hal itu sah-sah saja," tukasnya.


"Tapi--"


"Tak ada tapi. Selanjutnya kau perlu bersikap manja padanya," kata Rian lagi.


Tak tahu mengapa beberapa tahapan yang kudengar ini membuatku syok sendiri. Aku tak mengerti mengapa Rian memberi saran yang berisiko sekali. Sungguh aku khawatir efeknya nanti. Tapi jika tak kulakukan, aku khawatir kesalahan besar terjadi. Sedang aku tidak ingin ada penyesalan di kemudian hari.


"Anggap saja kau sedang berakting untuk mendapatkan bayaran tinggi. Maka lakukanlah seprofesional mungkin. Tunjukkan baktimu kepada orang tua agar bisa menyelamatkan semuanya. Kau pasti bisa, Lala."


Begitulah yang Rian katakan padaku sebelum pertemuan ini berakhir. Dan ya, aku segera ke toko belly untuk membeli pakaian mini. Aku akan menggoda Rey nanti. Tiga minggu ke depan aku akan memainkan peran yang sama sekali tak kuinginkan. Semoga saja nanti hasilnya memuaskan.


Malam harinya...

__ADS_1


Bra dengan busa tebal dibalut tengtop putih melapisi tubuhku. Aku juga mengenakan leging pendek sepangkal paha malam ini. Tentunya dengan dandanan yang minimalis, tidak tebal seperti biasanya. Aku berdandan layaknya seusiaku yang sedang imut-imutnya. Dan ya, mulai malam ini aku harus membiasakan diri mengenakan pakaian seperti ini. Serba mini, ketat dan juga memperlihatkan lekuk dada. Aku harap saran dari Rian ini berhasil merubah hidupku.


__ADS_2